How To Make Charismatic Introduction

Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

By Fay Irvanto

Pernah mendengar istilah “First impression is last impression” atau “Kesan pertama anda bisa menjadi kesan terakhir”? Menurut saya kesan pertama malah bisa menjadi kesan permanen. Terutama dalam situasi bisnis dan lingkungan profesional. Salah satu yang menentukan bagus tidaknya kesan pertama seseorang adalah cara dia berkenalan. Orang-orang sukses dan kharismatis tahu bagaimana cara membuat perkenalaan diri yang ‘powerful’ agar interaksi berikutnya berjalan sesuai yang di harapkan. They know how to make charismatic introduction.

Untuk kebanyakan orang, berkenalan berarti menyebutkan nama dan informasi personal lain secara umum. Tapi berbeda untuk orang-orang yang faham pentingnya berkenalan sebagai pembuka pintu peluang baru dan pemancing rejeki. Untuk mereka, cara berkenalan yang baik bisa menjadi penentu lancar atau tidaknya urusan berikutnya. Informasi yang tidak diharapkan oleh lawan bicara, akan membuat lawan bicara ‘lost interest’ dan rusaknya ‘rapport’ sejak awal. Sekali ‘rapport building’ gagal, akan diperlukan usaha ekstra untuk membangunnya lagi. Itu juga kalau lawan bicara masih tertarik dengan Anda.

Nama Anda adalah Merk Anda.

“Apalah arti sebuah nama?” Begitu kata William Shakespiere. Lepas dari bagus atau tidaknya arti atau terjemahan nama Anda, perlu diingat, Anda bukan dikenal karena nama Anda. Nama hanyalah brand alias “merk dagang” saja. Deskripsi tentang apa dan siapa Andalah yang akan ditangkap oleh orang lain. Maka ketika berkenalan jangan lupa untuk menyebutkan atribut Anda. Ketika atribut Anda dirasa penting dan relevan oleh orang lain, maka nama Anda akan melekat dengan atribut tersebut. Orang bisa saja lupa nama Anda tapi di ingat siapa Anda. Bahkan ketika nama Anda disebut tanpa kehadiran Anda, maka atribut Andalah yang sebenarnya disebutkan. Contohnya, kalau saya menyebut nama Muhammad Ali, sebagian besar orang akan berpikir saya sedang menyebut nama seorang petinju. Padahal bisa saja saya menyebut nama tetangga saya, Pak Haji Muhammad Ali.

Baca Juga  Keluarlah

Kalaupun Anda termasuk orang yang sudah terkenal, itu karena Anda lebih dikenal karena siapa Anda dan apa yang sudah Anda lakukan selama ini. Kalau Anda belum tenar, maka pertanyaannya, apakah Anda sudah tahu atribut apa yang ingin Anda kenalkan kepada Anda.

Jadi bagaimana cara bekenalan yang lebih baik? Berikut 3 teknik yang Anda bisa gunakan untuk membuat perkenalan Anda lebih powerful:

1. Sebut Nama dan Panggilan
Saya sering menjumpai orang yang berkenalan dan menyebut namanya dengan buru-buru seolah nama tidak penting. Walhasil nama yang sudah disebut sudah dilupakan lima menit kemudian. Apalagi kalau namanya susah.

Ketika menyebut nama, sebutkan pelan-pelan. Jika perlu sebut nama panggilan dengan jelas. Dalam kesempatan tertentu saya kadang perlu mengeja nama saya singkat terutama jika saya berada di luar negeri.

2. Jelaskan Apa dan Siapa Anda
Profesi Anda atau aktifitas Anda yang relevan bisa menjadi atribut penting dalam perkenalan. Bahkan jika orang lain mempunyai kepentingan atau ketertarikan terhadap atribut tersebut, maka Anda akan diingat. Kalaupun suatu saat nama Anda dilupakan, dia akan mengingat atribut Anda dan Anda akan dicari.

Kadang atribut spesifik akan semakin membekas. Untuk membangun interest Anda bisa menambahkan beberapa kalimat call-to-action. Misalnya kalau Anda seorang dokter, Anda bisa mengatakan “Saya dokter muda di Rumah Sakit Pondok Indah. Kalau Anda berobat di sana silakan kontak saya”.

Kartu nama Anda bisa menjadi pendukung untuk memudahkan orang mengingat Anda.

3. Bangun Reputasi
Anda bisa menyebutkan sedikit sejarah prestasi atau pengalaman Anda. Satu atau dua tidak ada salahnya. Tantangannya adalah memilih cerita dan pengalaman mana yang harus Anda sampaikan dan bagaimana membuat versi singkat.

Baca Juga  Untuk Nikmat Perlu Ilmu

Saran saya, buat catatan sejarah prestasi Anda. Lalu latih bagaimana Anda menyampaikannya dalam waktu 5-10 detik. Anda mungkin perlu memiliki beberapa koleksi catatan prestasi untuk berkenalan dengan orang yang relevan. Yang penting jangan over-sell.

Contohnya, kalau Anda memiliki pengalaman dalam bidang Sales, Anda bisa mengatakan “Saya pernah menjadi divisi penjualan di PT. XX selama 10 tahun”.

Selain menggunakan tiga teknik di atas, ada faktor lain yang perlu diperhatikan seperti bahasa tubuh Anda dan intonasi vokal Anda. Anda bisa menyimak tulisan dan video saya lainnya untuk belajar teknik bahasa tubuh dan vokal untuk meningkatkan kharisma Anda.

Sialakan coba dan buktikan bahwa perkenalan Anda akan lebih berkesan.

Salam Kharisma,

Fay Irvanto
Charismatic Leadership Guru | Personal Image Consultant

SHARE JIKA ANDA MENDAPAT MANFAAT

Visit www.fayirvanto.com
Follow twitter @fayirvanto
Join FB Group “Becoming Charismatic Leader”.


Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer