iPadku

Minggu, 25 Maret 2012, saya memenuhi undangan KBRI (Kedutaaan Besar Republik Indonesia) di Singapore untuk memberikan seminar Tuhan Inilah Proposal Hidupku. Acara yang dikoordinir oleh Saung Istiqomah ini dihadiri oleh orang-orang Indonesia yang bekerja dan kuliah di negeri Singa itu. Saya merasa senang bisa kenal dengan Duta Besar Indonesia di Singapore, ngobrol dengan para mahasiswa cerdas asal Indonesia dan juga diskusi dengan orang-orang hebat yang bekerja di sana.

Saat sedang berdiskusi dengan salah satu peserta kami memerlukan informasi dari internet, secara refleks saya membuka tas untuk membuka iPad. Ternyata iPad saya tidak berada di tempatnya alias hilang. Teman-teman panitia langsung menghubungi taxi yang saya tumpangi dari bandara ke KBRI. Sayang sekali, hasilnya nihil.

Saya sedih? Ya, karena iPad itu adalah gadget kesayangan yang selalu setia menemani saya kemanapun. Terkadang saya bawa ke toilet, ke hotel, saat training, teman di pesawat dan perjalanan, bahkan ke masjid pun saya bawa. Tidak jarang, saat ngobrol dan diskusi dengan istri dan anakpun iPad ada di pangkuan.

Sebelum tidur saya merenung, dengan hilangnya “sahabat setia” saya itu pelajaran apa yang hendak Allah berikan kepada saya. Alhamdulillah saya menemukan pelajaran itu. Pertama, harta itu pada hakekatnya milik Allah kita hanya diminta mengelolanya. Ibaratnya saat ada orang titip sesuatu di rumah maka kita tak boleh marah saat yang punya mengambilnya.

Kedua, jangan mencintai sesuatu berlebihan apalagi sampai melenakan yang lain. Saya jadi teringat driver saya pernah mengeluh, “Setelah punya iPad bapak jarang ngobrol lagi dengan saya.” Bahkan saat bangun sepertiga malam terkadang lebih asyik bermain iPad dibandingkan berlama-lama bersujud dan berdoa. IPad telah menjadi “mainan baru” yang terkadang melenakan saya. Maka, sepantasnyalah iPad itu diambil oleh Sang Maha Pemilik.

Ketiga, boleh jadi iPad itu penebus kesalahanku. Berkali-kali saya pernah meledek seorang karyawan di kantor dengan ledekan yang terkesan “merendahkan” dan menghina. Dia tentu tidak berani membalas. Istri saya pernah mengingatkan tentang hal itu. Mungkinkah iPad itu penebus kekhilafanku “merendahkan” karyawanku? Wallahu’alam yang saya yakin musibah itu mengurangi dosa yang pernah saya lakukan.

Selamat jalan iPadku, kau telah memberi pelajaran kepadaku agar bila penggantimu datang aku sudah memiliki sudut pandang baru bagaimana memperlakukan iPad baru itu.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

27 thoughts on “iPadku”

  1. abyan says:

    Subhanalloh…walhamdulillah wa laa ilaaha illalloh wallohu akbar…Maha suci Alloh yang telah mengingatkan hamba-Nya kembali ke jalan-Nya…syukur alhamdulillah bahwasannya Bp. Jamil telah di-“tegur” sebagai hamba kesayangan-Nya untuk “kembali” ke jalur-Nya…semoga Bp. Jamil makin “membumi” di bumi-Nya, meski sudah kehilangan barang berharganya, kita hanya bisa mengucapkan Innalillahi wa innaa ilaihi rooji’uun…apapun yg kita ‘miliki’ yg pada hakekatnya adalah ‘titipan’-Nya pasti akan kembali kepada-Nya…dan hanya hamba yg sabar aja yg mendapat rahmat-Nya…

  2. Surya says:

    turut berduka Pak Jamil, semoga lekas mendapatkan ganti yg lebih baik.

  3. Anggit Setyaningsih says:

    Subhanallah.. Pelajaran yg sgt berharga.
    Pasti dpt ganti yg lbh baik om 🙂

  4. bisa jadi sesuatu yang kita benci adalah yang terbaik bagi kita dan sesuatu yang kita cintai bukan yang baik bagi kita.. wallohu alam ya Kek.. nice sharing 🙂

  5. Nova says:

    Pasti….dan Pasti Setiap Kejadian ada Hikmahnya,,,

    Semoga kita selalu dapat mengambil Hikmah setiap kejadian yang datang kepada kita,, Aamiin

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  6. doni suardiman says:

    HaHahàhahahah
    Keren
    mengakuin kesalahan ndiri..
    Good job da
    Lbh baik,lw kita udh seneng bngt tu dngan barang d lelang aja pak, drpd hilang gtw..
    Kan kita dpt sesuatu dr lelang trsb
    Trs kita dpt jg pengampunan dosa seperti yg kakek tulis

    Hahahahaha

  7. novirica says:

    saya malah kehilangan adek secara mendadak&mengagetkan.. Yg dulu bisa rame, saling ledek, & saling tarik tarikan mukenah saat berangkat shalt subuh jama’ah di masjid.. Ternyta Allah memanggilnya saat hendak berangkat try Out persiapan Unas. Innalillahi wa innailahi roji’un.

