Godaan

Selama Mei ini dua kali saya mendapat tawaran untuk menjadi calon wakil walikota. Sebagai orang yang dominannya otak kanan bawah alias orang Feeling tentu sempat tergoda. Karena memang salah satu profesi yang sangat tepat sebagai orang Feeling adalah politisi.

Begitu kabar itu saya sampaikan kepada istri, ia langsung berteriak, “Tidaaaak!” Kemudian wanita cantik itu menambahkan, “Apakah itu sesuai dengan visi hidup mas Jamil? Apakah mas Jamil siap miskin? Karena aku tak mau kaya dan makan enak dari uang rakyat. Ingat lho mas, apabila dalam satu hari ada warga di wilayah kekuasaan mas Jamil tidak bisa makan, mas Jamil ikut menanggung dosa. Siapkah?

Mendengar kabar saya hendak mencalonkan diri jadi wakil walikota anak saya Nadhira langsung menangis. Melalui whatsapp ia menulis, “Saya tidak siap mendengar kabar Jamil Azzaini tersangka kasus korupsi. Saya yakin bapak tidak akan melakukan hal itu. Tetapi kalau difitnah? Saya dan Asa tidak akan tenang belajar di Jerman bila bapak jadi wakil walikota. Saya lebih bangga bapak jadi Inspirator dibandingkan wakil walikota.”

Sementara anak saya yang kedua, Ahmad Sholahuddin (Asa) berkirim pesan, “Menurut aku, saat ini bapak sudah berada di posisi yang tepat. Bapak enjoy sebagai inspirator, menginspirasi jutaan orang dan melahirkan para trainer. Aku gak mau bapak sakit atau stres bukan karena pekerjaan tetapi karena bapak tidak enjoy di situ.”

Sebenarnya, banyak saudara dan teman yang mendukung tetapi akhirnya saya putuskan menolak tawaran itu. Selain alasan ideologis, tentu karena itu tidak sejalan dengan visi hidup saya, istri dan anak juga keberatan.

Saya ingin tetap fokus berjuang mengembangkan peradaban baru, peradaban SuksesMulia melalui Komunitas SuksesMulia dan Klub SuksesMulia. Selain itu, saya tetap ingin fokus melahirkan trainer-trainer berkarakter melalui akademi trainer dan juga Sukses Mulia Trainers Network (SMTN).

Terkadang, saat kita hendak mewujudkan visi dan mimpi hidup memang ada godaan-godaan di perjalanan. Tawaran menjadi wakil walikota tadi adalah salah satu godaan bagi saya.

Saya sangat bersyukur punya istri dan anak yang selalu menjaga dan mengingatkan untuk selalu berada di jalur yang sesuai dengan passion saya untuk mewujudkan visi hidup saya. Tanpa mereka, saya adalah lelaki lemah yang mudah terombang-ambing godaan zaman. Godaan silih berganti, kita harus tetap berhati-hati. Apa godaan hidup Anda?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Banner ON


Bagikan:

24 thoughts on “Godaan”

  1. Anggit Setyaningsih says:

    NGga setuju jg kalo jadi politisi.. sepertinya jalan yg sekarang jg sudah sesuai dg visi omJamil. InsyaAllah menciptakan peradaban SuksesMulia itu jauuh lebih baik dan mulia drpd menjadi politisi 😉

  2. Subhanallah,terharunya bacanya,selamat Mas,panjenengan sdh sukses melewati cobaan, semoga selalu Istiqomah, Allahu Akbar (pingin meluk Mas Jamil)

  3. cak iput says:

    pertimbangan yang paling saya dahulukan adalah “abah jamil mana nilai kemanfaatan bagi ummat itu lebih besar disitulah ‘job’ abah…” jika di tampilkan sebuah rumus ” enjoy + anfauhum linnas = SuksesMulia” maka apapun itu bentuk jabatan nggak perlu yang penting Khoirunnaasi anfauhum linnas adalah ujung tombanknya. Semoga Selalu SuksesMulia. [dari yang mengagumimu]

  4. Bang Tono says:

    semoga Allah selalu memberikan petunjuk-Nya untuk Pk Jamil lewat orang2 disekelilingnya untuk selalu dijalan yg diridhoi-Nya. Aamiin..!

