Generasi Kondom

tolakkondom.jpg
Aksi Mahasiswa menolak Pekan Kondom Nasional yang dicanangkan Menteri Kesehatan. Demo berlangsung di Bundaran HI, Jakarta, kemarin (1/12/2013).

Aksi Mahasiswa menolak Pekan Kondom Nasional yang dicanangkan Menteri Kesehatan. Demo berlangsung di Bundaran HI, Jakarta, kemarin (1/12/2013).

Saat Trainer Bootcamp & Contest ke-5 (2012) saya dapat ilmu baru dari salah satu peserta, namanya Bambang Nugroho. Dia berkata, “Kebiasaan karena pembiasaan.” Walhasil, kata dia, semua kebiasaan kita sehari-hari berawal dari pembiasaan. Orang yang melakukan pembiasaan bangun sebelum subuh maka ia akan mudah terbangun sebelum subuh, tanpa perlu membunyikan alarm.

Karena itu, sungguh, program Pekan Kondom Nasional yang dicanangkan Menteri Kesehatan Dr. Nafsiah Mboi pada hakikatnya adalah pembiasaan untuk melakukan sex bebas. Menteri Kesehatan seyogyanya paham menyelamatkan masyarakat bukanlah dengan berbagi kondom gratis. Kegiatan seperti itu justru membuat generasi yang sedang mencari jati diri menganggap bahwa berhubungan sex tanpa melalui pernikahan itu lumrah dan wajar asal pakai kondom. Persepsi ini sangatlah merusak mental anak bangsa.

Pembiasaan melahirkan kebiasaan. Dan, apabila sesuatu sudah menjadi kebiasaan maka akan sangat menggelisahkan apabila tidak dilakukan. Orang-orang yang terbiasa melakukan sex bebas akan sangat gelisah bila ia tak bisa melakukannya. Dampaknya, ia akan berusaha melakukan kebiasaannya dengan cara-cara jahat sekalipun. Ia bahkan berpeluang berani memperkosa para wanita yang ada di sekitarnya. Ngeri bukan?

Ubahlah kebiasaan yang negatif atau tak produktif dengan melakukan pembiasaan yang positif. Dulu, usai subuh saya punya kebiasaan menonton berita di televisi. Setelah saya renungkan, hal itu sangat tidak produktif sama sekali. Akhirnya saya melakukan pembiasaan menulis untuk JamilAzzaini.com. Sekarang menulis sudah menjadi kebiasaan saya. Hasilnya? Lebih positif, lebih produktif dan lebih menyegarkan pikiran.

Dulu, saya punya kebiasaan mengkritik dan mengomentari sisi negatif orang lain. Dampaknya, saya merasa “suci” dan selalu merasa lebih baik dibandingkan orang lain. Kesombongan dan perasaan hebat melekat kuat di pikiran dan hati saya. Walau sudah taubat terkadang “penyakit hati” itu masih ada. Mungkin karena dulu terlalu lama menjalankan kebiasaan itu.

Kini, saya melakukan pembiasaan, setiap jumpa orang mindset yang saya tanamkan, “Dia adalah guru, dia pasti punya ilmu dan kelebihan yang tidak saya punya.” Dengan kebiasaan ini, saya dapat banyak ilmu bermutu dan bergizi tinggi. Sayapun semakin menyadari bahwa saya hanyalah butiran debu kecil di semesta jagad raya. Tak ada yang patut disombongkan.

Pembiasaan itu terbukti menjadi kebiasaan. Pembiasaan memfasilitasi kondom gratis akan melahirkan generasi permisif, menganggap sex bebas itu biasa. Generasi yang senang memuaskan hawa nafsu tapi tak terlatih bertanggungjawab. Generasi yang menjadi budak industri sex, hanya bicara untung-rugi dan asas manfaat. Mereka semakin tak merasa lagi bahwa hidupnya diawasi malaikat. Mari Tolak Pekan Kondom Nasional 1-7 Desember!

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

49 thoughts on “Generasi Kondom”

  1. Semoga dengan banyaknya kritik dari masyarakat menyadarkan pemerintah akan bahaya pekan kondom ini..

    Sejak mengenal Kakek, saya punya kebiasaan “nyadap” web ini. ALhamdulillah banyak manfaat dari kebiasaan baru ini.. makasih Kek..

