Extensive Vs Intensive Variable

Singgih HarjantoHasil dari 50 ml air + 50 ml air memang menjadi 100 ml air, tetapi kalau diubah satuannya menjadi 50 °C air + 50 °C air apakah akan menghasilkan 100 °C air? Jelas tidak.
 
Mana mungkin air hangat ditambah air hangat menghasilkan air mendidih. Dalam kondisi tidak terpengaruh suhu lingkungannya, jumlahnya tetap 50 °C air. Demikian pula pengurangan tidak selalu berarti berkurang. Bila kita mengambil 50 gram dari 100 gram berlian utuh, tingkat kekerasan berliannya pun, tidak akan berkurang.
 
Bertambah atau berkurang sangat bergantung dari mana kita menilainya. Dalam pelajaran kimia, volume air dan massa berlian seperti contoh di atas merupakan extensive variable yang keberadaannya tergantung jumlahnya dalam satu sistem, sedangkan suhu air dan tingkat kekerasan berlian disebut intensive variable yang keberadaannya tidak tergantung jumlah.
 
Dalam kehidupan, seringkali kita hanya menilai sesuatu dari sisi extensive variable, dalam arti menilai bertambah atau berkurangnya sesuatu berdasarkan yang kasat mata. Kita baru merasa rejeki (baca uang) bertambah karena peningkatan gaji bulanan, peningkatan penjualan, dapat proyek baru dsb. Sebaliknya, kita merasa rejeki berkurang bila pendapatan yang kita terima bulan ini kurang dari bulan lalu sehingga yang terjadi adalah mengeluh, iri dengan penghasilan orang lain atau yang lebih parah berprasangka negatif kepada Sang Pemberi Rejeki.
 
Seringkali kita melupakan intensive variable, sesuatu yang tidak dapat diukur dengan hanya melihat jumlah. Kesehatan diri dan keluarga, keselamatan harta, bertambahnya saudara dan berbagai kenikmatan selain materi, bukankah juga merupakan pertambahan rejeki. Meningkatnya pendapatan pada hakekatnya tidak ada artinya bila tiba-tiba ada anggota keluarga kita yang sakit yang memerlukan biaya besar atau kita kehilangan sesuatu yang berharga.
 
Begitu pula, konsep sedekah mengajarkan kepada kita bahwa mengeluarkan sebagian harta tidak berarti mengurangi jumlahnya karena semua yang dikeluarkan dengan benar dan ikhlas di jalan-Nya sesungguhnya akan terus bersama kita hingga hari perhitungan. Apalagi kita dijanjikan akan mendapat ganti yang berlipat atas harta yang telah disedekahkan.
 
Bila ungkapan rasa syukur yang dilakukan saat ini hanya berdasarkan jumlah materi yang diterima, atau masih saja ada keraguan untuk bersedekah di jalan-Nya karena kuatir mengurangi harta, mari segera berbenah. Ingat bahwa bertambah atau berkurangnya materi juga tergantung dari mana kita menilai. Variabel yang tidak kasat mata dan tidak terhitung jumlahnya telah begitu banyak diberikan oleh Yang Maha Kuasa.
 
Salam SuksesMulia dari kami
Tulisan dikirim oleh Singgih Harjanto

Bagikan:

10 thoughts on “Extensive Vs Intensive Variable”

  1. basith says:

    Bener itu mas, sepakat, tulisan sampean memberikan penyadaran dan memperkaya perspektif dlm berfikir

  2. andriansyah says:

    ya….kita terlalu terpaku pada pengertian rezeki dalam bentuk uang saja….

  3. princess amanda says:

    inspiring article…luv it…

    salam sukses mulia…

  4. masruriisme says:

    Rejeki rejeki rejeki

  5. boni says:

    subhanallah ! Artikelnya bagus kang singgih 🙂 , masih di jepang nih ? akhirnya kita ketemu di web Pak Jamil

  6. Yuniarti Fazri says:

    Asli kerON!!!!
    sains religius
    memahami sains untuk mengenal Al Khaliq
    like this pokoke.

  7. hartini says:

    Artikelnya bagus banget mas….
    sering sering share artikel yang seperti ini mas….

  8. Dian Dwi A says:

    Tulisan ini simpel, tapi pesannya keren gede. Dan saya yakin ide menulisnya tidak jauh dari kehidupan si penulis. Hebat mas bro. (y)

  9. tito kurniawan says:

    sepakat mas…
    kejelian mas benar-benar menginspirasi…

  10. singgih harjanto says:

    Terima kasih ya dan salam kenal utk semua.iya kang Boni masih di nagasaki, Insha Allah Maret tahun dpn pulang

Leave a Reply

Your email address will not be published.