Hormati Pramusaji

Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Saya pernah bercerita kepada teman saya yang bekerja di restoran ternama bahwa saya pernah makan di restoran sangat mahal saat menjamu tamu dari Brunei Darusalam. Sang juru masak itu berkata, “silakan mas Jamil komplain tentang harga tetapi jangan sekali-kali komplain tentang rasa atau layanan serta merendahkan pramusaji. Kalau hal itu mas Jamil lakukan hal-hal buruk akan menimpa mas Jamil.” Cerita berikut menguatkan apa yang disampaikan teman saya.

Al kisah, seorang kaya baru masuk ke restoran mahal. Ia memesan sup ikan, bakso dan minuman teh hijau dengan gaya merendahkan sang pramusaji. Beberapa saat kemudian, pesanan teh hijau keluar, sang pramusaji membawa teh itu hijau sembari memasukkan telunjuknya ke dalam cangkir yang berisi teh.

Orang kaya baru mau menegur takut salah dan khawatir itu tradisi di restoran mewah. Sebagai pendatang baru, tidak berani komplain. Dia hanya bisa membalas dengan pandangan sinis kepada pramusaji tanpa berucap terima kasih.

Tidak berapa lama kemudian datang lagi pramusaji membawa sup ikan. Ternyata cara membawa sup ikannya masih sama seperti saat membawa minuman yaitu dengan cara memasukkan telunjuk tangannya ke dalam mangkuk yang berisi air. Karena penasaran dan merasa jijik, orang kaya baru ini bertanya, “apakah memasukkan telunjuk tangan tradisi di restoran ini?”

Sang pramusaji menjawab, “tidak pak.” Orang kaya baru mulai marah, “kenapa kau lakukan itu?” Sang pramusaji menjawab, “saya sedang terapi telunjuk saya yang gatal pak. Kata terapisnya, telunjuk saya harus selalu dalam keadaan hangat dan nyaman maka saya masukan ke cangkir dan mangkuk itu pak.”

Kali ini, orang kaya baru ini benar-benar marah. “Kenapa kau lakukan itu, kau bisa memasukkan telunjukmu ke mulutmu atau kau letakkan di ketiakmu, bukan kau letakkan di minuman atau makanan yang aku pesan.” Dengan agak ketakutan sang pramusaji menjawab, “tenang pak, selama saya menunggu makanan bapak di masak, saya sudah melakukan apa yang bapak katakan.”

Baca Juga  Pentingnya Komunikasi

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Group
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer