Hati-Hati Dengan Kalimat Motivasi

Hati-Hati-Dengan-Kalimat-Motivasi.png

Saya dapat ilmu dan cerita dari adik ipar saya tentang pentingnya memahami kalimat motivasi. Salah memahaminya bisa salah kaprah dalam penerapannya.

Dikisahkan, Ada seorang trainer bertanya sama seseorang, “kalau saya minta anda pilih, pilih alat mancing atau milih ikan 500kg?”

Lelaki itu menjawab, “saya pilih ikan 500kg.”

Si trainer menggelengkan kepala sambil tertawa, katanya, “anda terlalu naif, apakah anda tidak tahu bahwa 500kg ikan bisa habis dimakan sedangkan alat mancing bisa memancing ikan terus menerus selamanya.”

Lelaki itu menjawab, “Anda yang tidak mengerti. 500 kg ikan bisa dijual bila sekilonya 50 ribu saya bisa mendapatkan 25 juta, sedangkan alat mancing harganya hanya sekitar Rp. 500 ribu, beli 10 set hanya sekitar Rp. 5 juta.

Saya bisa bayar Rp.5 juta untuk menggaji 10 orang untuk memancing ikan bagi saya. Dan saya bisa mengambil Rp. 5 juta utk bersedekah. Sisa uang bisa dibuat hal lain. Contohnya jalan-jalan berwisata, kuliner, dan bisa main game online. Sambil main game online saya bisa sambil menjaga orang-orang yang memancing ikan. Ikan hasil mancing bisa saya jual lagi. Nah, hobby mancing saya tersalurkan, bisa bersedekah, bisa bersosialisasi, bisa membuka lapangan pekerjaan, dapat untung lagi.”

Sang trainer bertanya, “kamu orang mana?”

Lelaki itu menjawab, “orang Padang.”

Trainer berteriak “onde mande… Orang Padang memang benar-benar pandai dagang.”

beda-satu-huruf

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

2 thoughts on “Hati-Hati Dengan Kalimat Motivasi”

  1. hahahha… keren emang orang padang itu

  2. Dani says:

    Nah ini… saya pribadi punya pendapat, bahwa seharusnya kalimat motivasi dan kata-kata mutiara itu jangan dijadikan sekadar buat gaya-gayaan. Sejatinya, kalimat motivasi dan kata-kata mutiara itu dijadikan sebagai CATATAN POLA SUKSES dan POLA GAGAL.

    Makanya conditional pula, tidak bisa asal kita lafadz-lafadzkan agar terkesan estetik saja. Lebih dari itu, harusnya efektif dan solutif.

    Makasih banyak Kek Jamil, dapat contoh baru nih saya jadinya. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published.