Hal Kecil Bisa Menjerumuskan

Mungkin Anda pernah mendengar pepatah ini: Semakin tinggi pohon semakin besar terpaan anginnya. Semakin tinggi kedudukan seseorang atau semakin sukses seseorang akan semakin besar cobaannya. Namun bukan berarti hanya cobaan besar yang akan “mengganggu” kita, waspada pula dengan cobaan kecil sebab itu bisa membuat terlena.

Saya pernah mendapati kisah tentang seekor monyet yang bergelantungan di pohon. Apa yang terjadi saat angin besar mendatangi pohon itu? Si monyet akan berpegangan sangat kuat agar tidak tejatuh. Namun bila angin datang sepoi-sepoi, ia menikmati hembusan semilir angin hingga tertidur di pohon. Keasyikan tidur membuatnya lupa berpegangan dan akhirnya terjatuh juga.

Pemisalan itu mengandung banyak makna. Pertama, ujian-ujian kecil yang datang justru bisa melenakan dan membuat Anda terjatuh. Sebagian kita mungkin ada yang berkata, “Ah, itu hal kecil dan bisa kita atasi.” Sesuatu yang kecil tetapi terus menerus terjadi dan dibiarkan bisa merusak kehidupan dan kepercayaan orang lain.

Seorang karyawan saya setiap hari menggunakan uang usaha untuk kepentingan pribadinya. Memang kecil, hanya satu lembar, dua lembar ia ambil uang yang bukan haknya. Hasilnya, selama 4 bulan ia sudah menggunakan puluhan juta rupiah. Kepercayaan yang sudah ia bangun selama bekerja dengan saya hancur. Bukan hanya itu, iapun kehilangan pekerjaannya. Padahal kehidupannya sedang menanjak dengan hasil yang ia peroleh dari pekerjaan itu.

Kedua, dosa-dosa kecil yang dilakukan berulang juga bisa menjatuhkan hidup kita. Banyak orang yang dijauhkan dari Allah SWT secara perlahan-lahan. Awalnya ia berpegang teguh pada agamanya, kemudian menjadi orang yang permisif (membolehkan banyak hal yang salah). Akhirnya, ia terbiasa dengan hal-hal yang kompromistis. Ironisnya lagi ia merasa tidak  bersalah.

Apa yang terjadi kemudian? Suap dianggap sedekah atau hadiah. Berani mengambil harta haram dengan alasan daripada dimanfaatkan oleh golongan lain. Ikut melakukan sesuatu yang salah dengan alasan darurat. Melakukan pembenaran dengan berkata, “Sistemnya memang sudah begitu.” Dalam kondisi seperti ini sebenarnya kita sedang dijauhkan dari Allah, perlahan namun pasti tetapi banyak yang tidak menyadari.

Intinya, setiap saat kia harus waspada, mawas diri dan tidak boleh terlena. Sungguh suatu kerugian besar bila secara perlahan kita menuju jurang kehancuran dan kesesatan namun kita tidak menyadarinya. Waspadalah, hal kecil bisa menghancurkan dan menjerumuskan hidup Anda…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

22 thoughts on “Hal Kecil Bisa Menjerumuskan”

  1. nia says:

    jlebb…
    Menusuk ke hati..
    Terima kasih utk pencerahannya…

  2. Anggit Setyaningsih says:

    SETUJUUU!!!
    Hal2 kecil kalo disepekan justru akan mjd masalah yg besar.
    Belajar untk ga menyepelekan hal2 kecil 😉

  3. Dyah says:

    Kalo kita memulai hal kecilnya untuk hal yang positif seperti sedekah dari yang kecil2 tapi terus menerus akhirnya akan menjerumuskan ke sedekah yang lebih besar dan berkelanjutan..:-)

  4. mustika yanti says:

    Betul sgt, kadang2 hal kecil sering mbuat terlena, krn “kecil” nya itu kali ya pdhal jika tidak waspada akan mengakibatkan sstu yg besar.
    Syukron sdh mengingatkan pak. . .

