Harapan dan Kekhawatiran

Hidup adalah perpaduan antara harapan harapan dan beberapa kekhawatiran. Harapan terwujud dalam impian dan resolusi hidup yang kita buat. Kekhawatiran menjelma dalam rasa takut dan kegelisahan.

Saya punya banyak impian yang saya tuangkan di dalam proposal kehidupan. Sebagian besar aktivitas saya fokus merealisasikan apa yang tertulis dalam proposal hidup itu. Kehidupan saya penuh gairah dan semangat karena setiap desah nafas dipenuhi berbagai harapan.

Namun, saya juga memiliki kekhawatiran. Sebagai seorang pebisnis kekhawatiran utama adalah tidak bisa menggaji karyawan dan kebangkrutan usaha. Sebagai orang tua khwatir bila tidak bisa menjadi suri tauladan bagi darah daging saya. Sebagai anak khawatir tidak bisa membahagiakan orang tua dan khawatir membuat mereka kecewa telah melahirkan saya. Sebagai suami saya juga memendam rasa khawatir sehingga muncul pertanyan, “Apakah saya sudah memberikan yang terbaik untuk belahan jiwaku?”

Sebagai pimpinan pesantren wirausaha terkadang juga khawatir, apakah para alumninya bisa menjadi pengusaha.  Apakah mereka bisa memutus rantai kemiskinan di keluarganya? Apakah curahan energi, waktu dan biaya yang kami alokasikan sebanding dengan hasilnya?

Sebagai pengkader trainer sering juga muncul rasa takut, mungkinkah trainer yang saya kader bisa menjadi hebat di panggung sekaligus hebat dalam kehidupan nyata? Sebagai trainer saya juga gelisah, apakah para peserta training yang menghadiri kelas saya memperoleh manfaat melebihi investasi yang sudah mereka keluarkan?

Saya juga sering gelisah, jangan-jangan saya hanya pandai berucap tapi malas dalam bertindak. Saat menulis untuk web inipun saya terkadang khawatir, mungkinkah tulisan ini bisa memberi manfaat, menginspirasi dan menghibur para pembacanya?

Harapan dan kekhawatiran harus selalu ada dalam diri kita. Tanpa harapan hidup Anda hampa dan tidak bergairah. Tanpa kekhawatiran, Anda bisa merasa paling hebat dan tak mau berbenah. So, apa harapan dan kekhawatiran Anda?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

20 thoughts on “Harapan dan Kekhawatiran”

  1. muhamad IDE ambardi says:

    Harapan saya adalah saya bisa menjadi seorang TRAINER yang bisa menginspirasi peserta training saya mampu melakukan Anti Korupsi, dan Kekhawatiran saya adalah bagaimana saya mampu melawan “budaya” yang sudah mengakar lama di negeri ini.

  2. Juwita_hsu says:

    Benar skali kek,
    Hidup tnpa hrapan/impian/tujuan sma sj spt mayat hidup. Tanpa kekhawatiran, akan timbul keangkuhan πŸ™‚ trimakasih ats pncerahannya kek πŸ™‚

  3. sbentar lagi saya mau sidang tugas akhir Kek. saya berharap bisa menghadapinya dengan tenang, lancar, dan mendapat nilai sempurna.
    kekhawatiran saya, takut barangkali ketika sidang gak bisa jawab pertanyaan dari para penguji..

    Bismillah, semoga kekhawatiran saya tidak berlebihan.
    Doain saya ya Kek, sidangnya sukses.dan dapat nilai A sebulat2nya.aamiin

  4. Anggit Setyaningsih says:

    Hrpn2 sy bs mwujudkn impian2 sy yg trtuang dlm proposal hidup.Kekhawatiran sy tkut ga bs mmbhagiakan ortu&ga bs brmnfaat

  5. aandes says:

    harapan saya ingin memulai bisnis, sekaligus bisa dekat dengan orang tua dan mertua( bapak yang sudah renta dan mertua yang sudah sakit sakitan) , kekhawatiran saya, bisnis saya akan gagal dan saya tidak bisa menafkahi istri saya……. menurut bapak jamil apa yang harus saya lakukan semisal bapak mengalami hal seprti saya..????????????? besar harapan saya bisa dibalas via email… makasih pak…

  6. Ano says:

    Salam sukses mulia.
    Trimakasih, hampir setiap pagi saya mampir k blog ini, walau kadang telat, tp sll memantau.
    Kekawatiran memang slalu ada, it yg mbt kt mawas diri.

  7. Aandes, saya tidak tahu kondisi persis Anda. Tergantung ortunya tinggal dimana? Kalau tinggal di suatu tempat yang kegiaan ekonominya mandek atau mati maka tidak cocok membuka bisnis di sana. Tetapi kalau ortu tinggal di suatu tempat yg kegiatan bisnisnya hidup membuka usaha adalah pilihan yg tepat. Salam SuksesMulia

  8. annisa says:

    Bener kek, hidup penuh dgn harapan dan kekhawatiran. (Γ‹ΛœΓ’β€“ΒΌΓ‹Λœ)à¸‑!

