Enjoy Tak Boleh Berkepanjangan

enjoy.jpg

Saya yakin semua orang ingin hidup enjoy. Namun, enjoy yang terlalu lama itu bisa melenakan dan membuat hidup tak bertumbuh. Saat saya sudah terlalu lama enjoy maka saya akan mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri untuk merusak pola yang selama ini sudah terbiasa.

Guru kehidupan saya pernah berkata, “Sesuatu yang berpola dan berulang itu akan membuat kamu lalai. Rusaklah pola itu dengan sesuatu yang lebih berkelas agar hidupmu lebih berkualitas.” Merusak pola memang membuat kita tidak nyaman pada awalnya namun akan indah pada akhirnya. Tetapi, sesuatu yang indah inipun suatu saat harus dirusak polanya agar keindahan hidup kita selalu naik kelas.

Untuk merusak pola itu saya sering mengajukan pertanyaan pada diri sendiri. Untuk urusan keluarga saya mengajukan beberapa pertanyaan. Sudahkah anak-anakku pada jalur kehidupan yang sesuai dengan bakatnya? Hal besar apa yang sudah aku lakukan untuk mereka? Seberapa sering aku serius memikirkan, merencanakan dan membantu anakku mengembangkan bakatnya? Mengapa banyak orang tua yang punya banyak waktu untuk anaknya sementara aku sibuk dengan urusanku sendiri?

Dalam hal hal spiritual saya sering bertanya, apakah sudah pasti amalku diterima? Kalaupun diterima sudah pantaskan aku meminta surga untuk bisa memeluk baginda rosul? Saat mati mengharap surga tapi mengapa perilakuku belum mencerminkan perilaku penghuni surga? Benarkah kebaikan yang aku lakukan karena iman? Atau karena berharap pujian? Apakah Allah selalu kubawa serta atau Dia kuingat hanya saat ada derita?

Sementara dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, pertanyaan yang sering saya ajukan adalah, saya ini menjadi beban atau sumber solusi? Bila sumber solusi, apa saja solusi yang pernah aku hasilkan? Karya apa yang sudah kubuat dan bisa dinikmati banyak orang? Apakah karya itu diakui banyak orang atau hanya pengakuanku saja?

Dalam aspek keuanganpun saya sering mengajukan pertanyaan, bisakah setiap proposal bantuan yang layak dan diajukan kepadaku selalu bisa kupenuhi? Apakah setiap membuka bisnis baru aku bisa menggunakan modalku sendiri tanpa bantuan orang lain? Apakah setiap perlu sesuatu uang selalu tersedia?

Apabila Anda enjoy sudah terlalu lama, bersegeralah mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru yang Anda buat sendiri. Pertanyaan yang baik justru yang menghasilkan kegelisahan bukan ketenangan. Cobalah duduk sejenak, dan ajukan pertanyaan tentang profesi Anda, karir, keuangan, keluarga, dan sosial kemasyarakatan yang Anda jalani.

Hidup jangan enjoy terus…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

9 thoughts on “Enjoy Tak Boleh Berkepanjangan”

  1. EventJogja says:

    setuju, karna hidup terus berputar dan harus selalu menjalani dua sisi, senang dan susah 🙂

    1. Senang dan tantangan bukan susah, hehehehe

  2. Bertanya agar mau berfikir, lalu menemukan solusinya…

    1. Orang hebat fokus solusi bukan masalah, akur mas

  3. Subhaanallah. SyukrON Pak Jamil telah mengingatkan

      1. Pak Alif maaf salah pos, sama-sama pak Alif

  4. fitria afriliani says:

    Alhamdulillah terimakasih kek, habis baca ini saya langsung susun planning supaya jangan enjoy terus

Leave a Reply

Your email address will not be published.