I Love My Job

i-love-my-job.jpeg

Mas WantikKalau cinta sudah melekat, gula Jawa rasa coklat
( Cinta Anak Kampung – Jamal Mirdad )
 
Kutipan lirik lagu yang pernah hits di tahun 90an tersebut di atas, menggambarkan kalau seseorang sedang dimabuk cinta, semuanya akan terasa lebih indah. Walau jarak sebenarnya jauh akan terasa jadi lebih dekat, berat terasa jadi ringan, sulit akan terasa jadi lebih mudah. Itulah cinta. Sampai-sampai orang Jawa punya ungkapan “wingka katon kencana”, pecahan genteng nampak seperti emas.
 
Seandainya apa saja yang kita lakukan semua didasari dengan rasa cinta, niscaya semua juga akan terasa lebih ringan dan nyaman. Menuntut ilmu contohnya. Seseorang kalau sudah cinta ilmu maka dia akan terus belajar dan belajar. Tidak mengenal yang namanya faktor usia dan tempat. Belajar bisa sampai kapan saja, hingga berakhir usia kita nanti. Belajar pun bisa dimana saja, tidaklah mesti di bangku sekolah atau kuliah.
 
Banyak tokoh besar pendidikan formalnya pas-pasan saja. Melalui kehidupan sehari-hari yang dia jalani. Dia manfaatkan dengan bijak kesalahan dan kegagalan untuk mendewasakan diri.
 
Bekerja didasari dengan cinta tentu sudah tidak ada lagi yang namanya merasa jadi beban, rasa malas, terpaksa, apalagi perilaku tidak terpuji. Justru sebaliknya. Yang muncul adalah semangat, rela berkorban, totalitas dan merasa ikut memiliki.
 
Namun dalam prakteknya, menumbuhkan dan menghadirkan cinta ke dalam pekerjaan tidaklah mudah. Semua mesti diawali dengan merubah cara pikir kita. Banyak diantara kita, bekerja masih terbatas pada hitungan hak dan kewajiban saja. Lebih parah lagi kalau sudah sampai ada istilah “timbang bengong di rumah” saja. Tidak ada spirit sama sekali.  
 
Di beberapa kesempatan, sudah sering saya sampaikan kepada karyawan saya bahwa dalam bekerja ini kita harus benar-benar untung. Artinya akan sangat merugi kalau minimal 8 jam setiap harinya yang kita habiskan di tempat kerja tanpa ada sesuatu yang berharga.  
Keuntungan di sini tentu beragam jenisnya. Dari segi ilmu, hendaknya dari waktu ke waktu ilmu dan kemampuan kita juga mesti selalu bertambah. Mosok sudah bekerja lebih dari 5 tahun masih sama saja kemampuannya dengan ketika masih 1 tahun.
 
Keuntungan berikutnya adalah dari segi income atau penghasilan. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu tujuan dari bekerja adalah mencari penghasilan. Saya pastikan bahwa bekerja di perusahaan yang saya kelola, terbuka kesempatan untuk hal yang satu ini.  
Kontribusi dari karyawan pasti saya diperhatikan dan diperhitungkan. Barang siapa yang berprestasi pantaslah dia akan terus melenggang untuk lebih maju. Tidak ada seorangpun yang bisa membendungnya. Sudah banyak contoh akan hal ini. Dulu yang belum siapa siapa, kini sudah memikul tanggung jawab yang lebih besar.
 
Kompetisi untuk maju sangat terbuka dan fair. Tidak pernah memandang latar belakang sebelumnya. Lulusan apakah dia, asal dari manakah dia, sudah berapa lama dia bekerja, tidak jadi soal. Semua mempunyai peluang dan kesempatan yang sama. Walaupun sudah bertahun-tahun bergabung namun kemampuannya tidak berkembang, dengan sendirinya dia akan tersingkir dalam kompetisi untuk menuju ke puncak.
 
Bekerja adalah bagian dari ibadah. Banyak orang mengatakan demikian, sayapun menyetujuinya. Karena bekerja ada pahala yang berlipat-lipat. Kita akan mendapatkan keuntungan sebanyak kebaikan yang dilakukan oleh team kita, mitra kerja kita dan bahkan dari semua keluarga mereka. Intinya dari semua yang merasakan manfaat atas keberadaan usaha yang kita.
 
Berapa orang yang bisa makan, bersekolah dan beribadah karena mereka mendapatkan hasil dari pekerjaan yang kita berikan kepada mereka? Coba pahami dan benar-benar dirasakan. Akan sangat menguntungkan dan merupakan ladang kebaikan bagi kita apabila kita niati semua yang kita lakukan sebagai ibadah.
 
Sungguh teramat banyak kemuliaan bisa kita peroleh dalam bekerja ini.
 
I Love My Job. —
 
Tulisan dikirim oleh Mas Wantik

Bagikan:

3 thoughts on “I Love My Job”

  1. Bekerja adalah bagian dari ibadah.
    Agar bekerja berpeluang sebagai ladang ibadah, maka kerja itu harus sesuai dengan passiON.
    Temukan passiONnya!, percaya deh, kita akan terus ENJOY, BERBTUMBUH, dan DIHARGAI … 🙂
    Saya sudah membuktikan, 1 Tahun yang saya beralih menjadi seorang Trainer, saya investasi kan bagian “Leher Keatas” untuk mengasah kemampuan saya di dunia public speaking, hasilnya? 3 Indikator passiON sudah mulai terasa. 🙂 Thanks KEk @JamilAzzaini

  2. Asmuni says:

    izin share artikelnya.. Semoga Allah menambah kebaikan bpk,.

  3. Sandi Hartono says:

    mas wantik muantap tulisannya…sangat terinspirasi…

Leave a Reply

Your email address will not be published.