Exponential Leader

Share this
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

Exponential Leader Leadership Trainer Indonesia
Anda tahu siapa yang menemukan kamera digital? Namanya Steven Sasson, salah satu karyawan Kodak, perusahaan fotografi global saat itu. Ketika, Sasson mempresentasikan temuannya, para petinggi Kodak berkata “Teknologi cetak telah hidup bersama kami selama lebih dari 100 tahun, tak ada siapapun yang mengeluh tentang cetak. Selain itu, cetak juga murah.” Temuan Sasson tidak mendapat tempat bahkan cenderung dilecehkan oleh para pemimpin Kodak.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 2012, Kodak dinyatakan bangkrut. Dunia fotografi film yang dibanggakan Kodak akhirnya mati, digantikan fotografi digital yang kemudian dikuasi Nikon dan Canon. Ironisnya, Kodaklah yang menemukan kamera digital tetapi ia bangkrut karena perkembangan kamera digital. Sang penemu dikubur oleh hasil temuannya sendiri.

Mengapa Kodak bangkrut? Salah satu sebabnya karena kesombongan para pemimpinnya. Mereka terlalu bangga dengan pencapaiannya. Mereka enggan melakukan perubahan. Mereka kurang mengapresiasi temuan anggota timnya. Mereka kurang menyadari bahwa perubahan yang terjadi semakin cepat, bahkan cenderung exponential.

Di era yang berubah begitu cepat dan terkadang unpredictable disertai VUCA (volatility, uncertainty, complexity dan ambiguity) diperlukan pemimpin model baru. Kami menyebutnya EXPONENTIAL LEADER. Seorang pemimpin yang mampu membawa tim yang dipimpinnya melakukan lompatan perubahan di pekerjaannya. Tanpa lompatan, bersiaplah perusahaan atau tim yang Anda pimpin hanya akan menjadi kenangan yang menyedihkan, terkubur, terlindas zaman.

Jangan bayangkan bahwa lompatan pastilah sesuatu yang besar, tidak harus. Ia bisa berupa sesuatu yang sederhana tetapi berdampak besar. Contohnya, saya pernah berdiskusi dengan seorang pemimpin dari salah satu perusahaan otomotif. Lelaki itu berkata “Mas, tim saya sudah saya iming-imingi bonus dan komisi besar bila mencapai target, tetapi kenapa prestasinya stagnan?”

Baca Juga  Siapa Loe?

Setelah kami berdiskusi, sang pemimpin memutuskan mengubah cara memotivasinya, bukan dengan iming-iming bonus dan komisi, tetapi lebih menekankan value dari mobil yang dijual. Ia sampaikan kepada anggota tim yang sebagian besar generasi milineal bahwa mobil yang dijual ramah lingkungan, menyelamatkan bumi dan sejenisnya. Ia pun menyediakan waktu dan energi secara total bagi anggota timnya.

Dan Anda tahu dampaknya? Penjualan mobil oleh tim tersebut mengalami lompatan hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu empat bulan. Padahal di saat yang sama, trend penjualan otomotif oleh tim lain sedang menurun. Pemimpin model ini, bisa dikatakan sebagai EXPONENTIAL LEADER karena ia melakukan lompatan disertai mendapat dukungan penuh dari anggota timnya.

Setiap era memerlukan jenis pemimpin atau model yang berbeda, dan era sekarang memerlukan pemimpin model EXPONENTIAL LEADER bukan model kepemimpinan yang lain. Ingin tahu prinsip dan cara menjadi EXPONENTIAL LEADER yang bisa langsung Anda terapkan dalam pekerjaan Anda selaku pemimpin? Silakan dapatkan informasinya di bit.ly/ExponentialLeader

Mari kita melakukan lompatan dengan dukungan tim yang solid, karena inilah yang paling dibutuhkan di era sekarang. Era, EXPONENTIAL LEADER.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer


Share this
  • 11
  •  
  •  
  •  
  •  
    11
    Shares

2 comments On Exponential Leader

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer