Istri itu Bidadari Dunia

Liburan akhir tahun 2012 kami berkunjung ke tempat-tempat bersejarah dan wisata di Jawa Timur. Tema liburan kami adalah fotograpi.  Sambil berlibur anak-anak belajar fotograpi sekaligus kami adakan lomba fotograpi di antara anak dan keponakan kami. Pakar yang kami undang untuk melatih sekaligus menjadi dewan juri adalah Nurdin Razak, fotograper profesional dari Indonesia Wildlife Warriors.

Di sela-sela liburan akhir tahun itu saya sering berdiskusi dengan bidadari duniaku, istri. Salah satu tema yang muncul ketika itu adalah bagaimana menjadi istri dan ibu yang baik. Karena itu ranahnya wanita, maka pada saat itu saya lebih banyak mendengar. Menurut istri saya, untuk menjadi istri dan ibu yang baik resepnya cuma dua: enjoy dan taat suami.

Rutinitas pekerjaan rumah sering kali sangat membosankan. Tanpa memiliki rasa enjoy, istri yang sekaligus ibu akan mudah stres.  Agar semakin enjoy seorang wanita harus mendalami ilmu mendidik anak. Ia juga harus belajar bagaimana menjadi manajer yang hebat. Sebab pada hakikatnya seorang istri adalah manajer di dalam rumah tangganya sendiri.

Istri juga harus ahli dalam hal customer service, karena ia memiliki pelanggan luar biasa, suami dan anak. Kepuasaan pelanggan harus terjaga setiap saat. Bila tidak, pelangaan akan lebih senang dan nyaman di luar rumah ketimbang di dalam rumahnya sendiri.

Agar semakin enjoy, istri juga harus belajar ilmu coaching. Mengapa? Karena dia punya pelanggan yang merindukan sentuhan coachingnya yaitu anaknya. Terkadang suami juga memerlukan masukan atau saran tentang hal-hal yang dihadapinya dalam kehidupan. Istri juga harus mendalami ilmu agama karena sering kali anaknya banyak bertanya dan perlu diarahkan dalam hal ini.

Intinya, istri agar semakin enjoy ia wajib belajar ilmu-ilmu  yang membuat keluarganya semakin harmonis dan bertumbuh dalam semua aspek kehidupan. Semakin banyak ilmu yang dikuasai seorang wanita maka ia akan semakin enjoy menikmati kehidupan sebagai istri sekaligus ibu.

Setiap orang punya ego, begitu pula istri. Namun ego istri harus diselaraskan dengan suaminya. Untuk urusan-urusan yang bukan maksiat istri wajib taat kepada suaminya. Sabar dan kelapangan hati istri harus terasah agar bisa terus mendudukan suami sebagai kepala rumah tangga yang perlu ditaati.

Mendengar pendapat istri saya itu, saya hanya bisa tersenyum dan berbisik dalam hati, “Kamu memang bidadari yang dikirim Allah untuk menjaga dan membahagiakanku. I Love you…”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

4 thoughts on “Istri itu Bidadari Dunia”

  1. wirasmada says:

    sebaik-baik perhiasan dunia itu istri yg solehah itu bener bgt ya Kek

  2. koyyi says:

    Subhanallah…
    Makasih ilmunya, Kek
    Salam buat istri kakek yg hebat

  3. wekwew says:

    itu istri yg pertama or yg k dua.!!!??

  4. Subhanallah | tulisan yg lbh membukakan mata & hati saya | SukrON |

    >Salam Sukses Mulia
    @npindh

Leave a Reply

Your email address will not be published.