Ibuku Sibuk

Fathur RahmanAda banyak hal yang sering dialamin oleh kebanyakan orang. Hal baik ataupun hal yang sedikit kurang baik. Banyak orang yang sering mengeluh dengan permasalahan-permasalahan individu. Kadang juga mengatakan, “apakah aku ini kurang beruntung.”

Ya, kadang-kadang memang ada permasalahan beruntung dan tidak beruntung. Salah satunya adalah kita punya ibu yang berkarir atau yang tidak berkarir alias (IRT).

Lalu hubungannya apa antara beruntung dan berkarir. Ya, kalo kita punya ibu yang berkarir otomatis penghasilan ekonomi di rumah akan bertambah. Membantu penghasilan bapak. Membawa keuntungan bagi anak semisal mengingankan ini dan itu tidak begitu pusing dengan masalah ekonomi. Tapi benarkah itu untung? Ternyata tidak juga. 😀

Saya pribadi dilahirkan dalam keluarga yang sederhana. Bapak saya guru dan ibu saya IRT. Karena Dari kecil sampe besar seperti sekarang ini saya sudah puas dengan kasih sayang dan perhatian yang diberikan. Ketika pagi, ibu sudah menyiapkan sarapan, begitupun siang dan malam. Mengapa bisa seperti itu? Karena ibu saya IRT. Simple.

Ketika saya mau minta buatkan kue ini dan itu, in sha Allah, ibu saya bisa memenuhi keinginan saya. Pernah sesekali keluar sedikit kata dari mulut ibu, “Man. enak kan kalo orang tua bisa masak dan buat kue ini atau itu?”

Nah, dari situ saya sedikit berfikir, “iya sih, memang enak. Kalo orangtuanya gak bisa masak apalagi buat-buat kue kayak gitu gak bisa atau karena gak sempat, pasti gak seberuntung aku itu.”

Dan ternyata memang begitu adanya. Saya punya seorang teman. Bapaknya kerja dan ibunya juga kerja. Hidupnya bisa dikatakan tercukupi. Ya, uang sakunya lebih banyak, mau beli ini dan itu bisa tinggal minta.

Tapi ternyata dia tidak puas juga, ada sesuatu yang itu masih kurang baginya dan dia iri kepada saya. Ternyata sesuatu itu adalah, jarang ada makanan di rumahnya. Seperti sop, kuah sayur, ikan panggang, mihun, bolu, black forest. Dia pernah mengatakan sendiri pas kebetulan lagi main kerumah saya dan kebetulan saya ajak makan, “dirumahku mana ada yang kayak begini-beginian Man, yah paling kalo aku mau makan masak mie sama telor dan kecap. Hehehe.”

Dia lebih sering beli makanan di luar. Setelah saya telusuri. Ceillah…
ternyata ibunya bisa masak. Cuman karena sibuk dengan bekerja, jadi ibunya tidak sempat masak sarapan dan siang. Kalaupun pulang kerja yang ada hanya rasa lelah.

Saya juga melihat keadaan dirumahnya, kebetulan dia tidak punya pembantu. Ternyata dirumahnya bukan lagi kapal pecah. Tapi sudah seperti kembang api pas malam tahun baru. Hehe..

Bila seorang ibu berkarir, maka sangat besar dampak rumah tangganya. Yang sebenarnya itu adalah tugas kewajiban seorang ibu mengurusi rumah tangga, jadi terlalaikan.

Yah, bisa dikatakan anak yang memiliki ibu yang berkarir kasihan. Karena tidak terlalu terurusi. Kurangnya perhatian yang memang itu adalah 1 kebutuhan seorang anak yang harus di penuhi. Itu baru masalah makanan. Bagaimana bila anaknya sedang sakit?. Karena ada beberapa yang seperti itu, ibunya tetap bekerja, sedangkan anaknya yang sakit di rumah hanya bersama kakaknya saja.

Ternyata materi memang bukan sumber kebahagiaan. Manusia memang butuh materi, namun materi jangan sampai menutupi mata kita dari kewajiban kita yang sebenarnya.

Inilah pesan moral untuk diriku. Hidup itu harus di syukuri dan pandai-pandailah mencari seorang istri 😀

Fathur Rahman

Bagikan:

10 thoughts on “Ibuku Sibuk”

  1. Wah keren niy Mas Fathur.
    Terima kasih ya sudah mengingatkanku, sungguh bersyukurnya dirimu memiliki ibu sepertinya.
    Sampaikan salamku buat ibu tercinta.

  2. kerON sekali mas

    Salam kenal dari jogja
    yg sederhana lebih hidup kok

  3. Syahrul says:

    Beruntung kali aku ini ibuku IRT. Dpt istri jg Inshaallah IRT.
    Jadi kangen masakan beliau….

    Inspired puoolll… Thx

  4. Subhanallah.. salam buat ibunya Mas.. 🙂

  5. Denni Candra says:

    Kalau saya minta dibikinin kue sama ibunya bisa gak mas fathur ??? … 🙂
    Salam kenal dan salam takzim buatnya ibunya

  6. Aroutsiders Aroutsiders says:

    Saya punya ibu karir dan tetap bahagia dg semua keadaan setiap sore saya menunggu ibu saya pulang membawakan payung jika hujan dan jika saya sakit saya dengan senang hati menanti ibu saya didalam rumah

  7. Ratna Dewi says:

    Dulu antara karier n IRT adalah pilihan tersulit dalam hidup saya. Tp skrg saya temukan kebahagiaan itu, sebagai fulltime Mommy ternyata sgt menyenangkan. 🙂
    :* -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸ŤђαϞĸ Ɣõú•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶̶:* ya Mas Fathur Rahman sdh menambah energi positif utk saya. Salam utk Ibu tercinta.

  8. Ratih says:

    Salam buat ibunya ya mas, beruntungnya dirimu :)….saya kebetulan ibu rumah tangga yg bekerja. saya maklumi apabila ibu bekerja tdk bisa full mengurusi rumah tangga, tp banyak juga lho yg wanita bekerja tapi masih bisa perhatian sama keluarga dan bisa masak atau buatkan kue meski ketika weekend saja :D, teman2 sekitar saya banyak ibu bekerja yg hebat, tetap perhatian sama anak, suami dan bisa masak tentunya hehe. yg lebih disayangkan lagi apabila sudah full time mommy tp tdk perhatian juga sama keluarganya..ada bbrp contoh dilingkungan saya yg begitu soalnya ^_^

  9. paling suka sama kalimat ini mas Fathur Rahman “Hidup itu harus di syukuri dan pandai-pandailah mencari seorang istri :D”

    sukrOn nasehatnya mas Fathur Rahman, bisa menambah masukan saya unt mencari pendamping hidup | 🙂

    salam kenal dari saya
    @npindh

  10. dnur77 says:

    Salam Mas Fathurr…

Leave a Reply

Your email address will not be published.