Genggam Erat Sahabatmu

dealbisnis.jpg

Salah satu kenikmatan hidup yang luar biasa adalah kita punya sahabat. Saya yakin, tak ada manusia normal di dunia ini yang tidak punya sahabat. Dan, yang lebih nikmat lagi, bila hubungan sahabat meningkat statusnya menjadi besan. Saya sudah merasakan nikmatnya. Anak saya menikah dengan anak sahabat saya yang sekaligus mitra bisnis saya.

Saya menjadi teringat pesan-pesan orang bijak yang berilmu tentang sahabat ini. Imam Syafe’i pernah menyampaikan, “Apabila kalian memiliki sahabat yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya. Karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah.”

Kata Luqman Al Hakim, sahabat yang jujur itu ibarat pohon. Bila kita duduk berteduh di bawahnya, ia akan meneduhi kita. Bila kita mengambil buahnya, ia akan mengenyangkan kita. Dan, bila ia tidak memberi kita manfaat, ia tidak merugikan kita.

Walau terkadang ada sahabat yang berkianat, itu masih lebih baik dibandingkan kita tak punya sahabat. Khianatnya seorang sahabat adalah salah satu cara melatih kita menjadi lebih bijak. Saya dulu pernah dikhianati sahabat saya, memang terasa sangat sakit. Tetapi dari kejadian itu saya mendapatkan banyak pelajaran, ilmu, hikmah pengalaman yang nilainya begitu besar.

Sangat penting memiliki sahabat maka berlombalah mencari sahabat. Secara fitrah, manusia akan berkumpul dengan yang frekwensinya sama. Oleh karena itu, jika Anda ingin memperoleh sahabat yang tulus maka Anda perlu berlatih menjadi tulus. Bila Anda ingin punya sahabat hebat maka Anda juga harus berusaha menjadi hebat.

Sahabat itu pengingat. Sahabat itu penyelamat. Sahabat itu penolong. Sahabat itu penasehat. Sahabat itu mentor. Sahabat itu coach. Sahabat itu supporter. Sahabat itu inspirator. Sahabat itu motivator. Apakah Anda sudah menjadi sahabat seperti yang saya sebut?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

11 thoughts on “Genggam Erat Sahabatmu”

  1. VERA HARYANTI says:

    Tulisan yang selalu menginspirasi di setiap pagi…..
    selalu berusaha ke arah tersebut pak,
    terutama menjadi sahabat untuk malaikat kecil saya dan menjadi sahabat untuk siapa saja…..
    terima kasih Pak Guru ku….
    semoga Allah memberkati setiap gerak dan langkah kita semua menuju kebaikan di Dunia sampai Akhirat.
    Aaminn…

    1. Jamil Azzaini says:

      Salam buat “Mario” bu…

  2. Tata Zenal Muttaqien says:

    Betul sekali Pak. Tp saya mau tanya bagaimanakah hubungan persahabatan yg sehat atw baik itu? Saya jadi teringat Seorg sahabat sy prnh mengirim sms kpd saya (dlm bahasa Sunda) krg lbh begini kata2nya : “Urang mah sosobatan/duduluran teh lain alus ku pangabutuh”. Terjemahannya : Saya mah bersahabat itu bkn baik krn ada butuhnya. Gmn mnurut Pak Jamil dg statement tsb?

    1. Jamil Azzaini says:

      Pasti sudah tahu jawabnya, hehehehe

      1. Tata Zenal Muttaqien says:

        Blm Pak. Sy lupa nanya maksud sms tmn saya tsb.

  3. Edy Toer says:

    Benar kek walaupun saya belum merasakan, tapi kalau kita lihat sunnah Rasululloh saw, bagaimana beliau jadi menantu sahabat – sahabat beliau yang utama Abu Bakar ra dan Umar Bin Khatab ra, dan beliau juga mengambil menantu juga sahabat – sahabat yang utama Ustman bin Affan ra dan Ali Bin Abi Thalib ra, …itulah yang dicontohkan Rasululloh suri tauladan terbaik kita.

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehehe, saya juga ingin mengikuti sahabat rosul

  4. Ahmad ichigo says:

    Terimakasih kek….saya sungguh terinspirasi…mudah2 bisa tercapai

    1. Jamil Azzaini says:

      Kirim doa….

  5. hery says:

    sangat menginspirasi…,makasih kek.

  6. zulkifli noor says:

    Semoga energi postitif Bapak ikut membangun negeri indonesia tercinta. Salam kenal. Zulkifli BRI

Leave a Reply

Your email address will not be published.