I Love HK

Dinar ApriyantoTradisi orang yang bepergian, biasanya beli oleh-oleh. Nah, menjelang kepulangan saya ke Indonesia, daftar oleh-oleh sudah mengantri untuk di centang satu per satu. Tas, kaos, gantungan kunci, pembatas buku dan lain-lain, tentunya khas Hong Kong.

Pagi itu, berbekal ingatan dan Bismillah, saya berkeliling Hong Kong dr ujung ke Ujung naik beberapa public transportasi. Bus,Tram dan MTR, sesekali Taxi juga. Mencari barang sesuai yang saya pikirkan memang gak mudah, apalagi di negri org lain, yang saya baru beberapa hari stay disini.

North Point dan Sham Shui Po. Dua nama daerah yang katanya tempat belanja oleh-oleh di negara ini. Berbekal ‘patadong’ berisi 100 HKD yang sudah saya simpan di dompet, sayapun berkeliling Hong Kong dengan MTR. Sampai di Sham Shui Po Station, sayapun mencoba keras mengingat Exit yang harus saya pilih untuk tembus ke pasar baju.

Exit A1 saya jelajahi, dalam beberapa menit ternyata salah. Exit A2 ternyata juga masih keliru. Hingga experiment ketiga exit B1, Alhamdulillah, ketemu juga pasar yang dimaksud. Satu demi satu daftar yang musti dibeli harus dicoret.

Saya tertarik dengan barang-barang yang sarat tulisan ‘ I Love HK’. Ungkapan sederhana yang cukup sering saya dapat juga di oleh-oleh Indonesia, misalnya ‘I Love Bali, Madura, Jogja atau apapun. Bedanya pada cuma ‘HK’nya saja. Tiap negara dan daerah memang memiliki ciri khas. Dan ekspresi kecintaan terhadap daerah dan negara, salah satunya diungkapkan melalui aksesori oleh-oleh mulai gantungan kunci, kaos atau aksesoris lainnya.

Kata-kata ‘LOVE’ memang dahsyat. Bikin nyess di hati dan bikin logika seakan berhenti. Bahkan penelitian DR Masaru Emoto dari Jepang, telah membuktikan bahwa kata ‘Cinta’ mampu mengubah kristal air menjadi indah dan cantik.

Sepanjang jalan saya menyusuri pasar oleh-oleh ini rasanya sudah berapa puluh kali saya baca ‘I Love HK’. Jika untuk menumbuhkan cinta pada negara saja kita di edukasi melalui berbagai macam aksesoris oleh-oleh. Maka selayaknyalah kita juga mencintai diri kita dan selalu mengulang-ulang kata-kata cinta dalam diri. Bukan untuk berbangga, namun untuk mensyukuri atas nikmat dan karunia potensi dalam diri kita yang sudah Alloh berikan.

I Love Me, saya mencintai diri saya, apa adanya…

Dinar Apriyanto

Bagikan:

8 thoughts on “I Love HK”

  1. Pengalaman saya, atau pernah mendapat cerita dari rekan-rekan yang pernah berinteraksi dengan orang-orang asing (bukan pribumi Indonesia). Apapun kondisinya, apapun kekurangannya. Mereka benar-benar sangat mencintai produk dalam negrinya. Mereka benar-benar membela habis-habisan brand produk dalam negrinya.

    Kayaknya kita juga harus demikian juga. Mungkin saya sangat setuju apa yang dilakukan pak Heppy Trenggono dengan Gerakan Beli Indonesia, atau pak Jusuf Kala dengan JK Collection-nya. I love Me, I Love Indonesia…

    Mas, Dinar. Sorry yo komen saya agak melenceng dikit hehe… 🙂

  2. dinar says:

    he..he…siap mas Dian

  3. I love Jakarta mas Dinar…hehehe

  4. Princess Amanda @Princess_Coach9 says:

    I love the whole of indonesia…..

  5. rain says:

    Mensyukuri nikmat dan potensi membuat kita mendapatkan jati diri yang membuat kita spesial dari yang yang lainnya untuk selalu memberikan yang terbaik, thanks omm Dinar

  6. Rahmat E. Siregar says:

    Satu lagi, “Aku dan kau cinta Indonesia…”

    1. @Dinar Apriyanto says:

      sangat cinta Indonesia mas 🙂

  7. We Love Indonesia & I love Me.

    Betul mas Dinar, dengan mencintai diri sendiri. Akan timbul rasa syukur pada diri kita. Hingga kita terus mengasah potensi sukses yang Allah titipkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.