    Salam Sukse Mulia

    1. Awas disadap Australia juga 🙂

      1. Hehe.. kakek bisa aja…

  2. Betul banget kek….saya juga sangat setuju….terima.kasih.atas sarapan.pagi yg.bergizi.ini…..

    1. Sodorin capucino dari jauh, hehehe

  3. Mas Wantik says:

    Saya sebagai orang tua yang punya anak perempuan yang menginjak masa dewasa merasa prihatin dgn cara pemimpin kita mendidik generasi mudanya. Sudah minim contoh yang baik eh malah sekarang memberi “contoh yang tidak pantas dicontoh”

    Sangat setuju untuk tolak Pekan Komdom Nasional

    Salam hangat semua dari SOLO

    http://maswantik.com

    1. Jaga anakmu baik2 mas, salamku untuk anak2mu. Beri ia kasih sayang agar ia tak mencari-cari kondom gratis

  4. kasman says:

    Mentah2 menolak Pekan Kondom Nasional. Ini program orang yg gamang dlm jabatannya. kehilangan arah. jelas program ini sesat dan menyesatkan.Kalau mau jujur banyak cara untuk mencegah penyakit asal tidak mencari bias.
    #tolak pekan kondom nasional

    1. Memang perlu kecerdasan menyusun program pak 🙂

  5. Mas Wantik says:

    Siap Kek, insya Allah anak-anakku jauh dari hal-hal spt itu, mohon doa njenengan saja

    1. Yes, saya yakin itu mas. Langsung kirim doa

  6. Ramon says:

    Bukankah kondom adalah salah satu alat kontrasepsi. Dan alat kontrasepsi hanya diperuntukkan untuk pasangan yang diperbolehkan (secara agama dan hukum) berhubungan badan.
    Sangat tidak layak jika alat kontrasepsi diperjualkan secara bebas di pasaran, karena rentan disalahgunakan oleh pasangan yang tidak resmi. Meski alasan utamanya adalah penghindaran dari penyakit seks menular.

    Tolak penjualan kondom secara bebas di pasaran !

    1. Ini usulan cerdas, akur dan setuju

  7. basith says:

    Jamanya udah wolak walek gak karu karuan, bukti keberhasilan desain pikiran dan prilaku neokapitalisme dan kolonialisme,imprialisme kognisi yg didesain iluminati group berjalan sesuai road map, mempengaruhi orang2 pandai dg cara cerdik

    1. Ngeri mas, di twiterland saya lihat juga ada yg mendukung program ini padahal ia dulu korban hamil di luar nikah. Ngeri

  8. Mantap Jaya…
    Tolak bagi2 kondom mentri ni…

  9. Sangat tdk setuju dgn program pekan kondom nasional ini, hal ini malah dgn nyata mengarahkan dan menjerumuskan generasi muda unt melakukan seks bebas.
    Naudzubillah…
    :/

    Salam Sukses Mulia_!!!
    @npindh
    ง^•^ง

    1. Menterinya memang perlu diganti, hehehe

      1. iya kek, masa kondom dimasukkan ke program kerja | #miris
        padahal msh banyak PR Kementerian Kesehatan yg msh banyak blm terurus | 🙁

      2. Che Ummu Asad says:

        Bongkar semuanya aja Pak. Dari sistem hingga rezim lalu ganti dg sistem dan rezim surgawi, mulia dan memuliakan

  10. Say-Dee says:

    pejabat adalah orang panutan. lha kalau pejabatnya seperti itu?, mau jadi apa negeri ini??..
    #tolak pekan kondom nasional #TOLAK!!PEJABAT TAK BERMORAL
    (ijin share di blog ya kek, matur nuwun..)

  11. Memang menteri kesehatan RI sudah keblinger bodohnya, mudah-mudahan semua pihak yang masih waras menolaknya. Tolak Pekan Kondom Nasional!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    1. BisnisBajuYuk says:

      Emang Mas,mentrina teu eucreug yeuh…

  12. Indra fernanda says:

    Betul banget kek JA, ibarat pepatah arab :
    Kebiasaan ibarat bayi yang masih menyusun, kalau tidak disapih maka dia akan tetap menyusu.
    kalau kebiasaan tidak dipaksakan untuk berhenti maka kebiasaan itu akan terus berlangsung.

