Intangible Assets

Share this
  • 22
  •  
  •  
  •  
  •  
    22
    Shares

Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan presentasi hasil audit terhadap salah satu perusahaan saya. Hasil audit eksternal itu menyatakan bahwa perusahaan saya dalam keadaan sangat sehat. Saat mendengarkan presentasi saya iseng bertanya, “Kira-kira kalau perusahaan ini saya jual berapa harganya?”

Jawaban auditor itu cukup mengejutkan saya. Ia menyebutkan harga yang nilainya kurang lebih 7 kali lipat dari aset perusahaan saya. Bahkan ia menambahkan, “Bila bapak jual dengan harga ini, saya siap cari pembeli dalam waktu yang sangat singkat.” Mengapa? “Karena perusahaan bapak sangat sehat dan prospektif,” kata auditor itu.

Sehat dan prospektif ternyata tidak hanya dilihat dari rasio-rasio keuangan yang sangat sehat tapi juga daya dukung SDM, budaya perusahaan dan reputasi. Dari sinilah saya menyadari bahwa harga sebuah intangible assets (kekayaan yang tidak terlihat) ternyata jauh lebih mahal dari pada harga tangible assets (kekayaan yang tampak). Perusahaan saya tadi contohnya, bernilai sedikitnya 7 kali lipat dari harga aset fisik yang ada.

Karena itu, pupuk dan perbanyaklah intangible assets dalam bisnis dengan membangun team work, sistem, SDM yang tangguh, reputasi, layanan kelas satu kepada pelanggan, dan membuat nilai-nilai perusahaan yang harus tertanamkan di semua lini perusahaan.

Hal tersebut berlaku juga dalam sebuah keluarga. Kekayaan keluarga Anda bukan hanya tangible assets seperti rumah serta isinya, mobil, tanah atau aset-aset lain yang anda miliki. Seharusnyalah intangible assets dalam sebuah keluarga nilainya jauh lebih besar dibandingkan dengan aset-aset yang tampak.

Kita wajib memupuk dan menguatkan intangible assets dalam keluarga. Kita wajib menanamkan nilai-nilai positif yang wajib di miliki keluarga, dari mulai keimanan, kejujuran, tanggungjawab sampai dengan kepedulian dan pentingnya berkontribusi membangun peradaban dunia yang lebih bermartabat.

Baca Juga  Ayah "Bisu"

Jangan sepelekan obrolan-obrolan ringan dengan anggota keluarga. Biasakan memeluk, bercanda, dan bermain, bersama dengan mereka. Bagi yang sudah menikah, sekali-kali mandi bersama atau berlomba lari dengan pasangan hidup Anda.

Keluarkan kata-kata yang romantis, rayulah pasangan hidup Anda, berilah hadiah-hadiah kejutan yang tak terduga dan godalah pasangan hidup Anda. Dengan cara ini, kekayaan keluarga Anda akan semakin melimpah ruah. Nah, seberapa besar intangible asset dalam bisnis dan keluarga Anda?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 22
  •  
  •  
  •  
  •  
    22
    Shares

17 comments On Intangible Assets

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer