Dikejar-kejar Uang

Banyak orang yang bekerja demi uang. Mereka berpikir uang adalah segalanya. Atau, ada yang mengatakan memang uang bukan segalanya tetapi segalanya perlu uang.  Pandangan-pandangan seperti ini menyesatkan. Banyak hal yang bisa kita lakukan tanpa uang misalnya tersenyum, tertawa, bertamu ke tetangga, berbagi ilmu, beribadah, memberi perhatian pada orang yang kita cintai dan lain-lain.

Saya sudah bertemu ribuan orang. Banyak orang yang awalnya mengejar uang, akhirnya menyesal karena ternyata anaknya terkena narkoba, hubungan mereka dengan orang-orang yang dicintainya begitu jauh. Mereka punya uang tetapi tidak punya waktu untuk orang-orang yang dicintai, bahkan mereka tidak punya waktu untuk Tuhannya. Oleh karena itu, saya menganjurkan, berhentilah bekerja untuk uang!

Anda mungkin akan bertanya, “Tapi faktanya kita perlu uang, terus apa yang harus kita lakukan?” Jawaban saya, “Pertama, usahakan agar uang bekerja untuk Anda. Kedua, bekerjalah untuk menjalankan kesenangan atau hobi Anda, bekerja  bukan karena kewajiban.”

Bagaimana contohnya uang bekerja untuk kita? Contohnya saya punya lembaga training, Kubik namanya. Apa yang saya lakukan? Saya kader trainer-trainer baru sehingga mereka menjadi hebat dan berkelas. Hasilnya? Banyak permintaan training ke Kubik tanpa saya harus memberikan training tetapi pemasukan datang kepada saya.

Saya juga menulis buku, saya berupaya dengan keras agar semua buku saya best seller. Alhamdulillah, semua best seller dan setiap 6 bulan sekali saya dapat royalti  yang nilainya lumayan. Begitupun buku saya yang dicetak di Malaysia, terjual laris disana. Tanpa harus bekerja terus menerus uang datang mengalir kepada saya.

Apalagi lagi yang bisa kita lakukan agar uang mengejar kita? Banyak! Misalnya, kembangkan bisnis secara franchise, berbisnis dimana Anda tidak perlu hadir tiap saat dan lain-lain. Bagaimana praktik yang kedua, bekerja bukan kewajiban tetapi menjalankan kesenangan atau hobi? Syarat utama agar Anda termasuk yang ini, Anda harus menemukan passion Anda. Bekerja sesuai passion pada hakekatnya tidak bekerja tetapi menjalankan kesenangan.

Salah satu passion saya adalah memberikan training, maka saya sangat enjoy memberikan training dan saya anggap itu penyaluran kesenangan saya dan sedang menjalankan hobi. Nikmatnya lagi, kita melakukan hobi, kita menjalankan kesenangan setelah itu dibayar mahal lagi.  Bill Gates mencintai komputer, ia senang dan enjoy dengan komputer dan ia mendapatkan “bayaran” menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Nah, Insan SuksesMulia, segera pikirkan dengan sungguh-sungguh agar uang bekerja untuk Anda dan pilih pekerjaaan yang itu merupakan kesenangan dan hobi Anda. Semoga Anda tidak termasuk yang sibuk mengejar uang tetapi termasuk yang dikejar-kejar uang.

Terima kasih.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter @jamilazzaini

Bagikan:

10 thoughts on “Dikejar-kejar Uang”

  1. M. Zubaidi says:

    Sangat inspiratif, dan cukup memberikan stimulus intelektual buat memecah kejumudan pola pikir dan juga etos kerja yang mulai dijangkiti tanda-tanda kurang gairah dan semangat ! Sukse selalu, Mulia senantiasa !

  2. asep_afifi says:

    Subhanallah… sebuah pencerahan yg memBuat jiwa bergolak untuk Berjuang Menaklukkan Dunia demi Akhirat yang LEBIH BAIK…

  3. Terimakasih pak sudah mengingatkan… saya akan meluruskan kembali niat saya, BTW bisakah saya menjadi trainer… gimana caranya daftar jadi murid bapak?

  4. Terima kasih semuanya ya. Semoga termasuk yang dikejar-kejar uang. Khusus mas Anarrofiq tentu bisa menjadi trainer, kirim biodatanya ke email saya ya; jamil.kubik@yahoo.com, salam SuksesMulia. Jamil Azzaini

  5. Febri says:

    Thanks pak sharenya sangat mencerahkan. saya ada pertanyaan, adakah cara/tips untuk menemukan passion kita? karena saat ini saya kesulitan menemukannya. Trimakasih pak.

  6. Febri, terus ikuti kunjungi web saya ini ya, suatu saat saya akan menulis tentang passion, saat ini saya sedang dalami tentang passion agar tulisannya lebih “nendang” he..he…terima kasih Salam SuksesMulia, Jamil Azzaini

  7. Febri says:

    Selalu stay tune disini, ditunggu pak tulisannya, semoga makin mencerahkan.

  8. Terimakasih atas responnya Pak Jamil, saya sudah kirim biodata…

  9. KUNTO says:

    numpang absen, hadir pak jamil…. sukses_mulia !!!!

  10. banna says:

    tepat sekali pak,,,,,,,,,,,
    sayang sekali saya belum explore 100% kemampuan saya

Leave a Reply

Your email address will not be published.