Hanya Plan A

“Jika Anda punya lebih dari tiga prioritas berarti Anda tidak punya prioritas.” (Jim Collins)

Guru kehidupan saya mengajarkan, “Biasakan hanya memiliki Plan A, tak perlu menyiapkan Plan B atau Plan C.” Mengapa? Saat kita fokus hanya pada Plan A maka energi dan perhatian kita akan jauh lebih bertenaga.

Selain itu, pikiran kita akan selalu “dipaksa” agar Plan A berhasil. Tidak terbesit dalam pikiran, “Ah, gak apa-apa gagal, kan masih ada Plan B.” Dengan paradigma hanya ada Plan A, maka saat perencanaan dan pelaksanaan semua energi kita akan fokus untuk menyukseskan Plan A.

Bagaimana bila ternyata Plan A gagal? Maka buatlah Plan A yang baru dan kerahkan semua energi untuk menyukseskan Plan A terbaru tersebut. Sejak saya mempraktekkan nasihat guru kehidupan tersebut, saya terbiasa melakukan yang terbaik tidak cukup hanya sekadar baik.

Fokus pada Plan A membuat kita lebih mudah menetapkan prioritas kerja. Dan perlu Anda ketahui, terlalu banyak prioritas adalah salah satu penyebab seseorang tidak mendapatkan apa-apa. Dampak negatif lainnya, bersemangat saat awal namun akhirnya kehabisan energi saat pekerjaan atau kegiatan dimulai. Saya jadi mengerti mengapa para ahli tidak menyarankan untuk melakukan aktivitas multi tasking.

Saat kita mengerjakan suatu pekerjaan biasakan untuk fokus pada pekerjaan itu dengan proses terbaik dengan harapan mendapat hasil yang terbaik. Mulailah dari hal-hal yang sederhana. Saat sedang diskusi atau ngobrol dengan anak dan istri, lakukanlah dengan cara yang terbaik. Jangan biasakan disambi dengan bermain gadget atau menonton TV. Begtu pula saat mengendarai mobil atau motor jangan biasakan sembari SMS atau telepon-teleponan.

Biasakanlah pada Plan A agar Anda terbiasa memperoleh nilai A dalam semua aktivitas yang Anda lakukan. Dalam bahasa agama biasakanlah “khusyu” saat beribadah kepada Sang Maha Pencipta. Kerahkan dan curahkan semua energi untuk menuntaskan apa yang sedang kita lakukan. Wallahu’alam bishawab…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBnC9


Bagikan:

15 thoughts on “Hanya Plan A”

  1. heri smile says:

    Siaaap gurunda, hanya dan hanya plan A..menuju suksesmulia. Tks for inspiration today.

  2. exel randy orlanda says:

    Waw…yes,just ONe visiON ONe Planning(Hanya Plan A) !!! Sukses deh buat kita semua,amiinn YRA .. SyukrON Pak atas tulisan inspiratifnya pagi ini,heheh 🙂 salam SuksesMulia !!!

  3. Bagus W says:

    Plan B-erdoa.

    Salam HuluHilirHalal.

    @wickrady
    🙂

  4. esti says:

    yes.. I agree to do plan: A1. Salam succes, lofty in the world & the beyond 🙂

  5. ///AJI says:

    Terima kasih inspirasinya pak Jamil. Dengan fokus pada plan A membuat kita kepepet harus sukses.

  6. Gus Zubairi says:

    Labbaik….siaap insyaAllah. Makasih kek @jamilazzaini. Kalau ke Surabaya colek me kek, pengin ketemu…he he

  7. Dudy says:

    Berarti hanya plan A aja dong pak?

  8. @rahmvma says:

    Plan A and Plan A again !
    “Fokus adalah kunci ke-khusyuk-an dalam sholat.” kata guru saya 🙂

  9. mudricoh says:

    kerahkan setiap energi yang dipunyai kek pada satu tujuan. plan,do,chekc,plan by do and check.

  10. Wah dengan sebuah kesiapan akan saya focuskan planning utama saya,,,,, tanpa ada plan BCDEFGHIJKLMNOPQRSTU_Z
    hehe

  11. b’laku ketika cari pasangan hidup jg gak ne om? 😀

  12. saiful says:

    Terimakasih pak.. Sangat membantu saya ketika memulai berbisnis

  13. sutanto says:

    setuju dengan plan A pak..!

  14. deni bintoro says:

    wright bersaudara mencoba pesawat terbang ciptaanya di sebuah lahan yg terhampar luas, bukan di sebuah tebing yg tinggi… karena mereka tau bahwa mereka akan gagal. Alternatif a-z tetap diperlukan dalam membuat sebuah perencanaan. itu juga yg disampaikan Robert T Kiyokasi dalam bukunya Retire young Retire Rich. jika gagal hanya dengan 1 plan maka akan kecewa luar biasa. seperti ketika kita mendorong sebuah pintu dengan tenaga yang kuat dan pikiran yg fokus, kemudia pintu tersebut dibukakan, kita pasti akan jatuh.

  15. Azhar Ilyas says:

    Baru di sini saya menemukan penjelasan mengapa penting hanya memiliki sedikit plan. Terima kasih, Pak. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.