“Dijerumuskan itu Lezat”

Ketika itu hari Kamis tgl 5 Des 2013. Hari itu ada kegiatan pembekalan untuk peserta TBnC. Sebenarnya pagi itu saya sedang lagi galau, berangkat atau tidak ya.
 
Keinginan untuk tidak berangkat ternyata jauh lebih banyak 🙁 . Namun berkat guruku, dan sahabatku buyung yang selalu support dan sabar. Walaupun sering diomelin sama mba Vina untuk meyakinkanku beliau bilang ke saya.
 
“Fi kita ikut TBnC bukan utk mengalahkan mereka yang punya jam terbang dan segudang pengalaman, tapi kita ikut TBnC untuk menggali,menyerap semua ilmu yg mereka punya.”
 
Di hari pertama pembekalan, semua alumni WBT dengan pedenya tampil perkenalkan diri mereka masing-masing, saya tiba dapat giliran terakhir. Rasanya agak minder dan malu-malu saya memperkenalan diri. Sesi ini pun berakhir, lanjut dengan sesi tampil dengan materi . Panik dan jantung pun detaknya mulai gak karuan melihat penampilan para peserta yg luar biasa keren. Dan akhirnya saya pun tetap harus tampil tidak ada pilihan lagi untuk menolak karena seluruh peserta sdh tampil.
 
Saya pun tampil dengan malu deg-degan, wuih rasanya pengen kabur. Untung mas Andra yang kece sebagai koordinator fasil mengarahkan terlebih dahulu, sehingga saya tampil dengan cerita pengalaman hidup. Dan berhasil membuat pipi saya jadi merah hehehe… karena malu.
 
Rasa merasa, peserta paling bodoh n bego rasanya. Namun setelah kek Jamil kasih komen acara hari ini pun usai.
 
Setelah pembekalan tersebut. Malamnya hati ini gak tenang memikirkan 3 hari kedepan akan seperti apa ya. Saya coba coret-coret materi yg sblumnya sdh ada tp sy coba susun ulang lagi semampu saya sampai mata ini sdh tdk bisa melek lagi.
 
Dan hari yang dinanti pun tiba. Acara TBnC pun dimulai. Perasaan semakin gak karuan melihat peserta menggunakan jas dan dasi, nyali semakin menciut tapi berkat fasilku dan teman-teman saya mulai bisa senyum. Pagi itu dimulai dengan sesi atraktif dan kita menunjuk salah satu anggota klompok untuk tampil, deg-degan jangan sampai saya yang tampil. Alhamdulillah, senengnya luar biasa karena bukan saya yang tampil. Makan siangpun usai lanjut sesi argumentatif. Coret-coret pun selesai dan tulisan itu saya serahkan pada fasil.
 
Kemudian saya izin ke toilet. Sebenarnya di toilet perasaan gak tenang, resah tapi saya nggak tau kenapa.
 
Sesampai diruangan, fasil pun menginfokan kalo saya menjadi perwakilan kelompok untuk sesi argumentatif.
 
Gawat! pengen pingsan rasanya. Dan mas Andra pun dengan lantang mempersilahkan saya tampil. Rasanya perut saya jadi terasa mual, seperti diaduk-aduk. Saat saya mulai berjalan ke panggung, tiba-tiba panggung di depan terasa semakin jauh. Lalu kedua kakiku jadi terasa kaku. Tapi bagaimanapun saya harus tampil.
 
Dimulai saat mulai berbicara. Tenggorakan ini terasa berat untuk berbicara. Namun saya harus bertekad untuk bisa berbicara. Dan tiba-tiba saya merasa ringan. Materi yang saya sampaikan mengalir begitu saja. Dan tak terasa, waktu begitu cepat dan hanya berpikir sudah waktunya saya mengakhiri materi ini. Karena saya melihat semua orang diruang ini memberikan applause.
 
Fiuh! Lega rasanya saya bisa tampil. Sebenarnya masih bertanya-tanya dalam hati saya. Apa yang saya sampaikan tersampaikan dengan baik. Saya hanya merasa masih ada yang kurang pada diri saya.
 
Namun ada hal yg sangat mengejutkan. Alhamdulillah hasilnya dari 5 klompok yangg tampil saya peringkat ke dua untuk sesi argumentatif
 
Subhanallah! Luarbiasa. Dengan “dijerumuskan” saya harus tampil memberikan dampak yg luar biasa pd diri saya. Rasa pede mulai meningkat dan sampai akhirnya saya terpilih dalam 12 besar babak semifinal. Pengalaman yang tidak akan saya lupakan.
 
