Gara-Gara Masalah Aku Jadi Sukses

Andi BadrenIstilah sukses tentu tidak asing lagi di telinga kita. Namun apa pun alasannya, anda tidak boleh membatasi pada satu kunci saja untuk meraih sukses. Karena, kunci sukses relatif sehingga siapa saja bisa meraih sukses dengan caranya masing-masing.

Jika anda memerhatikan seorang pekerja keras, giat belajar terutama pada jurusannya, kira-kira apakah mereka sukses? Perhatikan pula seseorang yang setiap hari di hadapan komputer. Bukan hanya bermain, tetapi ia juga membongkar pasang berkali-kali meskipun tidak berpengatahuan tentang komputer. Kira-kira jadi apa gedenya? Nah, sekarang coba anda tebak bagaimana seseorang yang dari kecil memiliki kebiasaan bernyanyi. Kira-kira ia menjadi apa masa mendatang? Terakhir, jika setiap hari seseorang berhadapan dengan masalah bahkan bertubi-tubi masalahnya, jadi apa gedenya? hey, jadi apa gedenya?

Kebanyakan orang berjalan di atas rata-rata, tidak berani melakukan di luar kebiasaan orang umum. Misalnya, kuliah di jurusan pendidikan bahasa inggris. Jika setelah keluar lalu mengajar bahasa inggris, itu wajar dan tidak mengherankan. Yang hebat itu jika ia lulus lalu mengajar bahasa arab. Nah ini yang fantastic!

Disebut rata-rata orang adalah karena mereka hanya menjadi warna hitam di antara warna-warna hitam. Mereka menjadi merah di antara warna-warna merah. Sementara jika anda ingin menjadi istimewa, maka harus menjadi merah di antara warna-warna putih atau menjadi warna putih di antara warna-warna hitam. Sekarang bagaimana caranya?

Menurut saya kuncinya membuat masalah. Syukur-syukur jika hidup anda sudah bermasalah semisal kemiskinan. Namun jika pun anda tidak memiliki masalah, saran saya harus membuat masalah.

Dengan memiliki masalah maka otak kita akan berfikir cepat bagaimana menemukan solusi dari masalah tersebut. Karena, tentu anda memahami bahwa manusia akan bergerak dalam dua hal. Pertama mencari kenikmatan dan kedua menghindari kesengsaraan. Dua keadaan inilah yang akan membuat kita bergerak.

Bukan sembarang mantra, membuat masalah pernah saya lakukan ketika semester 3 kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Waktu itu, saya merasa tidak indah jika kuliah begini-begini saja. Belajar, ngerjain tugas, diskusi, menerima BOT (beasiswa orang tua) dan lain-lain. Oleh karena itu, saya memutuskan satu hal yang mana keputusan ini benar-benar putus dan tidak terbenak tentang sesuatu selain keputusan ini. Dua hal yang saya putuskan pada waktu itu adalah memulai usaha demi impian dan tidak meminta uang BOT.

Kedua keputusan ini adalah bentuk masalah yang besar bagi saya. Namun ternyata masalah tersebut melahirkan kreatif. Tidak terlalu lama, mula-mula saya usaha laundry dengan modal kerjasama. Setelah bangkrut, beralih ke usaha gorengan dengan menggunakan gerobak. Tak lama kemudian beralih lagi ke Es Kelapa. Setelah bangkrut beralih lagi ke perbukuan. Alhamdulillah bermain di bidang distribusi buku ternyata mengilhami terbitnya karya saya dengan judul Gara-Gara Masalah Aku Jadi Sukses. hehe

Saya tekankan sekali lagi, jika anda ingin menjadi warna merah di antara warna-warna hitam, tidak ada cara lain selain membuat masalah. Pun hasil karya saya yang sangat tidak nyambung dengan jurusan kuliah saya. Mana mungkin nyambung padahal saya kuliah di jurusan Ketatanegaraan Islam sementara saya menulis tentang motivasi. Tetapi ya begitlah menjadi merah di antara putih. Sekarang saya menantang anda, mampukah anda tidak meminta BOT? Jika anda benar-benar mampu, selamat atas kesuksesan anda.
Dari uraian di atas saya mengambil tips bahwa jika anda ingin sukses, maka harus berani membuat masalah. Setelah membuat masalah, anda harus melengkapi dengan jaringan serta menyempurnakan dengan ibadah.

Namun sayang pembahasan jaringan dan ibadah tidak bisa saya jelaskan di sini. Saya akan tulisan dalam postingan sambung lagi. Bye..bye!

Andi Badren

Bagikan:

5 thoughts on “Gara-Gara Masalah Aku Jadi Sukses”

  1. Widya says:

    yes, yes, yes, tanpa masalah hidup saya tak menantang

  2. Angra says:

    Waw… sangat menginspirasi ^^

  3. Rahmat saleh says:

    Mantapppp. Berfikir keluar dari kotak atau berfikir ga usah pakai otak.wkwkwk

  4. dnur77 says:

    Salam Mas….mantabzz

  5. Husin Gemilang says:

    cocok, dengan masalah kita menjadi berfikir lebih dewasa dan kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.