Hati yang Tertutup

Dauntalas.jpg

Pernahkah Anda bertemu orang yang selalu mengeluh? Saya pernah. Orang ini merasa bahwa ia terlahir ke dunia untuk menderita. Berbagai problem kehidupan seolah selalu menghampirinya tanpa jeda. Ironisnya, justru ia merasa bahagia saat bisa mengeluh dan menceritakan penderitaannya.

Mengapa ada orang yang seolah tak bisa melihat indahnya kehidupan? Saya akan menjelaskannya dengan menggunakan analogi sederhana. Menurut Anda, mampukah selembar daun kecil menutupi dunia? Mungkin sebagian Anda menjawab, “Bagaimana mungkin menutupi dunia, menutupi satu rumahpun tak sanggup.”

Nah, sekarang bagaimana bila daun itu masuk ke kedua kelopak mata Anda? Menutupi mata Anda. Apakah Anda masih bisa melihat dunia? Jawabannya tentu tidak. Daun kecil itu telah membuat Anda tak bisa melihat indahnya dunia. Dunia tertutup bagi Anda.

Mengapa ada manusia yang tak bisa melihat indahnya kehidupan dunia? Karena hati orang itu telah tertutup dengan penyakit hati. Berbagai penyakit hati yang ada mungkin terlihat kecil namun karena menutupi hati manusia ia tak bisa lagi melihat indahnya kehidupan.

Saat penyakit hati “kurang bersyukur” bersemayam di hati seseorang maka yang muncul berbagai ketidakpuasan. Sudah mendapat nikmatpun ia masih berucap, “Yah, sedikit banget.” Ia tak bisa lagi melihat bahwa ia menerima banyak nikmat lain yang jauh lebih besar. Ia selalu merasa tak puas dengan apa yang sudah ia dapatkan.

Saat penyakit hati “iri dan dengki” hadir di dalam hati maka ia sering gelisah karena merasa orang lain selalu menerima nikmat yang jauh lebih besar darinya. Sebaliknya, jika orang lain menerima musibah, ia mencela dengan mengatakan, “Itu balasan atas dosa-dosa yang pernah dilakukannya.”

Orang-orang yang melihat banyak hal dari sesi negatif, itu karena hatinya benar-benar memang sudah tertutup dengan penyakit hati. Dan bila itu terjadi, orang tersebut tak akan bisa merasakan kenikmatan hidup. Dunia hanya dijadikan tempat ratapan dan keluhan.

Mari kita buang berbagai penyakit hati sebab walau ia kecil tetapi bisa menutupi kejernihan hati dan membuat kita “buta” terhadap berbagai nikmat yang ada.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

41 thoughts on “Hati yang Tertutup”

  1. Makasih Kek atas inspirasinya pagi ini. semoga kita terlindung dari penyakit yg menutupi hati..

    salam sukses Mulia

  2. Rosenq says:

    Manusia itu bersifat tidak pernah puas. selalu saja kurang, selalu saja membandingkan….dan “selalu selalu” yang lain yang akhirnya menuju ke posisi kufur nikmat.
    Menurut saya utk mengobatinya adalah dengan cara perbanyak syukur atas nikmat yang kita dapat.
    Seperti kata pepatah:
    Melihat ke “atas” sebagai motivasi,
    Melihat ke “bawah” untuk menjadikan kita lebih bersyukur.

    1. Akur. Salam SuksesMulia

  3. Sangat menginspirasi kek….terima kasih sarapan.bergizinya:)….mdh2an kita terhindar dari penyakit.hati…..salam sukses mulia

  4. Princess Amanda @Princess_Coach9 says:

    sarapan pagi yg sehat dan bergizi banget gurunda…
    semoga kita semua terhindar dari penyakit hati dan menjadi hamba yg pandai bersyukur serta jauh dari rasa iri dengki….
    berkarya aja terus insyaAllah gada waktu bwt iri maupun dengki..

    salam SuksesMulia

  5. ali samsudin says:

    super kerON…. pernah kek, kadang baru saja ketemu pertama kali yang dibicarakan keluhan…. Ya Allah hindarkanlah hamba dan saudara2 hamba dari sifat kufur. Amin

  6. Sangat menginspirasi sekali kek tulisannya, sedikit merasa ‘tertampar’ dengan rasa syukur yang selama ini sering kali terlupakan.

    Semangat pagi, Kek! Sarapan pagi dengan tulisan bergizi 😀

    1. Kalau sudah “tertampar” jangan balas ya, hehehe

  7. Ramon says:

    Kadang orang tidak menyadari bahwa perbuatan yang selalu melihat dari sisi negatif itu termasuk kedengkian .
    Semoga kita diberikan oleh Allah kejernihan hati dan pikiran agar dapat mendeteksi segala penyakit hati ..

  8. Denni Candra says:

    Tks atas nasehat dan inspirasinya di pagi yang cerah ini kek.
    Kalau hatinya tertutup “cabe rendang” justru jadi tambah enak kek … hehehe 🙂

    Salam SuksesMulia

  9. Abdul Sidik says:

    Maha Suci Allah, kek suka banget analagi yang sederhana namun ngena di hati dan otak ini… terima kasih kek semoga Allah berikan terus kesehatan dan keberlimpahan rezeki buat kek dan seluruh keluarganya… Amin

    1. Amin YRA. Hidup memang sederhana jadi cari analoginya yang sederhana juga, hehehe.,salam SuksesMulia

  10. jujulmaman says:

    Saia suka dengan analogi sederhananya; daun yg menutupi kelopak mata. Ada bnyak daun kecil kecil yg kadang terlupa. Tapi justru daun daun itu yg membuat kita ‘buta’. Semoga Allah selalu menghidupkan hati, mata, dan telinga kita. Amin. Thanks pak inspirasinya

