Hidup Kok Monoton

Share this
  • 248
  •  
  •  
  •  
  •  
    248
    Shares

Apa yang Anda rasakan saat mendengarkan pidato yang monoton? Bahasanya formal, suaranya datar, kecepatan ucapannya sama, isi pesannya biasa, kata-katanya juga biasa saja. Saya yakin itu sangat membosankan. Nah, pidato mungkin hanya berlangsung dua jam, tidak terlalu lama tapi terasa sangat lama.

Bagaimana bila yang monoton itu hidup Anda? Sungguh terlalu dan bodoh bila Anda bersedia menjalaninya bertahun-tahun. Jalanilah hidup Anda dengan banyak variasi agar tidak monoton. Apakah bekerja rutin setiap hari termasuk monoton? Jawabnya bisa YA, bisa juga TIDAK.

Jawabannya YA, apabila setiap hari Anda melakukan pekerjaan yang sama persis. Jawabannya TIDAK, apabila Anda sering meminta pekerjaan yang lebih menantang. Jika pekerjaan yang Anda tekuni, Anda sudah bisa dan juga sudah tuntas maka mintalah pekerjaan baru yang lebih menantang. Menolak tugas baru atau cara-cara baru membuat Anda akan terjebak menjadi monoton. Hidup Anda benar-benar membosankan, cepat tua dan mudah emosi.

Cara lain menghilangkan kebosanan adalah sering membantu pekerjaan orang lain. Dengan cara ini, ilmu dan wawasan Anda bertambah. Saya seorang trainer, salah satu hal yang saya sukai adalah membantu trainer lain untuk terus bertumbuh. Dan saat berdiskusi dengan mereka, ilmu saya bertambah dan hubungan persaudaraan kami menjadi lebih kuat. Profesi trainer menjadi benar-benar nikmat dan asyik bagi saya.

Bagaimana bila kehidupan yang monoton di rumah? Jangan sepelekan. Segera buat aktivitas yang jarang Anda lakukan. Cobalah hal-hal yang sederhana, merapikan rumah, bermain bersama anak, menggoda (menjahili) anak dan pasangan hidup Anda. Saat membangunkan anak, terkadang anak dipeluk, terkadang dicipratin air, terkadang dinyanyikan lagu. Karena suara kita fals, pasti mereka bangun. Hehehe…

Baca Juga  Ruginya Menjadi Pencela

Saya juga terkadang masih bermain kejar-kejaran di dalam rumah, adu tebak-tebakan yang lucu dan berantem-beranteman sama anak. Usai tadarus Al Qur’an, terkadang tiba-tiba meminta anak saya memimpin doa. Kaget, tapi seru. Menantang anak lomba lari dan berenang adalah hobi saya yang lain. Saya sering kalah tetapi saya happy. Saat kalah saya menggoda mereka dengan berkata, “Orang tua memang harus ngalah sama anak.” Hehehe…

Hidup ini bertahun-tahun, maka jangan biarkan hidup Anda monoton. Sebab monoton itu merugikan Anda. Karir dan bisnis susah berkembang, emosi tidak stabil, mudah marah, keahlian tidak bertambah, wajah bisa lebih tua dari usia Anda, dan yang pasti penghasilan menjadi pas-pasan. Jadi, jangan biarkan hidup Anda monoton.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Share this
  • 248
  •  
  •  
  •  
  •  
    248
    Shares

38 comments On Hidup Kok Monoton

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer