Having Mood vs Being Mood

kaya.jpg

Perasaan bangga karena memiliki sesuatu walau tidak bisa menikmati dan memanfaatkannya disebut having mood. Contohnya, Anda punya tiga rumah tetapi yang ditempati hanya satu saja, dua rumah yang lain dibiarkan kosong tidak berpenghuni. Bisa juga senang mengoleksi sesuatu, kemudian membelinya padahal yang dimanfaatkan hanya beberapa koleksi saja.

Sedangkan being mood adalah merasa bahagia dan bersyukur dengan apa yang dijalani walau tidak banyak yang dimiliki. Mobil hanya satu tapi terpakai optimal, bila banyak keperluan dan kendaraan tidak memadai, ia tetap enjoy dan menikmati menggunakan transportasi umum. Tidak ada beban, tidak ada keluhan. Ia benar-benar menikmati apa yang ada.

Berbagai kajian menunjukkan, orang-orang yang memilih being mood lebih bahagia menjalani hidup dibandingkan yang having mood. Hidup apa adanya lebih nikmat dibandingkan apa-apa diadakan padahal tidak diperlukan.

Having mood juga merangsang nafsu-nafsu dunia terpelihara di dalam jiwa. Nafsu ingin terlihat wah, hebat, ingin terlihat lebih dibandingkan yang lain semakin menguat ada. Harapan ingin tampak keren dan tampak kaya raya adalah salah satu penyebab rasa bahagia menjauh.

Saya kenal dengan orang-orang yang semula having mood dan kini menjadi being mood. Diantara mereka ada yang berkata, “Banyak hal yang harus saya bayar padahal tidak terpakai. Contohnya bayar pajak barang-barang mewah yang saya miliki.”

Having mood mendorong pemborosan dan kesia-siaan. Memuaskan sejenak namun menggelisahkan dalam jangka panjang. Sementara being mood mendorong orang peduli, menekan keserakahan dan mengundang kebahagiaan. So, pilih mana? Having mood atau being mood?

SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

5 thoughts on “Having Mood vs Being Mood”

  1. Ali samsudin says:

    being mood, betul betul betul, saya suka saya suka

    1. Jamil Azzaini says:

      Kalau suka jangan lupa disebarluaskan 🙂

      1. Ali samsudin says:

        siap kek, insyaallah

  2. taufik says:

    Terima kasih Pak Jamil pencerahannya. Jadi ngaca ke diri sendiri nih, Sudah ditebar tulisannya.

  3. ARDIANTO says:

    Assalamua’llaikum wr.wb Pak jamil saya warga delanggu klaten… mau tanya tempat pondok bapak di daerah mana ya tepatnya di dusun/desa mana..?? InsyaALLAH sepulang dari merantau dari luar negeri ingin belajar bisnis di pondok bapak jamil..

Leave a Reply

Your email address will not be published.