Disruptive Era

disruptif.jpg

Dua hari ini, sebelum memberikan seminar di Mayapada Bank dan Zurich Topas Life pada siang hari, pagi harinya saya berdiskusi dengan tim riset dan development dari Kubik Group. Saya ingin mendapat masukan tentang banyak hal dari mereka. Dari diskusi kami (enam orang), ada satu kata yang menancap kuat di pikiran saya, “Sekarang era disruptif.”

Apa itu disruptive era? Disruptive era adalah masa dimana penuh gangguan dengan banyaknya perubahan. Bisnis penerbitan terganggu dengan adanya desktop publishing. Industri kamera film terganggu dengan adanya inovasi kamera digital. Bisnis tradisional terganggu dengan pemanfaatan kemudahan online.

Ada yang “terganggu” kemudian musnah. Ada pula yang terganggu namun ia berbenah dan pada akhirnya ia tetap eksis. Di dalam era yang disruptif ini, sebagai manusia kita pun perlu berbenah agar tidak “musnah” atau kalah dalam persaingan yang berakibat kepada kehidupan yang semakin susah.

Menurut saya, ada tiga hal yang perlu kita lakukan. Pertama, jadilah solutif. Apa artinya? Setiap ada permasalahan yang ada di pekerjaan atau bisnis yang kita tekuni jadilah salah seorang yang ikut memberikan solusi atas pemasalahan yang dihadapi. Jangan jadi “tukang kompor” yang memanas-manasi keadaan sehingga permasalahan justru menjadi ruwet hingga sulit dituntaskan. Manusia yang solutif dicari dan sangat dibutuhkan di era distruptif ini.

Kedua, bersinergi. Sehebat dan secerdas apapun Anda bila egois dan enggan bersinergi maka akan “mati” di era ini. Bangunlah kerjasama, saling mendukung, saling menguatkan dengan banyak pihak. Win-win solution tidak boleh hanya menjadi jargon tetapi perlu mendarah daging dan mengkristal dalam kehidupan Anda.

Ketiga, tingkatkan spiritualitas. Era yang penuh gangguan ini membuat kita mudah stress, galau, dan gelisah. Segera tingkatkan kedekatan Anda dengan Sang Maha. Banyak berdoa, mendekat dan mengingat-Nya. Dia lah yang menciptakan kita maka Dia lah yang tahu berbagai solusi dari semua permasalahan yang kita hadapai. Dia lah penguasa pikiran dan hati kita maka meminta bantuan kepada-Nya adalah kebiasaan harian yang perlu kita lakukan.

Menghadapi era disruptif, ingatlah selalu tiga S: Solutif, sinergi, spiritual. Melupakan tiga S ini membuat Anda dilupakan banyak orang. Mau?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

4 thoughts on “Disruptive Era”

  1. sandi says:

    Jleb bah …

    1. Jamil Azzaini says:

      Jangan ditangkis 🙂

  2. Muh. Rum says:

    Otak kanan banget

    1. Jamil Azzaini says:

      Gabungan mas, kanan-kiri-tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published.