Hidup Seimbang

Apa kabarnya perjalanan profesi Anda hari ini? Semoga perjalanan profesi Anda kian sukses dan mulia setiap harinya. Lalu, bagaimana pula kabar kehidupan non-profesi Anda? Kehidupan Anda dengan pasangan Anda, kehidupan Anda dengan buah hati Anda, kehidupan Anda dengan orangtua Anda, kehidupan Anda dengan lingkungan Anda dan seterusnya…

Apakah Anda berhasil menjawab semua pertanyaanya dengan jawaban yang kurang lebih seragam, yaitu: “Baik”. Atau, Anda cenderung memiliki jawaban yang beragam. Sebagai contoh; perjalanan profesi ‘sangat baik’, pasangan ‘lumayanlah’, anak ‘lumayan juga nggak ya?’, orangtua ‘hmmm…bagaimana ya? Hehehe…’ , lingkungan sekitar ‘hehehe…jadi malu ditanya yang ini….’

Jika jawaban Anda mirip-mirip itu, atau mirip tetapi dengan variasi berbeda, maka berhati-hatilah… mungkin Anda tengah tercebur dengan yang namanya “konflik pekerjaan dan kehidupan”. Itu semacam konflik peran yang terjadi akibat tidak seimbangnya pemenuhan kebutuhan aspek pekerjaan dan aspek kehidupan pribadi. Konflik terjadi karena masing-masing peran menuntut energi dan perhatian Anda yang semakin hari semakin besar, sementara “kapasitas” Anda tidak mampu memenuhinya.

Konflik  seperti ini menimbulkan dampak yang negatif, bukan hanya kepada Anda melainkan juga kepada orang-orang di sekitar Anda. Pada diri sendiri dampaknya boleh jadi dirasakan secara fisik dan mental. Secara fisik, misalnya, kualitas kesehatan yang menurun hingga terserang macam-macam penyakit serius. Lalu secara mental, Anda sangat mungkin terserang stress ringan, stress berat, bahkan depresi. Hmmm… Ngeri juga, ya?

Sedangkan pada orang lain, dampak negatifnya bisa berupa perasaan terabaikan, terhambatnya komunikasi, hilangnya kedekatan hingga penyelewengan-penyelewengan. Apabila Anda lebih berat ke pekerjaan, dampak negatif terdekat boleh jadi dirasakan oleh keluarga Anda. Pada anak, contohnya, bisa saja terjadi semacam penyelewengan dalam bentuk menurunnya prestasi di sekolah atau buruknya pergaulan dengan teman-temannya.

Karena itu, insan SuksesMulia, mari kita jalani hidup dengan penuh kualitas dan tetap seimbang antara rumah, pekerjaan dan kehidupan Anda, agar Anda dan orang-orang di sekitar Anda merasakan hidup yang penuh makna dan bahagia…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

6 thoughts on “Hidup Seimbang”

  1. Terima kasih Pak Jamil. Menjadi bahan refleksi. Salam sukses mulia!

  2. kuma says:

    Cermin bagus buat saya…
    Seringkali pekerjaan “mencuri” sebagaian besar diri saya….

    Tapi ketika saya coba balance-kan, tuntutan kerja berkata lain, saya dituntut lebih…

    Sering serba salah Pak…

  3. Rakhman says:

    Bagaimana caranya pak?

  4. citra says:

    trus gimana menyeimbangkan semuanya p’jamil?? rasanya kok sulit ya… pada akhirnya sy mrasa harus FOCUS pd 1 hal…hehehhe.. berhenti kerja n mnjalankn pran sbg istri, ibu dan bagian dari masyarakat… cos kerja kantoran membuat ruang gerak sy sgt terbatas…

  5. wong deso says:

    masih jelek semua pak? gimana nih?

  6. rumaisha says:

    klo kondisnya spt yg njenengan paparkan di atas, trus gmn caranya biar hidup seimbang?

Leave a Reply

Your email address will not be published.