  5. arief says:

    yang sudah-sudah juga bonyok pak … hehe

  6. Pak JAMIL adalah Pembicara Nasional, Regional bahkan Internasional; Rasanya kurang pas jika hanya pemanis jadi wakil walikota.

    Mungkin tahun 2019 Pak JAMIL disiapkan jadi Presiden atau mungkin menteri tanpa melalui jalur Partai.

    Bagaimanapun Politik memang penting, Seperti hampir semua AGAMA menyebarkan Kebaikannya lewat Politik di Puncaknya. Karena Kekuasaan Penting untuk Pelayanan yang (mungkin) bisa lebih baik.

    Salam SuksesMulia, Bangun Negeri LEBIH BAIK!
    Selamet Hariadi

  7. nurhadi says:

    jadi trainer lebih pas buat bpk, salam sukses mulia

  8. ashar says:

    berbahagia bapak punya keluarga yg selalu saling menjaga agar tdk lepas dari jalur …..

  9. achyun yoel says:

    pengennnnnnnnnnn bangetttt punya pemimpin kyak anda,,, seandaix negri ini dipimpin anda,, btpa bnyakx orang yg tertolong oleh kebijakan anda… aq g tau soal politik… hnya aq membayangkan anda akan mnjdi pemimpin yg hebaaattt,,salam suksess mulia

  10. Baihaqi says:

    Walikota itu ga KerON … lebih KerON WaliNegara hehe….yg pasti jadi Inspirator Sukses Mulia buat Pak Jamil makin dibutuhkan diseluruh Kota di Indonesia, tidak hanya satu Kota aja yg diurus.Bungkus …:)

  11. rakazt says:

    Kek Jamil melakukan pilihan yg Tepat!

  12. Agustina says:

    Kek jamil lahirkan generasi yang memiliki jiwa pemimpin itu lebih KerON ^^

  13. mhd husni tarigan says:

    jadi mentri pendidikan aja kek. atau sekklian jadi top nya walikota atau gubernur atau presiden. jangan wakil kek heeeeheehee

  14. Mhd Dolly says:

    Menjadi seperti sekarang ini saja menurut saya pak jamil sdh cukup membanggakan. Bisa menginspirasi banyak orang. Kayaknya belum saatnya mengurusi Negara yang sudah terlanjur ruwet dgn segudang masalah… lebih baik tidak punya kedudukan di kenegaraan tapi mampu membina masyarakat seperti sekarang ini dengan nasehat2 empuk yang bisa mengubah pola pikir anak bangsa… Insya Allah masalah terselesaikan dari bawah, kepada manusianya

    Sudah banyak contoh, terkadang orang baik saja menjadi terlihat buruk di dunia politik, ntah itu difitnah atau memang seperti itu adanya…

    Insya Allah keputusan yg bijak,,, walau blm tepat utk sebagian orang. Salut deh buat anggota keluarga pak jamil… supportingnya tepat sasaran… (sapa dulu bapaknya,,,hehehe…)

  15. RIZQI MULIA says:

    “SEBAIK-BAIK Manusia adalah yang BERMANFAAT bagi sesama”

    menjadi TRAINER bisa for a LONGTIME
    menjadi PEMIMPIN maksimal 2 periode atau 10 TAHUN

    Salam SuksesMulia,

  16. EMIL FADLI says:

    khauf dan roja’ tentu ada disetiap posisi yang gunanya untuk keseimbangan. dari pertimbangan diatas sy menilai belum wujud keseimbangan tsb. tentunya ada peluang kebaikan untuk diposisi penting di negeri ini…begitulah para nabi yang mulia mengajarkan dan mempraktekkannya dengan segala konsekwensinya. kita adalah da’i dan juga siap mengambil amanah negeri untuk memakmurkan rakyat.

  17. Daffi says:

    merinding saya baca tentang penolakan istri dan anak-anak kek Jamil. ya, mereka lebih tahu passion, visi dan misi hidup Kek Jamil. Menjadi inspirator bagi jutaan orang itu lebih diperlukan bagi masyarakat Indonesia demi mewujudkan peradaban Sukses Mulia. Keep ON your passion, Kek. 🙂

  18. tetap istiqomah pak di perjuangan yang sekarang pak.