    1. Wah terima kasih pepatahnya mas, dapat ilmu baru

      1. Indra fernanda says:

        sama-sama kek, saya juga selalu dapat ilmu dari tulisan-tulisan kakek.. 🙂
        BarokaAllahu fiik..

  13. andriansyah says:

    Salah satu menteri yang harus ikut Training, Menteri yang perlu di didik lagi.. nih kek…Perlu di laporkan ke KPK juga…ada gratifikasi ndak dr produsen Kondom…

  14. princess amanda @holistic_center says:

    setujuuu…semakin banyak yg menolak semakin baik…
    sy pun gemes bgt dengan menteri kesehatan yg program kerjanya sgt merusak mental anak bangsa ini…

    sgt bertolak belakang dengan materi training sy yaitu kesucian wanita adalah harga mati yg wajib di jaga hingga akad tlah terucap…

    sy sgt miris dengan kehidupan muslimah2 skg dari smp sdh senang dengan sex bebas…bayangkan dari smp mereka sdh melakukan hal yg sgt menyeramkan seperti itu…

    sy pernah punya klien usia 18thn yang menangis tersedu2 krn menjadi budak sex pacarnya..tanpa dia bs lari dari semua itu…stlh konseling dgn sy dia ada kekuatan dan ada petunjuk untuk memutuskan rantai gajah di kepalanya dengan kesadaran penuh bahwa hidup dia sgt berarti sehingga tak pantas di rusak oleh siapapun…

    sy nangis ketik comment ini…betapa inginnya sy mempunyai link seluas2nya agar bs memberikan banyak manfaat bwt muslimah2 yg sdg berbondong2 menuju pergaulan bebas dan mereka bs keluar dari semua itu krn tak tahu jalan keluarnya dan juga karena kasih sayang keluarga begitu minim bwt mereka…

    1. BisnisBajuYuk says:

      Setuju…pake bangets

    2. Salut, masih muda sudah punya mimpi mulia, ayo segera wujudkan, siap membantu

      1. princess amanda @holistic_center says:

        iya grandpa harus bantu sy dlm hal ini…sy jujur sangaaaaaaat amat peduli dengan kesucian adik adik muslimah qt diluar sana…mereka menjadi budak sex para lakilaki yg tiap hari konsumsinya video porno dan baca2an porno…

        sy punya banyak pengalaman2 positif yg bs d share kepada adik adik muslimah yg msh pada mencari jati diri…

  15. princess amanda @holistic_center says:

    pentingnya org tua menanamkan program di bawah sadar anak gadisnya ttg pentingnya menjaga keperawanan hingga ijab kabul menjelang…sy dulu ketika sdh baligh di program seperti itu dgn program yg berulang ulang sehingga begitu kuat tertanam di bwh sadar sy bahwa keperawanan wajiiiib di jaga smp ijab kabul tiba…akhirnya wktu kuliah sy d julukin lesbian krn tdk terseret arus pergaulan bebas yakni sesk bebas…pdhl sy berkecimpung dlm dunia entertaint yg sarat dengan having fun..

    1. princess amanda @holistic_center says:

      adik adik muslimah qt dluar sana sgt membutuhkanpertolongan qt untuk menjadi mind navigator mereka sehingga kehidupan berharga mereka bs tertolong…

      yuuk para org tua terutama ibu ibu jgn kebanyakan nonton tv atau sinetron yg ga bermutu…lebih baik mengganti kebiasaan dengan sering berkunjung k toko buku…bangunlah kebiasaan membaca buku bergizi krn anak anak memerlukan ibu yg bertumbuh wawasannya bukan ibu yg bertumbuh dengan acara acara tv yg tdk edukatif…
      ingatlah bahwa para org tua akan di tanya ttg anak anaknya di hadapan ilahi Robbi…pertanggung jwbn org tua sangatlah berat…mari persiapkan anak anak sholeh sholeha sebagai bekal di alam kubur kelak…

      ibu ibu pun perlu di edukasi oleh mind navigator yg handal…yukz ibu semua pada ikut WBT12…agar bs jd trainer handal n mind navigator handal buat keluarganya…insyaAllah sy juga ikut loh di WBT 12 nanti….
      sy mah sudah tidak sabaaaar menunggu bulan feb teh asaaaaaa lamiiii….

      waooow lagi2 comment sy udh panjang x lebar nieh…udh dulu ah…abiz nangis skg senyum lagiii menyambut monday mubarok….

