Hadirkan “Buaya” Dalam Hidup Anda

Sahabat saya, Indrawan Nugroho, pernah mengisahkan sebuah cerita menarik. Katanya, dahulu kala ada seorang raja yang memiliki anak perempuan sangat jelita. Begitu cantik dan eloknya, putri raja ini menjadi rebutan para pangeran dan pemuda. Sang raja bingung menentukan siapa calon menantunya.

Raja yang dikenal bijaksana ini akhirnya membuat sayembara. “Wahai para pemuda, siapa yang mau menjadi menantuku berkumpulah pada tanggal 9 bulan 8 di sungai depan istana.”

Pada hari yang telah ditentukan, ratusan pemuda yang ingin mempersunting puteri raja berkumpul dengan penuh semangat dan gairah. Saat yang raja muncul beserta puterinya semua hadirin berdiri dan bertepuk tangan.

Sang rajapun membuka sambutan dengan mengatakan, “Wahai para pemuda di seberang sungai sana, hari ini saya akan menentukan siapa yang berhak menjadi menantuku. Caranya, berenanglah menyeberangi sungai di depan kalian dan siapa yang sampai di seberang sini kemudian bersalaman denganku dialah yang berhak menjadi menantuku.”

Para pemuda segera bersiap berenang menyeberangi sungai. Tiba-tiba, sambil membalikkan tubuhnya sang raja melemparkan daging ke sungai, ternyata puluhan buaya muncul dan memperebutkan daging itu.

“Ayo siapa yang mau menjadi menantuku, berenanglah!” ujar sang Raja.

Ditunggu beberapa menit tak ada yang berenang. Karena tak ada tanda-tanda akan ada yang berenang sang raja berkata lebih lantang, “Ayo siapa yang mau menjadi menantuku berenanglah!”

Setelah hening beberapa saat, tiba-tiba seorang pemuda melompat ke dalam sungai itu. Semua orang melihat pemuda itu berjuang mati-matian menghindari buaya. Kadang ia berlari di atas tubuh buaya, kadang ia berenang, kadang ia menyelam. Dan akhirnya pemuda itu berhasil menyeberangi sungai itu.

Sang raja langsung mendatangi pemuda gagah berani itu dan menyalaminya sambil bekata, “Selamat! Kamu berhak menjadi menantuku, sebelum aku pertemukan dengan puteriku, adakah sesuatu yang akan kamu katakan?”

Sambil terengah-engah pemuda itu menghadap ke arah para pemuda di seberang sungai sambil berteriak, “Hai para pemuda di seberang sungai sana! Siapa yang tadi mendorong saya ke sungai!?”

Insan SuksesMulia, terkadang kita perlu “diceburkan” oleh orang lain untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang penuh dengan tantangan (buaya). Karenanya, jangan pernah menolak bila Anda diberi tugas yang menantang oleh atasan Anda atau klien Anda.

Akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang secara berkala mengundang “buaya” (tantangan) dalam hidup Anda. Bila hal ini Anda lakukan, hidup Anda akan penuh warna dan kehidupan bak istana beserta permaisuri ayu serta berbagai layanan kelas satu menanti Anda.

Ayo “buaya” apa yang akan Anda hadirkan selama tiga bulan kedepan?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

31 thoughts on “Hadirkan “Buaya” Dalam Hidup Anda”

  1. juli says:

    😀 haha… cara ngambil hikmahnya itu lho yang unik… great, Pak!

  2. Abdul Hakim says:

    Wah bisa aja nih Pak Jamil. Udah serius2 bacanya eh ternyata dia diceburin toh 😀

  3. Budi Santoso,S.Sos says:

    Cerita ini mungkin derivasi dari “Berilah hiu2 kecil dalam hidup anda”. Tapi biasanya orang yang menceburkan dengan niat utk mencelakakannya, tp bagi pemuda tsb malah menjadi suatu keberhasilan. Krn didasari dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Allohu Akbar!!!!!!!!

  4. Sukendar says:

    Luar Biasa kang Jamil……

  5. budi says:

    lucu tp menggugah pikiran tuk smangat.salam sukses mulia pak jamil.

  6. Anggit Setyaningsih says:

    Kl di buku om,ini spt crta ‘mengundang hiu2 kecil’ ya 🙂
    sangat inspiratif bgt!!
    Target sy dlm wktu 3 bln ke depan: skripsi fix dan harus LULUS Kuliah.
    Demi org tua dan klrga.amiin

  7. asmi says:

    sudah sering baca dan denger cerita ini, yupz semakin banyak tantangan dan permasalahan akan membuat kita jadi kreatif mengatasinya. SEMANGAT PAGI!

  8. siti mukaromah says:

    Alhamdulillah..saya pernah didorong dan kecebur…sakit memang..namun akhirnya penuh hikmah..Oleh krn itu saya sekarang berani menceburkan diri..he..he…

  9. yunima says:

    Terima kasih bnyak Om untuk insprasinya hari ini..
    Semangaaaatttttt…

  10. Fuad Janesa says:

    saya pernah mendengar cerita ini yg disampaikan langsung oleh mas jamil, di pelatihan singkat di PT. surveyor indonesia sekitar setahun yang lalu. pelatihan yg bermanfaat mas. sukses trus

  11. putri says:

    nah, tu dy..kadang pikiran negatif yg bikin g maju2..belum jg dcoba..#refleksi diri

  12. dhieliem says:

    hehe..seperti biasa ini om jamil, guyonannya selalu ada hikmahnya! 😀
    tapi kayaknya pernah denger dari bukunya om @JayaYEA apa ya? 🙂

  13. agus says:

    Ya..benar…sy juga pernah diceburin mas jamil di kolam buaya..th.2004 sy baru stahun blajar mnjadi trainer,psertanya mhs..suatu minggu,mas jamil nelp sy..”Mas Agus..gantiin sy ngisi training di Malang ya?jdwl sy bentrok…psertanya “anak-anak” telkom”..dg smnagat sy brkt ke malang,yg sy byangkn adlh anak2x MT. Bgitu smpa Malang, trnyata psrtanya Kadiv & Manager..wah panas dingin rasanya. Tpi sy brfikir..kalau sy gak all out dan trkungkung dg ktakutn sy, habislah sy..akhirnya dg full power sy tampil..dan alhamdulillah akhir acara semua peserta standing applaus..tx mas jamil, yg telah mnceburkan sy di “kolam buaya” (:.

  14. Jamil says:

    Mas Agus, kalau yang kecebur mas Agus buayanya gak mau sebab gak ada dagingnya, kurus, he…he…he….Terima kasih semua ya. Salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  15. nurul in uk says:

    weeeh..mantebz pak…

  16. dokter monte says:

    Top luar biasa 🙂

  17. Khalik HR says:

    Hebat pak jamil cukup menantang ispirasinya

  18. Ricky says:

    mantabb pak…

  19. aniel says:

    hahaha… ya ampun, langsung nyengir baca paragraf2 terakhir :p sip! saya mau nya menghadirkan buaya2 ahhh 😀 *tantangan maksudnya* bukan buaya beneran ato jg buaya darat hehehe

  20. kakek jamil adalah buaya bagi iqbal….
    ya suatu saat iqbal yakin akan lebih sukses dari kakek,,
    di bidang menulis, usaha dan lainnya

  21. ariep says:

    saya kenal pak Jamil ini di Twitter dan pak Jamil ini sedikit demi sedikit telah mendorong saya untuk mengembangkan usaha saya ,

    Twitter Follow @BandrekSuperBandrek
    FB > Sembari Minum Bandrek *

    Jangan bosen2 menerima kunjungan saya di sini setiap saat pak,,karena saya orang yg sering nengok2 di sini ,salam sukses Mulia ..

  22. mumun itu zaya says:

    hahaha….cerita yang lucu tapi memberikan pelajaran untuk tidak takut sma tantangan yang akan kita hadapi.insya Allah 3 bulan kedepan saya lulus dari kuliah dan mampu menjadi orang yg selalu siap menghadapi tantangan

  23. Rini Nilawati says:

    اِنْشَآءَاللّهُ 3bulan kedepan saya akan jadi BUAYA pak …ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “Ì®

  24. hahaha..kisah yang sangat inspiratif

  25. nandang says:

    mantap! thanks inspirsinya.

  26. amrunofhart says:

    hahaha…ini mungkin potongan cerita Joko Tingkir yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Benar2 khas Pak Jamil, matur nuwun Pak. Btw, apakah Joko Tingkir benar2 diceburin ???

  27. dedetnaswira says:

    sangat menginspirasi pak… terima kasih

    buat temens/mitra bisnis saya, maafkan saya yg udah “menceburkan” kalian dalam training2 dahsyat. kalian akan mendapatkan “permaisuri” itu.. amiin..

  28. Nella CH says:

    hahahaa,ada yg menarik perhatian nee.. tanggal sayembaranyaa.. emm sepertinya tanggal bermakna tuch.. hihihii tanggal ulang tahun pak Jamil kan? ;;)

  29. Na[niu] says:

    Hahahahaha…
    Endingnya keren, penuh inspirasi…
    Maju terus pantang mundur!!!

  30. yans says:

    sebetulnnya, skg sy sedang mengalami tAntangan itu, maju kena mudurpun ƍäª mungkin, sy udh mentok, yg sy lakukan ya berdoa saja… Min pikiran sy tenang (ini masalah usaha sy hancur meninggalkan bebAn hutang) sdgkan sy mau bergerak buat desa mandiri blm jln jugga… Jln, sy binggung dri mana mulainnya, mohon petunjuk pak?

  31. SyukrON kek sedekah ilmunya yg kerON…

    Hmm, buaya apa yg bakal ku undang…!? Dr td kok blm dpt…

    Salam Sukses Mulia_!!!
    @npindh
    ง^•^ง

Leave a Reply

Your email address will not be published.