Era Solutif

solusi.jpg

Menurut kajian IBM, dunia sekarang semakin efisien. Dampak turunannya, orang tidak mudah tergoda belanja karena “merk” atau brand tetapi apakah produk atau jasa tersebut memberikan solusi bagi dirinya atau tidak. Sekarang sudah dimulai era solusi bukan gengsi. Maka, Anda tidak perlu heran apabila naik pesawat dan bertemu dengan para direksi yang duduk di kelas ekonomi.

Apabila Anda seorang pebisnis, maka jawablah pertanyaan berikut, “Apakah produk atau jasa Anda memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapai para pengguna? Solusi apa yang Anda tawarkan? Apakah solusi yang Anda tawarkan sejalan demgan kebutuhan zaman?”

Bagi Anda yang bekerja, jawablah pertanyaan berikut, “Apakah Anda sering mendiskusikan masalah atau mendiskusikan mencari solusi atas masalah yang Anda hadapi? Apakah Anda sumber masalah atau sumber solusi? Apa buktinya bahwa Anda sumber solusi? Solusi apa saja yang sudah Anda tawarkan?”

Begitu pula dalam kehidupan berumahtangga, carilah solusi atas berbagai persoalan yang Anda hadapi. Bukan sibuk mencari kambing hitam atas berbagai masalah yang menimpa keluarga Anda. Sering-seringlah bertanya, “Bagaimana agar masalah ini tuntas?” Bukan banyak bertanya, “Mengapa masalah ini terjadi?”

Bagi Anda yang punya profesi seperti saya, sebagai seorang trainer, sekarang bukan saatnya lagi Anda jualan modul atau paket training. Industri training sudah berubah, saatnya Anda jualan solusi yang Anda tawarkan. Materi training sangat dinamis dan tidak boleh terpaku dengan modul yang Anda punya. Fokuslah kepada solusi yang bisa Anda bantu.

Memberikan solusi atau menunjukkan jalan agar orang lain menemukan solusi memang perlu energi dan memerlukan kecerdasan. Maka, teruslah meningkatkan kapasitas diri agar Anda menjadi bagian dan berkontribusi di era yang solutif ini. Apabila Anda tidak solutif, bersiaplah untuk tertinggal, terkubur dan akhirnya nama Anda lenyap tak terdengar.
Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

3 thoughts on “Era Solutif”

  1. mei ariska says:

    siap kek, mulai sekarang aku akan mencari solusi atas masalahku.terima kasih kek saran dan motivasinya.

    1. Jamil Azzaini says:

      KerON

  2. Srlamet Hariadi says:

    Terima kasih pak Jamil… kerON

Leave a Reply

Your email address will not be published.