Hati-Hati Mengumpulkan Dana

donasi.jpg

Saat bulan puasa biasanya bermunculan berbagai kegiatan yang menggalang kepedulian. Apalagi bulan ramadhan tahun ini juga terjadi pembantaian yang dilakukan tentara Israel kepada penduduk Gaza di Palestina. Saya sering diminta ikut menyebarkan nomor rekening penggalangan dana berbagai acara kepedulian tersebut, tetapi tidak semua permintaan itu saya penuhi.

Salah satu yang menjadi pertimbangan saya adalah nomor rekening yang digunakan. Apabila menggunakan rekening atas nama pribadi apalagi saya tidak mengenal pemilik rekening maka saya memilih untuk tidak ikut menyebarkannya. Sebab rekening kepedulian atas nama pribadi itu rawan fitnah. Boleh jadi pemilik rekening itu detik ini beriman, namun beberapa detik kemudian tak tahan godaan setan.

Niat baik harus disertai dengan cara yang baik. Untuk kegiatan kepedulian, tak perlu nama kita harus muncul dalam penggalangan dana. Apabila kita tulus hendak mengumpulkan dana untuk kegiatan kepedulian, bekerjasamalah dengan lembaga yang kredibel, transparan dan lembaga tersebut selalu di audit oleh lembaga yang terpercaya.

Apabila “terpaksa” menggunakan nama pribadi atau lembaga, gunakanlah nomor rekening atas nama dua orang. Dimana uang itu hanya bisa diambil oleh dua orang tersebut. Saya juga melakukan hal tersebut. Untuk kegiatan penggalangan dana memutus rantai kemiskinan melalui pesantren wirausaha, saya menggunakan dua sahabat saya yang terpercaya: Agung Yuniarto (Manager Keuangan) dan Akbar Mahali (Direktur Bisnis).

Selain itu, penggalangan dana juga terjadi dalam urusan bisnis (crowdfunding). Saya juga menyarankan, jangan mudah mengajak orang lain untuk berinvestasi di bisnis Anda. Apabila bisnis Anda belum siap, maka mengajak atau mengumpulkan dana dari masyarakat itu bisa mejadi malapetaka bagi Anda.

Sementara bagi Anda yang tertarik dengan berbagai tawaran investasi dari pihak-pihak tertentu. Pikirkanlah secara mendalam sebelum Anda menerima tawaran itu. Jangan sampai Anda sembrono dan tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan.

Dan apabila Anda sudah memutuskan ikut, jadilah investor yang dewasa, siap menanggung resiko dan tidak oportunis. Jangan sampai saat keuntungan besar Anda diam, sementara saat kerugian terjadi Anda berkoar-koar. Bukankah Anda berinvestasi itu keputusan Anda? Bukankah saat untung Anda yang menikmati? Mengapa saat rugi Anda mengajak orang lain untuk peduli?

Boleh jadi Anda berniat baik mengumpulkan dana dari masyarakat, tetapi bila tidak disertai cara-cara yang baik maka bisa berdampak tidak baik bagi kehidupan Anda. Berhati-hatilah.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

2 thoughts on “Hati-Hati Mengumpulkan Dana”

  1. alefiko says:

    Benar kek, terima kasih sudah diingatkan 🙂

    1. Sama-sama, salam SuksesMulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.