  19. mahfudz says:

    kalau saya setuju P Jamil masuk melalui jalur pemerintahan, supaya lebih powerfull lagi jadi inspiratornya, kepala keluarga teladan, inspirator plus pemimpin daerah/ negara yang peduli rakyatnya

  20. Andry Qomar Hasjim says:

    Sebelumnya saya minta maaf …
    Menurut pengalaman saya, segala sesuatu yg terjadi didunia ini adalah kehendak Alloh SWT, kita sebagai hamba-NYA yg beriman hendaknya berdialog dan minta kepada-NYA…benar gak sih ini kehendak-MU ya Rabb..? Maka yg saya lakukan adalah Sholat Istikharah, tentunya dukungan keluarga adalah salah satu pertimbangan untuk menentukan pilihan….
    Jadi Curhat neh saya….pada waktu mau menikah saya melakukan sholat Istikharah, benar gak sih wanita ini yg dijodohkan oleh-NYA sebagai pendamping seumur hidupku dalam suka maupun duka, pengalaman spritual yg membuat saya yakin inilah wanita yg disiapkan Alloh SWT untukku…dlm sholat seolah2 aku melihat sebuah film kehidupan yg membuat hati saya merasa firm/mantap bahwa wanita itulah pilihan Alloh SWT untuku….Alhamdulillah sampai sekarang wanita itu mendampingi hidupku dgn karunia 3 anak…terima kasih Ya Alloh Engkau telah memilihkan aku seorang istri yg Solehah.
    Pengalaman saya selanjutnya waktu perusahaan memberi kesempatan naik jabatan dgn konsekwensi ditugaskan ke daerah selama 1 th…disini peran keluarga sangat penting, kami musyawarahkan ..Alhamdulillah Istri dgn mantap berkata ” kalau memang ini jalan yg dikehendaki Alloh SWT untuk hidup lebih baik kita ( Istri dan Anak2 ) menurut apa yg Ayah putuskan ” …Subahanallah setelah mendengar itu saya tidak langsung setuju karena banyaknya permasalahan2 yg akan timbul jika saya ditugaskan ke daerah…malamnya saya sholat Istikharah berdialog dgn Alloh…benarkah ini kehendak-MU ya Rabb…sekali lagi saya melihat film kehidupan yang membuat hati mantap kalau ini memang kehendak-NYA….Alhamdulillah sekarang lagi proses kenaikan jabatan, semoga barokah..Aamiin
    Artinya semua apa yg terjadi didunia ini atas kehendak Alloh SWT…dan kita sebagai hamba-NYA yg beriman wajib yakin dan mengembalikan/menyerahkan keputusan pada-NYA, dengan Tawakal, Istiqomah, selalu menjalankan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA…isyaallah dijauhakan dari godaan2 setan…
    Menurut saya keputusan pak Jamil sudah tepat karena keluarga adalah salah satu pertimbangan untuk menerima sesuatu…dan yang penting Taqarrub Ilallah..
    Sekali lagi maaf ini opini saya pribadi, kebenaran hanya milik Alloh SWT…
    والله أعلم بالصواب

  21. Tunjung says:

    seneng baca jawaban dari anak-anak Pak Jamil yg dewasa,tentu buah didikan yg dewasa juga dari ortunya.

  22. rusli says:

    mantap sekali mas jamil, tolong dikabarin kl ada pelatihan trainer di jabotabek mas…,terima kasih

  23. nursyam says:

    semoga tambah sukses dan makin baik dari hari ke hari

  24. Tony says:

    Untung Pak Jamil gak jadi mencalonkan diri…
    Soalnya kalo Pak Jamil jadi mencalonkan, yang bawakan training Wanna Be Trainer batch 10 kemarin siapa?
    Siapa yang akan mementoring saya beserta 89 peserta lainnya yang hadir untuk menjadi Trainer yang berKarakter..
    Dan siapa yang meng Inspirasi kami untuk menghidupi dan membagikan kehidupan yang SuksesMulia 🙂
    Saya pribadi merasa terpanggil untuk menghidupi dan membagikannya.

    Semoga Proposal hidup Pak Jamil dapat segera terwujud…
    Terwujudnya peradaban SuksesMulia dan Trainer-trainer yang ber Karakter. Dan saya siap dan bersedia untuk diberdayakan.

    Salam SuksesMulia

Leave a Reply

Your email address will not be published.