  8. @Bang_tono says:

    mungkinkah sy jg seperti itu? perlu perenungan kembali nich…! coz modemku jg hilang sepuluh harian yg lalu..

  9. Mekoh says:

    Terima kasih telah mengingatkan saya dengan cerita mas Jamil.

    Saya hampir mirip pernah melakukan hal yang sama.

    Istri saya pun pernah cemburu karena saya lebih sering mengelus gadget saya daripada mengelusnya.*dia baca tl @JamilAzzaini di twitter*

    Saya berjanji akan memperbaiki diri.

    Semoga mas Jamil mendapat ganti gadget yang lebih baik dan lebih banyak. Amin…..

  10. Haturnuhun, atas pembeajarannya, semoga yg menemukan juga mendapat pelajaran dan buat mbah, semoga ada gantinya.

  11. Begitu hikmahnya dapat, maka gantinya tingga menunggu

    Salam
    Tantan

  12. Amirrul Iman says:

    Innalillahi wainna ilayhi raajiuun…

    Semoga ikhlas dan sabar ya Kek… 🙂

  13. Nafianfaiz says:

    Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…..
    kehilangan adalah sebuah pembelajaran….

  14. Motty says:

    Alhamdulillah.. Siap2 dapet gantinya yang lebih baik Mbaaaah.. ˆ⌣ˆ

  15. Andrew T says:

    IPad baru bisa dibeli, murah kok. Tapi karya/tulisannya itu… memang! Nah Pak, supaya tidak terulang lagi, jika sudah punya IPad baru, jangan lupa siapkan cloud storage-nya, seperti wordpress, google doc, office 365, zoho atau yang lain. Intinya data tidak disimpan di lokal saja tapi juga di internet, kalo IPad hilang lagi, masih ada backup di internet, net…net!

    Kadang kita nggak perlu menanggung kerugian, jika sudah ada orang yang memberitau kita.

  16. cerita yang menarik.. selalu bersyukur disetiap kejadian..

  17. Moko says:

    alhamdulillah…
    pelepasan energi negatif pak Jamil 😉

  18. Author says:

    wah orang cerdas itu selalu bisa mengambil hikmah disetiap kejadian,,.
    sekecil apapun…

  19. Denny Dachlan says:

    Subhannallah..
    Seorang Jamil Azzaini, bisa dgn ilhlasnya, mengakui “kelemahan-2” nya?
    Semoga Allah mau mengampuni n memberikan yg terbaik utk Mas JA n Kel.. Amin YRA.
    Salut n Tetap Semangat, Mas JA!!

  20. hilaliyah kamal says:

    sama persis seperti suami sy saat kehilangan BBnya, smua contact teman, klien hilang. mungkin اللَّه mendengar keluahan sy dan memngingatkan suami yg terlalu asik dgn smartphonenya….. Alhamdulillah sekarang dapat ganti yg jauh lebih baik, اللَّه kembali mempertemukan suami dgn klien2 melalui caraNYA. dan sekarang suami sy lebih bijak dlm memanfaatkan semua technology

  21. walid says:

    DOA ORANG YANG TERTIMPA MUSIBAH
    إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أُجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.
    “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNya kami akan kembali (di hari Kiamat). Ya Allah! Berilah pahala kepadaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku).” (HR. Muslim 2/632.)

  22. erickazof says:

    Semoga diganti dengan yang lebih baik ya kek..amin..

  23. aries says:

    Alhamdulillah semua kejadian sudah ada ketentuannya, semua ada hikmahnya. saya belajar kepada bapak. semoga Allah SWT mengganti dengan yang lebih baik.

  24. nuning says:

    Saya punya pengalaman kehilangan netbook saat mo ujian skripsi. Alhamdulillah semua berlalu dan saya lolos ujian dg baik. Sungguh selalu ada hikmah di setiap kejadian

  25. iswbanna says:

    saya suka kejujuran bapak dlm tulisan ini. menginspirasi.

    btw, ipad ke toilet? ngapain pak?

  26. Mutia Ratna says:

    terimakasih pak jamil atas pencarahannya.October taun 2011 kemarin rumah saya kemalingan al.2 laptop, BB, android, 2 HP.Setelah itu agak sedikit drop dan sedih juga karena gadget2 tersebut adalah penunjang kerja.Kemudian baru saja bulan februari 2012 kemarin mobil kami juga di rampok di rumah kami sendiri saat kami semua sedang tidur, pagi2 bangun mobil sudah raib entah kemana…ya trauma jelas masih, sedih apalagi, akhirnya setelah banyak merenung sedikit2 bisa mengikhlaskan dan membaca juga notes dari bapak di atas semakin saya lebih bisa ikhlas ikhlas dan ikhlas semoga Alloh melindungi keluarga kami, amiin

  27. Andriyani says:

    sama seperti waktu saya kehilangan laptop kesayanganku digondol maling..wah rasanya separuh jiwaku ikut pergi..sampe bikin males ngapa2in..cuma mikirin knp dia bisa hilang..akhirnya cuma bisa mengikhlaskan.. 🙂 kembali diajarkan ikhlas .. itulah pelajaran hidup..teruslah berevaluasi..

Leave a Reply

Your email address will not be published.