    1. Banyak pelajaran sederhana yg bisa kita gunakan untuk menyempurnakan hidup kita. Salam SuksesMulia

  11. Syarifudin says:

    Banyak kek, bahkan sampai dngan saat ini sya msh ketemu org nya (satu kantor), yg gak abis fikir, kita aja yg dengerin itu capek masa dy yg ngeluh trs gak capek2 .. Hikz hikz …

    Didalam qur’an jg sdh dijelaskan : sesungguhnya manusia itu t4 ny keluh kesah lagi kikir …

    Pdahl begitu banyak nikmat Allah yg sdh diksh => Nikmat Tuhan mu mana lagi yang engkau dustakan …

    YaRabb, juhilah kami dari rasa malasa, sifat keluh kesah, himpitam hutang dan tekanan orang2 jahat ..
    Aamiin …

    Tengkyu kek Jamil tulisan nya …
    Semakin manambaj rasa syukur …
    *sungkem*

    1. Awas ketularan 🙂

  12. Lidia says:

    Assalamualaikum, semoga org” spt ini segera diberi hidayah. Akhirnya kemarin bisa hadir di talk show dan ketemu lgs sama kakek :)), banyak ilmu yg didapat juga, semoga sehat selalu. Jazakallah khair.

    1. Senang juga bisa jumpa, ayo terus move ON

  13. Andi Badren says:

    Heeemmmm, kek nyambung jg dgn tulisn sy. Barusan dikirim, mudah2an bagussss!!!! Sukses terus kek,,:)

    1. Berarti satu frekwensi 🙂

  14. vina says:

    Jauhi penyakit hati : suudzon takabur hasut marah ‘ujub/bangga diri/narsis.. #$alam ON-ojo narsis

    1. Waduh kalau narsis itu hobiku, hehehe

  15. syaiful says:

    Hemmz realita dunia yg jadi menu tiap hari om.
    Maka dari itu perlu pembelajaran serta intropeksi diri ini om.
    Ijin share ya om

    1. Dengan senang hati, silakan ajak sebanyak2nya temannya untuk bertamu ke sini juga 🙂

  16. umar wirahadi says:

    subhanALLAH bermanfaat luar biasa kek, Yaa ALLAH tolonglah kami untuk selalu mengingat MU , Mensyukuri Nikmat Mu, dan beribadah terbaik kepad Mu, jauhkan kami dr segala sifat iri, dan berkahi kek jamil serta seluruh keluarganya, aamiin.

  17. sukrON kek sarapab yg super nikmat ini_
    smga kita semua terhindar dr penyakit hati diatas | Aamiin | 🙂

    @npindh

  18. wisnu priyono says:

    Terimkasih kek.. Semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk menyingkap “daun kecil” yang bisa menutup mata hati karena penyakit hati di dalam diri..

  19. mhd husni tarigan says:

    Vitamin yang sangat dibutuhkan, terimakasih kek

  20. fitriastuti says:

    Terimakasih Kek 🙂
    Mengingatkan kita untuk selalu bersyukur .

  21. ib prayitno says:

    Muantab Kek. Jangankan daun, debu aja bisa mengganggu kita untuk melihat dunia. Coba kalo kelilipan debu, kalo lagi nyetir pasti bisa nabrak, gubraaak. Makasih ya Kek untuk oase-nya.

  22. KerON.

    Rasulullah SAW bersabda : “Lihatlah engkau terhadap orang yang lebih rendah (miskin) dari padamu, dan janganlah kamu melihat orang yang lebih tinggi (kaya) dari padamu, karena yang demikian akan lebih tepat bagimu agar tidak meremehkan (memandang kecil) terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    Moga kita selalu pada zona syukur. Hingga muncul rasa bahagia. Hingga Allah semakin menambah nikmatnya pada kita. Aamiin.

  23. Sahuri Nur says:

    Bener kek… Setiap hari itu pasti ada alasan untuk kita bersyukur.

    Lop yu Pull kek #Peluk 🙂

  24. arief says:

    hati yang tertutup, apalagi kalau hatinya penuh luka, maka luka itu tidak akan kering, hatinya terus-terusan sakit … akhirnya busuk menghitam … maka setuju kek, miliki hati yg terbuka kalaupun sakit, akan segera terobati.

  25. Andriansyah says:

    Selalu bersyukur ya kek….biar kehidupan selalu indah…

  26. keren banget. hmm jadi hidup itu akan indah bila kita syukuri, dan akan jadi siksaan bila kita kufuri.
    kunjungi blog saya dong kek!! hehe

  27. Imat Ni'matullah says:

    Subhanallah…..inspirasi pagi yg luar biasa..cocok dengan kondisi sekarang…mohon ijin mas , tadi materinya saya share di meeting pagi saya. Jazakallah

    1. Dengan senang hati

  28. Didit Widiana says:

    Terima kasih kek pencerahannya, pas banget nih hati saya lagi iri dengan kenikmatan orang lain, jadi kurang bersyukur. Alhamdulillah diingatkan kembali.

  29. FASANA says:

    as salam semua..saya adalah hamba Allah yang telah tertutup mata hati..ya benar..bila hati telah tertutup tiada lagi kemanisan hidup yg dapat dirasa..saya menyesal dengan segala dosa yang telah saya lakukan selama ini..moga Allah mengampunkan segala dosa saya dan dapat membuka kembali mata hati saya..saya rasa sedih tiada rasa kesian..kasih sayang kepada anak..suami..orang tua juga telah tiada..apa lagi pada orang lain..semua rasa kosong..aku ingin berubah ke jalan Allah..

Leave a Reply

Your email address will not be published.