Dunia Ibarat Bangkai Kambing

Pekan ini, dalam 3 hari saya makan “Sate Tegal Laka-Laka” 2 kali. Menurut saya, ini sate paling enak yang pernah saya makan. Tidak mengherankan bila warung makan yang terletak di di Jl. KH. Soleh Iskandar Bogor tersebut selalu ramai oleh pengunjung. Selain sate kambing tanpa lemak, menu favorit saya disini adalah sop kambing.

Saat saya makin sate itu, pikiran saya melayang kepada sebuah riwayat yang pernah saya baca. Suatu ketika Nabi Muhammad saw menemukan bangkai seekor kambing. Kemudian ia bertanya kepada sahabat, “Mengapa bangkai ini dibiarkan saja oleh pemiliknya?” Jawab sahabat, “Oleh karena bangkai itu sudah tidak berharga lagi sehingga dibuang dan dicampakkan oleh pemiliknya.”

Maka ketika itu Nabi bersabda, “Demi Allah yang menguasai diriku, dunia itu lebih rendah dalam pandangan Allah daripada bangkai kambing dalam pandangan pemiliknya.” Jlebb! Kata-kata tersebut menghujam dan menusuk ke dalam hati saya. Dunia yang kita kejar siang malam itu ternyata begitu rendah di mata Allah!

Sebagai seorang trainer yang lebih banyak menggunakan mulut untuk menyampaikan pesan, saya bertanya dalam hati, “Mungkinkah yang keluar dari mulutku sesuatu yang bisa memuliakan diriku atau merendahkanku seperti layaknya bangkai kambing? Malik bin Dinar pernah berkata, “Jika engkau melihat hatimu membatu, badanmu lemah, rezekimu terhalang, maka itu disebabkan oleh ucapanmu yang kotor dan tiada berguna.”

Karenanya, pastikanlah sesuatu yang kita ucapkan atau kerjakan tidak menambah kehinaan pada diri kita. Selain itu, tidak pula menambah kehinaan bagi orang-orang di sekitar kita. Pastikan pula ucapan dan tindakan baik kita bukan untuk pencitraan di hadapan manusia. Karena kalaupun pencitraan baik kita dapatkan nilainya tidak lebih baik dari bangkai kambing, seperti disampaikan tadi dalam riwayat Nabi.

Sate Laka Laka yang saya santap rasanya enak karena perpaduan daging dengan bumbunya tepat dan cocok dengan lidah saya. Kitapun akan bernilai dihadapan-Nya bila bumbu-bumbu kehidupan yang kita jalani tepat dengan kemauan Sang Pencipta. Namun bila kehidupan yang kita jalani jauh dari kehendak-Nya itu berarti kita lebih rendah dari bangkai kambing, busuk dan tak bernilai…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

18 thoughts on “Dunia Ibarat Bangkai Kambing”

  1. inardi says:

    “Jika engkau melihat hatimu membatu, badanmu lemah, rezekimu terhalang, maka itu disebabkan oleh ucapanmu yang kotor dan tiada berguna.” Mudah2an kita tdk termasuk dari golongan itu…amiien.

  2. ady saputro says:

    terima kasih atas tausiyahnya ustad..

  3. iwan@fath76 says:

    MasyaALLAH… Dahsyat ustadz…Semoga harta, anak, kekuasan n atribut dunia lainnya.. tidak menjadikan kita lupa n lalai akan tujuan akhir hidup kita AKHIRAT.. Disanalah kita akan mempertanggung jawabkan di hadapan SANG PEMILIK LANGIT DAN BUMI…

  4. Anggit Setyaningsih says:

    Ternyata kehidupan di dunia ini di mata ALLAH lebih rendah dr bangkai kambing..
    Smg kita snantiasa sllu mmperbaiki diri untk lebih baik lg..

  5. Evi says:

    Pak Jamil makan sate kambing sambil ingat bangkainya? Jlebbb…:)

  6. asyik artikelnya… ada kulinernya dan pelajaran yang dapat dipetik…

  7. mustika yanti says:

    Kembali mendapatkan pencerahan, syukron pak. Smoga apa yg dilakukan dan diucapkan sesuai dg aturanNya, amien.

  8. Naudzubillahimindzalik… Semoga kita terhindar dari keasikan menikmati jamuan dunia tanpa menghiasinya dengan kemuliaan. Jazakallah Mbah atas inspirasinya:)

  9. jazakumullah khairan katsira pak, selalu menginspirasi pembaca..salam sukses mulia 🙂

  10. gardhika says:

    Selalu memetik nilai dari setiap kegiatan yang dilakukan, indpiratif… terima kasih, semoga menjadi pahala karena telah mengingatkan yang telah lupa..

  11. Widia Rifki says:

    artikel nya njlebb! hati saya juga pak.
    Jazakallahu khairon

  12. fatma pety says:

    naudzubillahi mindzalik. Karena itu juga ada salah 1 pepatah “mulutmu harimaumu” –> mari memperhatikan apa2 yang kita ucapkan.
    Makasih share-nya pak Jamil…

  13. Rita Hastuti says:

    Assalamu’alaykum.
    Subhanallah, keren.

    Pak jamil, maaf sebelumnya, saya ijin menggunakan istilah sukses dan mulia dalam acara training pemuda kami di lokal yg diselenggarakan lembaga sosial kami, apa diperkenankan? Trimakasi sebelumnya

  14. effa says:

    hebat euy, dr suatu pengalaman pribadi bisa menjadi inspirasi yg tertuang di tulisan.

    just two thumbs up mbahhh

  15. dewi anggraeni says:

    izin share ya pak….

  16. Robby says:

    Yg pertama, isinya padat,ringkas dan jelas. Be careful of what u say, what u say is what u get

    yg kedua, bertambah lg wish list wisata kuliner saya hehehe

  17. Yudhi says:

    naudzubillah,,
    mudah2an selalu diberkahi dengan tutur kata lembut nan menyejukkan..

  18. aerlangga says:

    terimakasih ustadz

Leave a Reply

Your email address will not be published.