  9. kekhawatiran dan rasa bersalah selain mempunyai efek negatif, juga mempunyai potensi utk mengubah diri menjadi lebih baik krn rasa bersalah dpt membantu kita menyadari dan memperbaiki kekeliruan atau kekhilafan yg pernah kita lakukan. Semoga kita termasuk golongan orang2 ini…

  10. dewi says:

    harapan saya ingin menjadi kaya semuda mungkin dan bermanfaat bagi banyak orang, kekhawatiran saya skala prioritas utama saya utk mewujudkan keinginan terbesar Ibu saya agar saya menikah belum terwujud pdhl usia saya sudah cukup (cukup mengkhawatirkan…hehhehhe), jd bagaimana bisa saya mengalihkan fokus saya sebelum skala prioritas utama terwujud ya Pak?

  11. anas surahman says:

    Luar Biasa Kang.

    Semangat dan pilu menjadi satu.
    semoga ALLOH SWT mengrahmati kita semua. Amien.

  12. zaki says:

    kok postingannya lebih detil tentang kekhawatirannya ya pak daripada harapannya? πŸ™‚

  13. iiholillah says:

    antara harapan (roja’) dan kekhawatiran (lupa arabnya)
    hujjatul islam ibnu qooyim al jauziah

    harapan itu menumbuhkan kecintaan kita kpd Alloh krn kita senantiasa berharap hanya kepadanya bukan kpd apa yang kita harapkan,aktivitasnya bukan kepada objeknya

    sementara kekhawatiran sesungguhnya keragu-raguan karena adanya jarak antara manusia dengan Pencipta sehingga terkadang menipu dan membuat aktivitas kita mendekati objeknya

    (itu yang teringat dlm memori saya tentang kitab “Penawar Hati yang Sakit”)
    wallohua’lam…

  14. ridha says:

    Kata Ustad, namanya khauf dan roja’ Pak. Betul banget. Kudu kita miliki. Salam sukses mulia!

  15. Aidan says:

    kalo misalnya terlalu banyak khawatir sehingga menjadi ragu untuk merealisasikan harapan gimana pak??
    saya terkadang merasa seperti itu..
    khawatir kalo harapan tdk tercapai akan sedih dsb..

  16. boeloek says:

    SEmoga kekhwatiran Dan pngharapan pada manusia ini dapat dikendalikan sesuai kadarnya, serta dapat ditempatkan pula sesuai dg porsinya…*pintaku padaMU*

  17. erickazof says:

    ada siang ada malam, ada hidup ada mati, ada laki-laki ada perempuan, sepertinya didunia ini diciptakan berpasang-pasangan…

    ada harapan ada kekhawatiran, kedua hal itu ada..tinggal bagaimana kita menyikapinya.. πŸ™‚

    Nice kek..!
    Harapan saya : segera menikah muda agar mendapatkan rezeki dan nikmat, dan social entrepreuner (membangun TK muslim yang berjiwa entrepreuner)

    Kekhawatiran saya : Saya menjadi terlalu egois dan menjadi lalai dalam beribadah (terlalu cinta dunia)

    salam sukses mulia kek!

  18. Hasan says:

    Harapan terdekat saya saat ini adalah mampu membangkitkan kembali usaha kami yang hampir gulung tikar. Sehingga kebahagiaan keluarga dan karyawan tidak terenggut. Mohon doanya bagi sekalian pembaca dan tentunya Pak Jamil Azzaini.

  19. semoga dengan hadirnya kekhawatiran, maka kita akan banyak berjuang untuk mencapai tujuan…

  20. novi says:

    pak saya menikah ketika saya mash kuliah semster 5 setelah sidang skripsi saya melahirkan seorang putri n saya memtuskan untuk menjaga n mengasuh anak dengan tangan saya sendiri sehingga sy nyaris tidak punya penglaman kerjaa,,melihat teman22 saya yang sudah bekerja terkadang timbul rasa ingin bekerja,,,saya berharap bisa mengasuh anak sya dengan baik krna sy yakin tidak ada seorang [un yang dapt mengasuh buah hati sebaik ibunya sendiri,,tapi disisi lain sy punya kekhawatiran,,suatu saat ketika saya ingin bekerja sy tidak punya pengalaman kerja mana ad perusahaan yang merekrut karyawan yang ridk punya pengalaman kerja n umusrpun semakin bertambah,,apa yang harus sya lakukan?sy tetep menjadi ibu rRT atau kah sy harus mulai bekerja diluar?

Leave a Reply

Your email address will not be published.