Hukum Rimba

kambing.jpg

Bagi saya, hukum yang terbaik itu hukum yang diturunkan oleh Sang Maha Pencipta. Dialah yang tahu segalanya. Dialah yang tahu kebutuhan, keinginan dan dinamika kehidupan umat manusia. Pasti apabila kita mengikutinya banyak kebaikan di dalamnya.

kambing2Sebelum agama datang memberi tuntunan, konon orang-orang dulu menghukumi segala sesuatu tergantung pimpinan atau tetua adat dan nalar mereka. Kisah imajiner berikut mewakili nalar tetua adat ketika itu.

Pada zaman dahulu, di pulau Jawa, tersebutlah sebuah kisah tentang pengadilan terhadap dua orang yang dinyatakan bersalah. Orang pertama bernama Kliwon, ia dihukum lima bulan karena membawa lari seorang gadis kampung. Orang kedua bernama Pahing, ia dihukum lima tahun karena membawa lari kambing betina yang dimiliki salah satu warga kampung tersebut.

Mendengar keputusan ini, Pahing protes kepada tetua adat, “Bapak tetua, sungguh keputusan ini tidaklah adil. Saya hanya membawa lari kambing betina dihukum lima tahun sementara Kliwon yang membawa lari gadis dihukum cuma lima bulan.”

Sang tetua segera menjawab, “Dengarkan pendapatku, Kliwon membawa lari gadis dan berani bertanggungjawab kemudian mereka menikah. Nah, kalau kamu berani seperti Kliwon, hukumanmu saya ubah menjadi hanya 5 hari saja. Kamu mau?”

Hehehehe, selamat berlibur…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “Hukum Rimba”

  1. sugiarto says:

    Нα=D..нα=D..нα=D..нα=D..нα=D ,,terima kasih kek,,,,sarapan sehat

  2. mahfudz RZ says:

    Hehehe…..

  3. mas shohib khan says:

    Qiqiqiqi….
    jum’at barokah….
    orang cerdas klo buat lelucon gelinya ampe k dengkul”…..
    mas jamil…(smoga ridho Allah slalu untukmu)

  4. mina adhiyati says:

    Astaga hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published.