Hati-Hati dengan Bahasa Jawa

Share this
  • 176
  •  
  •  
  •  
  •  
    176
    Shares

Pekan lalu saya memberikan seminar untuk salah satu perusahaan tambang di Melak Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Saat berangkat saya menggunakan pesawat Jakarta-Balikpapan-Melak. Pulangnya saya menggunakan speed boat 3 jam kemudian dilanjutkan perjalanan darat 7 jam hingga tiba di Balikpapan.

Banyak cerita menarik yang saya dapat selama perjalanan. Salah satunya cerita yang akan saya sampaikan ini. Saya tidak tahu ini nyata atau hanya kreativitas mereka untuk mengurangi rasa rindu dengan keluarga.

Dikisahkan, seorang guru dari Jawa ditempatkan untuk mengajar di Pedalaman Melak. Suatu hari, seorang muridnya menangis karena anjing kesayangannya sakit.

Sang murid meminta tolong kepada gurunya untuk mengobati anjingnya itu. Guru asal jawa yang tidak mengerti pengobatan ini pun menyanggupi demi menenangkan hati sang murid. Tiba di rumah muridnya ia langsung mendatangi anjing yang tampak tidak berdaya.

Sang guru menutupi badan anjing itu dengan kain. Kemudian, ia letakan tangannya di atas kain tersebut sambil berkata, “Asu-asu [anjing-anjing], kowe [kamu], nek arep [kalau mau] waras [sehat] yo waraso [segeralah sehat]. Nek arep [kalau mau] modar [mati] yo modaro [segeralah mati]. Sang murid merekam kejadian tersebut dengan HP.

Tak dinyana, beberapa hari kemudian anjing itu sehat. Sang murid berkeyakinan ini pasti berkat doa-doa dari gurunya. Ia pun membuka rekaman kejadian itu lalu menghafal ucapan sang guru yang dikira doa dari leluhur sakti. “Asu-asu, kowe nek arep waras, yo waraso. Nek arep modar, yo modaro.”

Suatu hari, sang guru tidak datang ke sekolah karena sakit. Sang murid yang merasa berhutang budi kepada gurunya itu segera datang menjenguknya. Melihat gurunya berbaring lemas, ia mengambil sarung dan meletakkanya di atas tubuh sang guru.

Baca Juga  Jangan Sembarangan Mencontoh

Tak lama kemudian, sang murid duduk bersila sambil memegang tubuh sang guru. “Asu-asu, kowe nek arep waras, yo waraso. Nek arep modar, yo modaro,” ucapnya berkomat-kamit. Sang guru pun tertawa terpingkal-pingkal dan langsung sehat.

Hehehehe… Jangan dicoba bila guru Anda sakit, ya…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook


Share this
  • 176
  •  
  •  
  •  
  •  
    176
    Shares

18 comments On Hati-Hati dengan Bahasa Jawa

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer