Fokus pada Ego

Beberapa hari yang lalu seseorang yang datang berkonsultasi kepada saya. Ia ingin meminta cerai karena suaminya tidak mendukung studinya untuk menyelesaikan program doktor yang ia sedang jalani.

Ketika saya bertanya apa buktinya bahwa suaminya tidak mendukungnya, ia menjawab, “Ketika saya belajar suami saya tidak mau menemani anak saya.”  Ia melanjutkan, “Tatkala saya lelah karena jadwal kuliah yang padat, ia minta terus dilayani. Suami saya tidak care dengan saya. Lebih baik saya hidup tanpa dia.”

Singkat cerita, sebenarnya tuduhan bahwa suaminya tidak mendukungnya adalah “klaim” sepihak dari sang istri. Rupanya ia menuntut terlalu banyak tetapi lupa akan tanggungjawabnya. Padahal suaminya sudah ratusan kali mendampingi anaknya belajar dan hanya beberapa kali ia menghindar. Suaminya pun hanya minta sekali setelah menahan hasrat berminggu-minggu tiada terpuaskan.

Orang-orang yang fokus pada egonya sering menyalahkan orang lain. Ia merasa dirinya selalu benar. Ia merasa dirinya harus menjadi pusat perhatian. Apa yang diinginkannya harus dipenuhi oleh orang-orang di sekitarnya. Semua keputusan yang diambil hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Waspadalah, saat Anda hanya fokus pada ego Anda akan sangat berpeluang besar kehilangan sahabat, saudara dan juga orang-orang yang mencintai Anda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

12 thoughts on “Fokus pada Ego”

  1. egha says:

    cara menyikapi orang yang hanya berfokus pada ego gimana beh? apalagi kalau itu saudara qt sendiri?

  2. Fokus pada ego, fokus pada diri sendiri merupakan langkah awal kehilangan orang-orang di sekitar kita.

    Look inside, understand others!

    Terima kasih Pak Jamil atas inspirasinya.

    Salam SuksesMulia

    sent via: http://brainmindtohappiness.wordpress.com/2012/06/13/nikmati-masalah/

  3. “Ia merasa dirinya selalu benar. Ia merasa dirinya harus menjadi pusat perhatian.” sifat ego yang harus dikontrol agar tidak membutakan mata hati, subhanalloh. renungan pagi yang luar biasa.

  4. @mekoh1268 says:

    Saya pun dahulunya orang egois *sekarang juga masih…dikit…*
    Alhamdulillah kini berangsur-angsur sudah membaik 🙂

    Jadi orang egois itu capek….

    Enakan jadi orang yang bisa juga mengerti kepentingan orang lain, mau berbagi.
    Karena itu kenapa saya sreg banget sama Sukses Mulia.

    Sukses Mulia itu bukan tentang saya *ego*
    Tapi Sukses Mulia adalah tentang Kita.

    Tks Guru untuk Tulisannya Pagi ini…..

  5. bunda ayesha says:

    berasa kesindir deh, krn sering ngelakuin apa2 sendiri sy jd egois… alhamdulillah sy dpt suami yg sabar, pelan2 saya bisa berubah lebih mengerti orang lain, tdk memaksakan ego, krn sy butuh dukungan dr orang2 yg sy cintai, tq mbah…..i love my husband full…

  6. ARDHA says:

    Terima Kasih guru… terima kasih sekali.. 🙂

  7. Nova says:

    Salam,,

    Benar Kek,, kita sering nya berfokus pada ego kita,,
    Astagfirulloh,,,

    Salam SuksesMulia

    Nova
    JayaBerkah

  8. gun gun says:

    Thanks sudah mengingatkan Pak Jamil …

    Salam SuksesMulia

    http://proposalmushola.blogspot.com/

  9. Seperti blamming other for a defence ya Pak…
    Sebuah pembelajaran buat seorang saya yang saya sadari besar ego untuk orang2 yang saya sayangi.

    Salam saya,

  10. mursid says:

    Alhamdulillah istri saya orang yang saya pengertian..
    beliau meninggalkan karirnya yang cemerlang di perusahaan multi national di jakarta untuk bisa lebih fokus mengurus anak dan saya..
    saat ini beliau berbisnis yang ternyata waktunya lbh longgar dan insyaAllah hasilnya nanti tidak kalah dengan bekerja di perusahaan multi nasional..
    beruntung sekali saya kek..

    http://www.TheMursidCompany.blogspot.com

  11. sri hadiati says:

    ijin share pak

  12. Semoga kita terhindar dari sifat sedemikian *Bimbo mode on

Leave a Reply

Your email address will not be published.