Hati-Hati dengan Bahasa Jawa

dog.jpg

Pekan lalu saya memberikan seminar untuk salah satu perusahaan tambang di Melak Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Saat berangkat saya menggunakan pesawat Jakarta-Balikpapan-Melak. Pulangnya saya menggunakan speed boat 3 jam kemudian dilanjutkan perjalanan darat 7 jam hingga tiba di Balikpapan.

Banyak cerita menarik yang saya dapat selama perjalanan. Salah satunya cerita yang akan saya sampaikan ini. Saya tidak tahu ini nyata atau hanya kreativitas mereka untuk mengurangi rasa rindu dengan keluarga.

Dikisahkan, seorang guru dari Jawa ditempatkan untuk mengajar di Pedalaman Melak. Suatu hari, seorang muridnya menangis karena anjing kesayangannya sakit.

Sang murid meminta tolong kepada gurunya untuk mengobati anjingnya itu. Guru asal jawa yang tidak mengerti pengobatan ini pun menyanggupi demi menenangkan hati sang murid. Tiba di rumah muridnya ia langsung mendatangi anjing yang tampak tidak berdaya.

Sang guru menutupi badan anjing itu dengan kain. Kemudian, ia letakan tangannya di atas kain tersebut sambil berkata, “Asu-asu [anjing-anjing], kowe [kamu], nek arep [kalau mau] waras [sehat] yo waraso [segeralah sehat]. Nek arep [kalau mau] modar [mati] yo modaro [segeralah mati]. Sang murid merekam kejadian tersebut dengan HP.

Tak dinyana, beberapa hari kemudian anjing itu sehat. Sang murid berkeyakinan ini pasti berkat doa-doa dari gurunya. Ia pun membuka rekaman kejadian itu lalu menghafal ucapan sang guru yang dikira doa dari leluhur sakti. “Asu-asu, kowe nek arep waras, yo waraso. Nek arep modar, yo modaro.”

Suatu hari, sang guru tidak datang ke sekolah karena sakit. Sang murid yang merasa berhutang budi kepada gurunya itu segera datang menjenguknya. Melihat gurunya berbaring lemas, ia mengambil sarung dan meletakkanya di atas tubuh sang guru.

Tak lama kemudian, sang murid duduk bersila sambil memegang tubuh sang guru. “Asu-asu, kowe nek arep waras, yo waraso. Nek arep modar, yo modaro,” ucapnya berkomat-kamit. Sang guru pun tertawa terpingkal-pingkal dan langsung sehat.

Hehehehe… Jangan dicoba bila guru Anda sakit, ya…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

18 thoughts on “Hati-Hati dengan Bahasa Jawa”

  1. mhd husni tarigan says:

    Hahahahaa jumat barokah kek

  2. dedy says:

    mantapp kek…ngakak abis..

  3. Ora Dadi Opo says:

    😀 wkwkwk 😀
    miss komunikasi klo tak saling intropeksi diri bs berabe ya kek…
    🙂

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehe….

  4. Zuu says:

    Lucu bingit kek. Dan pesan yg bisa diambil adalah, kita harus…..

    1. Jamil Azzaini says:

      Ayo diisi srndiri….

  5. Davied Vierronieca says:

    Ha…ha…ha… *ketawaguling2

    1. Jamil Azzaini says:

      Makan kambing guling yok….hehehr

  6. ali samsudin says:

    ha ha ha ha bocah kreatif

  7. Tifani Athifah says:

    Yang lagi sakit *Waras seketika kek* 😀
    Ketawaaaa sendiri di siang-siang yg mendung nih kek…

  8. diniSumaryanti says:

    Hihihi..#NgakakAnggun

  9. ratrina says:

    hahahaha……

  10. EventJogja.Com says:

    hahaha, klo dicoba bisa menimbulkan ketidakwarasan suasana 😀

  11. arsyad says:

    Mantabz! Saya baca di busway, haduwh, senyum2, 2 7 2 hehehe

  12. giri says:

    Wkkkkk…..bikin perut jd mules…maturnuwun guru…
    Sesuatu itu perlu serahkan pd ahlinya ya pak..

  13. Anonymous says:

    Yen aku gurune bilang.Pada Pada ASUNE aja pada NYAKOT.

  14. Sultan says:

    Kemarin dapat bc bbm cerita ini, sy yakin yg broadcast pasti baca dari blog ini 🙂

  15. suratinah says:

    wkwkwkwkwk…ngakak

Leave a Reply

Your email address will not be published.