  5. Jadi teringat dengan pepatah lama,
    Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

    Kalau perbuatan baik yang dilakukan sedikit demi sedikit akan menjadi banyak dan memberikan manfaat baik kepada diri sendiri maupun kepada oranglain, maka hal sebaliknya terjadi pada perbuatan buruk.

  6. Selalu meninspirasi setiap pagi, Syukron kek..Salam SuksesMulia 🙂

  7. Subhanallah..
    Sarapan jiwa yang luar biasa pagi ini. Semoga kita bisa menjadi orang yang peka terhadap hal² kecil yang dapat merubah hal besar. Kecil tapi konsisten lebih IA sukai drpd besar tapi hanya sekali-kali. Salam SuksesMulia Mbah 🙂

  8. novirica says:

    Apa mungkin itu jg ya pak wkt saya kja gaji emg lumayan tp kerjaan saya ragu ngerjainnya&ada pertentangan batin saat mlakukanny tp slalu diyakinkan dgn lingkungan kja bahwa itu wajar,emg bgitu,biasa kok.. bgitu saya resign dari tempat yg mengandung ”begituan” hati,jiwa,raga bisa lgsung enteng, plonggg… Rasanya kyk terbebas dr belenggu. Sampe tman saya bingung, kluar kja kok malah sneng, pdhl yg laen takut dipecat. Meski rada kaget jg terbiasa gajian mndadak tidak gajian bulan brikutnya. Apa itu bs disebut alrm jiwa?

  9. donis says:

    Keren…kek
    Gelombang besar disertai badai aja ngak bisa menghancurkan batu karang tp tumbuhan kecil yang di biarkan bisa menghancurkan karang trsb

    Bener kek..
    Alright..

  10. herwan nov says:

    vitamin pagi baca artikel kakek.. berbobot penuh inspirasi

  11. makasih sudah menginspirasi… seneng berkunjung kesini… selalu saja ada yang dipelajari

  12. Suriksodi S says:

    Subhanallah…
    Dahsyat luar biasa nasehatnya. Ya Allah bantu hamba u tidak terjerumus pada kebiasan buruk yang remeh temeh namun menjerumuskan hamba. Amiiin.

  13. nufadilah says:

    Istidraj : anugrah atau rizki yang dilimpahkan Allah kepada mereka yang berbuat maksiat. Mereka mengira itu kenikmatan yang diberikan padahal tanpa mereka sadari hal itu dapat menghancurkan mereka. Waspadalah, waspadalah! hehe

  14. Sama seperti cerita Katak Rebus.,
    Katak yang dimasukan ke dalam air mendidih akan langsung meloncat..
    Katak yang dimasukan air dingin tetapi dipanaskan sedikit demi sedikit akan terlena dan menjadi katak rebus..
    Inspiratif sekali kek..

  15. irwan says:

    Jazakallah jaddun Jamil…telah mengingatkan kt smw

  16. Yudhi says:

    Seperti kata pepatah Rajin Pangkal Pandai,,ehh maap Kek bukan itu..
    Sedikit Sedikit Lama Lama Jadi Bukit
    Kalau ga ada sedikit ga ada banyak
    kalau ga ada langkah pertama ga ada langkah ke seribu
    Thanks Kakek..

  17. Gustiardi says:

    terima kasih kek jamil, tulisanmu sangat berarti untukku, salam sukses mulia.

  18. awang says:

    Sedikit-sedikit lama2 jadi bukit..pepatah asli indonesia..berlaku juga untuk maksiat,bkan hanya tabungan..:)

  19. widi raspito utomo says:

    trims advice nya pak,

  20. Mekoh says:

    waduh, hari ini saya terlambat comment nih.
    Saya terinspirasi dengan terbiasanya orang menganggap dosa kecil gak pa pa, tapi dilakukan berulang-ulang.
    Mungkin saya termasuk yang suka melakukan hal seperti itu.
    Astaghfirullahal Adzim, Ampun ya Allah.
    Terima kasih Guru untuk tulisannya hari ini.

  21. Ardha says:

    Muantaaapp… Belajar pengalaman dari Orang lain… Kepercayaan itu mahal harganya…

Leave a Reply

Your email address will not be published.