Driverku Coach Anakku

driver.jpg

Siapa orang di luar keluarga Anda yang paling tahu tentang diri Anda? Salah satunya adalah driver, termasuk driver di keluarga saya. Hampir setiap hari saya makan bersama driver saya. Apa yang saya makan, ia makan. Bahkan terkadang, ia juga tidur di kamar hotel yang sama dengan saya.

Untuk itu, Anda perlu memastikan bahwa driver Anda adalah orang baik dan tidak akan berpengaruh buruk pada keluarga Anda. Selain diseleksi, saya juga melakukan pembinaan terhadap para driver di keluarga saya. Dengan cara seperti itu, percayalah, Anda akan menikmati hasilnya.

Salah satu perantara mengapa anak saya tumbuh baik dan semakin menikmati sekolahnya adalah driver saya. Kok bisa? Ya. Saat saya tidak bisa mengantar anak saya ke sekolah/asrama yang mengantar adalah driver saya. Sepanjang perjalanan anak dan driver saya sering terlibat pembicaraan.

Pernah anak saya sangat sulit kembali ke asrama sekolah, ia mogok sekolah. Nah, pada saat ada kesempatan berdua dengan anak saya, sepanjang perjalanan driver saya mengajukan pertanyaan kepada anak saya. “Coba ceritakan siapa bapakmu?” Mendengar pertanyaan ini anak saya bercerita panjang lebar tentang diri saya, driver saya mengajukan pertanyaan susulan. “Menurutmu, bapakmu sayang gak sama kamu?”

Jawaban demi jawaban dari anak saya disusul dengan pertanyaan susulan oleh driver saya. Dari pertanyaan ‘mau gak bapakmu ditukar dengan orang lain?’ sampai pertanyaan ‘apakah sebagian besar permintaanmu dipenuhi bapakmu?’ Ketika itu anak saya menjawab, “Hampir semua permintanku yang baik dipenuhi oleh bapakku.”

Begitu mendengar jawaban itu, driver saya mengunci dengan pernyataan, “Hampir semua permintaanmu dipenuhi padahal bapakmu hanya minta satu darimu, sekolah yang baik. Kalau kamu sering membuat bapakmu sedih atau marah, nanti bapakmu bisa stroke. Mau hal itu terjadi?”

Saya yakin, pertanyaan-pertanyaan layaknya program coaching inilah yang membuat anak saya semakin menikmati sekolahnya. Terima kasih driverku yang telah menjadi coach bagi anak-anakku.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

9 thoughts on “Driverku Coach Anakku”

  1. agus says:

    Kali ini harus saya akui kek, merinding saya baca artikel ini …

    1. Jamil Azzaini says:

      Mau ketemu driver saya? Hehehe

  2. Mahfudz RZ says:

    Sy pernah bertemu dgn beberapa trainer yg memiliki driver, hanya di patok kerja nya paling lama 2 tahun, keluar dari driver divsuruh jadi pengusaha

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya sudah ganti 5x mas. Ada yg jadi pengusaha, -Ada yg kemudian kerja, tergantung potensinya….

  3. andi djunaidi says:

    Alhamdulillah, saya bisa seperti ini tidak terlepas dari (ibu tua) Asissten Rumah Tangga yang membantu ibu menggosok pakaian (1990). Semoga Allah memberi ampunan, kasih sayang, maaf dan kebaikan untuk beliau,

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra…

  4. Dwi Ishak says:

    Gimana kalau Bikin WBD Beh… Wanna Be Driver standardnya seperti itu weheheheh…

    Barakallah semoga selalu dikelilingi orang baik dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

    1. Jamil Azzaini says:

      Hehehe, mas Dwi pengajarnya ya….

  5. Izzan says:

    hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published.