Hidangan untuk Pasangan

kuping1.jpg

Berkeluarga adalah fitrah manusia. Apabila sesuatu yang fitrah tidak dipenuhi pasti banyak hal buruk yang mengikutinya. Ketika beberapa tahun yang lalu generasi muda Jepang enggan menikah, kini kaum tua disana jauh lebih banyak dibandingkan kaum muda. Industri kreatif di negara itu banyak yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, kalah dengan Korea.

Saat berkeluarga, hati yang hampa menjadi bahagia. Saling menyempurnakan antar pasangan. Saling menentramkan satu dengah yang lain. Saling melindungi, saling support, dan saling-saling lain yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Saya berprasangka baik bahwa sebagian besar dari kita sudah paham hak dan kewajiban di dalam keluarga. Saya hanya ingin menyampaikan hal-hal kecil yang seyogyanya dilakukan dalam keluarga, khususnya seorang suami sebagai kepala rumah tangga. Biasanya sebuah keluarga tidak harmonis bermula dari urusan 3K (Komunikasi, Kasab atau ekonomi, Kasur). Perbaiklah komunikasi di keluarga dari hal-hal yang sederhana

Sediakanlah telinga untuk istri. Selelah apapun suami, telinganya tidak boleh lelah saat istri bercerita. Tampakkan bahwa Anda siap mendengar cerita darinya walau bagian tubuh yang lain Anda merasakan lelah luar biasa. Lakukan berbagai cara agar Anda tidak terlihat lelah dan siap mendengarkan cerita. Jangan katakan “ceritanya besok ya”, sebab esok hari ia sudah kehilangan mood untuk bercerita.

Bercerita, curhat dan mengungkapkan isi hati adalah kebutuhan dasar wanita. Puaskan hal itu agar sang istri tidak perlu lagi bercerita dengan orang lain, apalagi bercerita di social media. Radar seorang suami perlu peka, saat istrinya sudah jarang bercerita kepada Anda itu tanda bahwa telinga Anda sudah mulai malas menampung ceritanya.

Apalagi bila istri sudah lebih banyak curhat di social media, itu adalah tanda bahwa telinga Anda sudah tuli dan tidak sanggup lagi mendengar cerita, curhat dan ungkapan isi hati istri Anda. Bukalah segera telinga Anda untuk istri Anda.

Hindari perkataan “begitu saja diceritain” kata-kata seperti ini itu membuat istri patah hati. Apakah tidak boleh menegur atau melarang istri bercerita? Tentu boleh, tapi ingat, dengarkan dulu cerita istri Anda sampai tuntas. Setelah itu luruskan hal-hal yang keliru, komentari dengan sepenuh hati, ungkapan isi hati yang sudah diceritakan oleh istri.

Jadikan telinga Anda “alat” untuk meningkatkan keharmonisan keluarga Anda. Telinga yang selalu siap saat istri mulai berucap. Sepakat?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

5 thoughts on “Hidangan untuk Pasangan”

  1. mahfudz RZ says:

    Subhanallah.. Istri puas terhadap sang suami hanya dengan telinga sj,, apalagi ada lebihnya

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehe. Khan ini sebagian kecil…

  2. heri st says:

    Pengen menikah tapi belum punya uang ,ditambah tak ada kekasih.harus sabar dahulu ,niat menyempurnakan separo agama belum bisa ,tak apa.

  3. heri st says:

    DALAM kehidupan di dunia sangat banyak yang diperlukan oleh manusia Keperluan itu ada yang pertama dan utama Ada yang penting dan ada yang sampingan Keperluan yang pertama dan utama adalah Allah Taala pencipta alam yang Maha Esa dan Maha Berkuasa Kerana Dia adalah segala-galanya Kemudian yang penting agar hidup berdisiplin adalah syariat Tuhan Itulah jalan menuju Tuhan, iaitu jalan keredhaan-Nya Keperluan sampingan adalah makan, minum, tempat tinggal, pakaian, kenderaan Kemudian perempuan sebagai isteri atau laki-laki sebagai suami Agar dapat berhibur dan bertolong bantu di dalam kehidupan Apabila kita dapat yang pertama dan utama, kemudian yang penting Di situlah kehidupan dan ketenangan hidup Yang lainnya hanya setakat tambahan sahaja atau tambahan semata-mata atau sampingan Tapi oleh kerana manusia ramai yang buta hati walaupun celik mata Kerana cinta makan, minum, tempat tinggal, pakaian, kenderaan, tolak Tuhan Lantaran perempuan tinggalkan Tuhan Rabbul ‘Alamin Inginkan kebebasan tolak syariat Tuhan pentadbir alam Akhirnya apa sudah jadi? Atau apa kesudahannya? Manusia hidup porak-peranda sekalipun kaya dan berkuasa Apatah lagi yang miskin menderita dan sengsara lagi terhina Kembalilah kepada Tuhan, syariat jadikan jalan kehidupan Di situlah rahsia kebahagiaan dan ketenangan Mendapat pula keredhaan Tuhan Di Akhirat selamat pula daripada api Neraka

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo segeralah menikah 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.