Era “Aku” Telah Berlalu

Pembicara dan peserta Grand Seminar Indonesia Berdaya: Ustadz Yusuf Mansur, Teku Wisnu dan para motivator dan peserta umum lainnya.

Pembicara dan peserta Grand Seminar Indonesia Berdaya: Ustadz Yusuf Mansur, Teuku Wisnu, para motivator dan peserta umum lainnya.

Menghadiri acara Indonesia Berdaya tadi malam saya merinding. Tiga ratus lebih orang hadir memenuhi ruang di JDC, Slipi, Jakarta. 80 diantarnya adalah inspirator, trainer, motivator atau pembicara publik. Senang menyaksikan berbagai kekuatan melebur menjadi satu dan berkomitmen memperjuangkan Indonesia Berdaya.

Kita perlu meninggalkan “jejak” di semesta ini. Dan salah satu “jejak” yang perlu kita tinggalkan adalah karya bersama. Orang Mesir meninggalkan piramida. Orang China meninggalkan tembok China. Melalui Indonesia berdaya kita meninggalkan aset-aset strategis yang dibeli bersama dan keuntungannya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

Aset-aset yang dibeli bersama bukan menjadi milik saya, bukan milik penggagas lainnya, bukan milik Anda, tetapi menjadi milik umat. Sungguh untuk menjadi negara yang kuat, kita perlu memiliki kekuatan di bidang ekonomi dan militer. Nah, peran yang bisa kita ambil adalah memperkuat di bidang ekonomi.

Suasana dan acara Indonesia berdaya menjadi gayeng karena kehadiran Ustadz Yusuf Mansur. Penggagas Indonesia Berjamaah ini berkata, “Saya merindukan pengumuman di masjid menjelang sholat Jumat nanti bukan saldo kas. Tetapi, alhamdulillah dengan kekuatan bersama kita telah membeli tiga hotel, masih ada saldo 1 trilyun. Ada yang mau sumbang saran kita beli apa lagi?”

Ucapan sahabat saya Ustadz Yusuf Mansur bukan tanpa dasar. Di Indonesia ada 1 juta masjid, bila rata-rata infak tiap Jum’at Rp2 juta makan dalam setiap pekan terkumpul dana Rp2 trilyun. Dalam satu tahun ada 52 pekan. Berapa infak yang terkumpul? Silakan Anda hitung sendiri, ya.

Gemuruh tepuk tangan membahana saat Ustadz Yusuf Mansur berkata, “Indonesia Berjamaah siap melebur dengan Indonesia Berdaya. Mari kita jadikan gerakan kita gerakan damai tanpa perlu menjadi ancaman bagi kepentingan orang baik lainnya.”

Saatnya kita melangkah bersama dengan kekuatan bersama. Era “aku” telah berlalu dan saatnya era “kita” mendominasi setiap derap langkah kita. Dengan kata lain, era memperjuangkan sukses saja sudah berakhir. Kesuksesan yang kita peroleh harus memberi manfaat kepada sesama (mulia). Kini, saatnya era “SuksesMulia”…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


Wanna be Trainer, Bogor, 15-17 November 2013


Bagikan:

37 thoughts on “Era “Aku” Telah Berlalu”

  1. viviana says:

    Subhanallah merinding kek bacanya!
    Semoga Allah ridha dengan rencana Indonesia Berdaya:)

    1. Di lokasi acara saya lebih merinding 🙂

  2. Sukendar says:

    Inyonge teka juga loha…he..
    Slama #IndonesiaBerdaya kek

  3. Faisol says:

    Subhanalloh, bangga dengan semua guru2 hebat…

    Foto nomer 2 itu dengan sodara kembarnya ya Kek? hehe…

    1. Hahahaha, ini penghinaan, hehehe. Salam SuksesMulia

  4. ismiaprial says:

    alhamdulillah, semoga membawa perubahan besar bagi Indonesia yg sejahtera

    1. Aamiin YRA, doakan ya

  5. Subhanallah bener merinding..

  6. PEBIDIANSYAH says:

    Semoga ide hebat ini bisa terwujud, karna sekarang kita butuh sesuatu yang bisa di banggakan umat saat ini dan masa mendatang.

  7. ayesha says:

    Subhanallah…moga Allah mengawal dan mewujudkan aamiin

  8. Bang Tono says:

    turut mendo’akan untuk #IndonesiaBerdaya … ditunggu uploud video rekamannya…

  9. Ahud Al - Choir says:

    Dari Buku-buku karya Abah Jamil Azzaini belum saya terapkan sepenuhnya, sekarang sudah ada lagi gerakan Indonesia Berdaya, wah saya sangat jauh tertinggal, mohon do’anya Abah..