  16. Hati ini bergejolak dan batin ini serasa ingin menangis dan memaki.

    Namun kata seindah mutiara tetaplah yang harus keluar dari mulut ini. Bukan sumpah serapah mengikuti hawa nafsu didikan setan. Seakan mulai redup negeri ini jika melihat kelakuan para pemimpin yang harusnya punya hati nurani. Bersih dari segala hal yang bisa menyebabkan rakyatnya kian terjerumus. Mudah2an kita semua bisa bergerak, bahu membahu untuk negeri yang kita cintai.

    Saya tak bisa membayangkan jika bus maksiat dengan gambar seronoknya itu melintas di depan anak saya.
    Lalu sontak dia berkata, “ayah, ada pekan kondom, apaan itu ayah? Yuk kita ikutan nonton pekan kondom nasional yah, pasti rame……”.

    Semoga saja itu tidak pernah terjadi. Miris jika melihat tampilan dari bus maksiat tersebut yang sudah mulai merambah kampus, bahkan sebelum pekan maksiat tersebut dimulai.

    Berjuta-juta mention melalui akun twitter mr president yang berisikan rintihan kepedihan anak bangsa akan pekan maksiat itu, sepertinya tak berbalas. Tapi kita punya Tuhan Yang Maha Segalanya.

    Boleh saja salah seorang menteri negeri ini tengah berusaha membuat tipu daya, tapi Allah adalah sebaik-baik pembalas segala tipu daya. Kegelisahan kami para orang tua semoga saja menjadi kisah masyarakat yang tengah terdzolimi, hingga doa itu akan lebih mudah diijabah oleh-Nya.

    Andy Sukma Lubis

    1. Mas, kita bukan pengambil keputusan, yang bisa kita lakukan hanya protes baik lisan maupun melalui tulisan. Mungkin tidak akan banyak mengubah kemaksiatan tetapi setidaknya kita sudah memprotes apa yang menurut kita tidak benar. Allah swt tidak pernah bertanya kepada kita apa hasilnya? Dia akan bertanya apa yang sudah kita lakukan?

      Salam SuksesMulia

      1. Siap gurunda, beraksi dari apa yang bisa kita berikan, melalui tulisan salah satunya.

  17. heny says:

    Ya Allah…..sangat memilukan, semoga Allah selalu melindungi kita dan keluarga kita dari api neraka…..Ayo saudara-saudariku kita lebih aktif untuk melindungi keluarga kita dari pengaruh buruk sekulerisasi dan liberalisasi.

    1. Siap, mari berlomba

  18. Semoga Allah melindungi keluarga dan anak cucu kita dari hal-hal Чăπğ merusak moral generasi bangsa,, amin

    1. Kita perlu berusaha keras membentenginya

  19. Semoga Bu Menteri Kesehatan ini punya Nurani, cara tepat untuk pencegahan HIV AIDS bukan dengan kondom.

  20. kyandha says:

    Salam kek, Sy sbg seorang kakak dr 2 adik laki2 yg msh remaja benar2 tak setuju dgn pekan ini apalagi saat sy liat di twitter foto dr gbr bus-nya Astagfirullah, kelewatan skali itu dibiarkan, gimana klo anak kecil lihat, sy menjelaskan pngertian kondom pd adik sy yg SMA sj brusaha keras memilah milih kalimat dan jujur menyebut kata “kondom” saja saya risih. Sejauh ini di t4 tinggal sy di Kupang-NTT tdk trdengar pmbagian brg ini. Ini bukan solusi tp malah menambah msalah baru utk bangsa. Kondom kok disamain sm olahraga pake “pekan” segala *tepokPanci*

    1. Ngeri mas, mari berjuang apa yg bisa kita perjuangkan

  21. heri smile says:

    Ya Allah ampuni kami dan para pemimpin kami. berilah petunjuk. (sangat memohon)
    selayaknya menjadi teladan dalam kebaikan.

    #TOLAK Pekan Kondom Nasional!
    ayo para alumni @akademitrainer

  22. dnur77 says:

    astagfirullah…….
    TOLAKKKKK Pekan Kondom Nasional….!!!!

  23. ali samsudin says:

    selain tolak pekan kondom, tolak juga penjualan kondom bebas, negara tdk mendukung perbaikan nilai dan akhlaq, aparat tak punya nyali dan nurani.

Leave a Reply

Your email address will not be published.