Saat magrib tiba saya mendapat kabar. Saya masuk semi final. Bahagianya luarbiasa. Alhamdulillah moment ini membuktikan saya punya passion sebagai trainer dan mulai sekarang harus banyak latihan.
 
Saya berpikir, ternyata dijerumuskan itu enak lho…
Sangat lezat.
 
 
Tulisan dikirim oleh Rita Unyon

Bagikan:

17 thoughts on ““Dijerumuskan itu Lezat””

  1. basith says:

    Crita yg menarik mbak, kaidah kepepet akan meledak kan potensi yg terpendam terbukti ya mbak, sampean termasuk org2. Yg beruntung bisa mendapat kesempatan dlm komunitas yai jamil, beda dg saya yg blm dpt kesempatan ikut terlibat dlm komunitas yai jamil

  2. Amazing tulisannya.

    Pengen banget ikut WBT, pengen tau Passion saya. Apakah bisa jd trainer.

    Moga mbak Rita bs jadi Trainer yg berkarakter. Aamiin.

    Salam Sukses Manfaat

    Syaifur Amuro

    1. Λάmΐΐπ Yάªª Ŕõßßǻl Ąlάmΐΐπ 🙂

  3. vini, vidi, vici…mba Ruta datang, melihat dan menang.
    selamat buat mba Rita yang sudah bisa menemukan passionnya untuk menjadi seorang trainer.
    semoga menjadi trainer suksesmulia…

    salam dari sesama alumni TBnC…saya dari TBnC#6 mba.

    andy

  4. BisnisBajuYuk says:

    Setiap manusia mempunyai naluri untuk mempertahankan diri,justru dalam keadaan terjerumus alias kepepet akan keluar potensi kita yang sebenarnya…

  5. Saya alumni WBT 11, ngiri rasanya melihat temen-temen yang ikut TBnC karena mendapat didikan tingkat lanjut dari mas Jamil Azzaini untuk menjadi trainer hebat. Mudah2an next time ada kesempatan dan rezeki untuk ikut TBnc berikutnya. Memang mbak ‘the power of kepepet’ sangat dashyat dampaknya. Semoga bisa menjadi trainer hebat yang berkarakter.

  6. semoga menjadi trainer yang sukses Mbak,.. 😀

  7. rain says:

    Tuhh kan bisa nulisssss bagus lagi ceritanya mantap

  8. Rita Fianis says:

    Alhmdlh…tulisanku muncul…..serasa mimpi….tks kek JA
    @all : tku peluk semuaaaaa

  9. Keren Rita, emang lezat cari ilmu dapat passion.
    Sibuk Nikmat hehehehe…

  10. mas faiz says:

    He…he… Sy jg ngalamin itu di WBT 11.
    Mak nyusss kan rasanya mbak rita 😉

  11. Kang Masduki says:

    Good Neng, kamu sudah menemukan sisi indah dalam dunia “training n menginspirasi”…Good luck. Makin dekat dengan Yang Maha Memudahkan, insyaAllah kamu akan makin mudah menapaki jalan barumu ini. Makin mendengar seruan Yang Maha Penyeru, maka insyaAllah seruan inspiratifmu akan makin dinanti oleh sesama.

  12. Yeti says:

    Bangga padamu Rita… you can do it. Big hugs…

  13. iya Rita, tidak rugi saya mewariskan cinta ku kepada kamu… semoga bisa menjadi jalan untuk Rita menebar manfaat kepada orang lain, karena manusia itu di beri tugas “Khoirunas Anfa uhum Linnas” = “sebaik-baiknya orang adalah orang bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

  14. Eri Cahari says:

    Alhamdulillah, akhirnya c pipi merah berhasil memutuskan rantai Gajah dan menemukan passionnya, smg terus menebarkan manfaat, dan jangan lupa mencari kunci surganya,

  15. princess amanda @holistic_center says:

    hanya satu kata kerON bgt my sister rita…

    semoga segera bs menjadi trainer yg keren yg bs menginspirasi banyak org terutama wanita2 muda diluar sana ya my sister rita khumairah

    aq mengaminkan doanya kang eri loh ini…semoga segera bisa menemukan kunci surganya ya…#senyum2 penuh arti

  16. Muhtar Ali says:

    Wuiiw…

Leave a Reply

Your email address will not be published.