  10. Didi says:

    dari tulisannya saja sudah kerasa aura positif (*merinding) “Saya merindukan pengumuman di masjid menjelang sholat Jumat nanti bukan saldo kas. Tetapi, alhamdulillah dengan kekuatan bersama kita telah membeli tiga hotel, masih ada saldo 1 trilyun. Ada yang mau sumbang saran kita beli apa lagi?” serasa era tahun 1908..gabung ah #IndonesiaBerdaya saatnya era ‘kita’

  11. @andihakim31 says:

    Subhanallah walhamdulillah..
    ikut merinding beh dan senang mendengarnya..
    semoga #IndonesiaBerdaya mampu merangkul umat dan tercapai peradaban SuksesMulia
    Aamiin YRA

  12. Dindin Rachmat Hidayat says:

    semoga gerakan ini bs ditindaklanjuti di daerah-daerah,gmn cara bergabungnya kek..?

  13. Siap Mendukung dan Mensukseskan Kek..

  14. Sri Lestari says:

    Usahakan transfer hari ini utk #IndonesiaBerdaya

  15. aguswandi says:

    Mantabs, semoga dimudahkanNya….
    Baca tulisannya saja merinding, apalagi sempet hadir..

  16. Riant Raafi says:

    Memantau dari TL saja sudah merinding kek, bagaimana yang hadir disana ya?

    Bismillah, bi idznillah… semoga Allah ridho atas gerak hambanya yang lemah ini :’)

  17. Erfan says:

    Subhanallah, cara joinnya gmn kek?

  18. wawan says:

    ada video nya di youtube gak kek,, kepingin liat kalo ada..

  19. nanang s says:

    membayangkan berada disana saja sudah mrinding, apalgi ada diantara ratusan orang hebat seperti mereka. Majulah Indonesia ku

  20. dini says:

    Subhanallah, alhamdulillah ….. Ditengah2 kondisi yg kacau balau spt skrg ini muncul harapan baru dr para guru semua !!! Sukses indonesia berdaya !!!

  21. Irman says:

    Yaa Allah, semoga saya menjadi bagian dari orang-orang hebat itu “Merinding membayangkan aset bangsa seperti apa nantinya di Indonesia berjaya..

  22. Arif Haliman says:

    Allahu Akbar! Ya, Allah, inilah kami, lewat guru-guru kami, yang sedang memperjuangkan agamaMu. Kiranya Engkau beri barakahMu ya Allah untuk mewujudkan rencana ini. Aamiin..

  23. Suminta says:

    INI IDE GILE…
    INI YANG DICARI UMMAT…

    INI YANG BAKAL BIKIN HATI GERSANG JADI BASAH..

    INI KUDU TERWUJUD

    #IndonesiaBerdaya

  24. Subhanallah Keren sekali gerakan #IndonesiaBerdaya ini, semoga Allah ridhoi setiap langkahnya dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia pun bukan hanya mimpi lagi :”)

  25. nina suryani says:

    Subhanallah…
    Barokallah untuk semua yg hadir di seminar “Indonesia Berdaya”
    Smoga saya bisa menjadi bagian dari “Indonesia Berdaya”

  26. Zuhandri says:

    Indonesia berjamaah + Indonesia berdaya = SuksesMulia 🙂

    Foto kedua : Kakek mirip sekali sm Mas teuku Wisnu 😉

  27. mardiana says:

    Subhanallah…
    Kek.. ingin sekali menjadi bagian dri organisasi itu.
    Tidak ada kata lain selain.
    Ya Allah….

  28. Rachmat says:

    Siap menyumbang materi dan do’a kek
    Inshaallah Allah meridhoi Indonesia berjamaah dan berdaya.Amiiin

  29. @ejunaidi78 says:

    Cara gabungnya gmn ?

  30. monica firman says:

    masya Allah..

  31. Bismillah…Negeri ini sudah diberikan keistimewaan oleh Allah dgn sumber dayanya yang melimpah. Namun semua itu hanya dinikmati oleh pihak luar. Sementara anak negeri ini hanya jadi pekerja kasarnya. Sebagian hanya melongo dan mengurut dada melihat alamnya semakin tergerus.

    Semoga Indonesia Berdaya juga akan diikuti oleh mental para anak bangsa. Mental untuk mengedepankan kita dan bukannya aku.

    Penting untuk menjadi tidak penting. Bekerja ikhlas tanpa keinginan untuk membusungkan dada berharap pujian dan berharap diakui.

    Mudah2an aku hanya ada di kamus para single…Aku dan Kau ya KUA…hehehe

    Semoga dimudahkan semua niatan baiknya kek…

  32. Roni N says:

    subhanallah, semoga bisa bermanfaat buat umat, aamiin

    saran, kek, kalo bisa uang-uang tsb didonasikan untuk menyekolahkan anak bangsa ke timur tengah, biar bisa ditempatkan di banyak masjid besar di berbagai kota,

    saya miris kek melihat manusia hanya semangat membangun masjid, tapi tidak semangat memakmurkannya, oleh sebab itu, cetaklah manusia yang bisa menghidupkan dan mengelolanya,

    SDM juga perlu (y)

    semoga Indonesia Berdaya makin sukses

  33. dymas danang says:

    Ya ALLOH semoga orang2 yang sering duduk bersama yang katanya berjuang demi rakyat tapi lebih suka meng”AKU” kan “AKU”juga ikut membaca sehingga tergugah hatinya untuk indonesia yang lebih baik dan berganti slogan meng”kita” kan “kita”..amin

Leave a Reply

Your email address will not be published.