Derita Hidup Permanen

Tak ada manusia yang selalu bahagia. Pasti ada beberapa moment dalam hidupnya merasakan derita, itu sangat manusiawi. Namun, kita tak boleh terjebak dalam derita yang permanen, derita yang berlangsung lama. Apalagi derita itu menyebabkan kita juga menderita di kehidupan setelah dunia.

Menurut pengalaman hidup saya dan juga “curhat” banyak orang kepada saya, ada beberapa sebab yang menyebabkan derita permanen. Pertama, hutang yang berlebihan. Hutang ini konon seperti narkoba, sekali Anda mencoba biasanya menjadi ketagihan. Yang lebih mencelakakan, hutang berbunga besar digunakan untuk menutup hutang berbunga kecil.

Bagi yang bekerja, hutang di perusahaan menjadikan dirinya tertawan. Ketakutan berpendapat, memberikan usulan, masukan atau kritikan lebih sering muncul saat bekerja. Begitu pula saat ada pilihan yang lebih baik di luar perusahaan, iapun tidak berani mengambilnya karena pikirannya tertuju dengan hutang di perusahaan.

Tak perlu Anda terlihat hidup “wah”, mapan dan kaya namun dibangun di atas hutang, itu sangat menyiksa. Jauhi jargon “biar tekor asal kesohor”. Hidup sederhana dan bersahaja tanpa hutang itu jauh lebih tenang dan membahagiakan. Kumpul dengan keluarga tenang. Saat ibadah tenang, menentukan pilihan-pilihan hidup juga tenang.

Kedua, kesalahan memilih pasangan hidup. Memang menyegerakan menikah itu baik, tetapi bukan berarti asal menikah dengan sembarang orang. Selalu pikirkan, “Apakah orang ini kelak bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anakku? Apakah dia bisa mengangkat derajat hidupku di dunia dan menyelamatkanku di akhirat?”

Ilmu menikah dan berumah tangga tidak pernah kita dapatkan dibangku sekolah maka carilah pasangan yang beriman dan memiliki keinginan untuk selalu belajar serta senang bila menerima nasihat. Orang yang sombong dan keras kepala berpotensi besar menjadi sumber masalah di kehidupan berkeluarga.

Bagaimana bagi yang sudah menikah? Belajarlah terus, berguru dengan orang bijak dan berilmu. Sering diskusi di rumah bersama pasangan hidup. Jadikan rumah sebagai tempat berbagi ilmu, cinta dan perhatian. Rumah bukanlah hotel atau restoran yang hanya dijadikan tempat menginap dan makan.

Derita memang selalu ada, namun jangan jadikan derita itu permanen. Hidup ini singkat, rugi bila sebagian besar hidup kita diisi dengan derita…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


TBC


Bagikan:

30 thoughts on “Derita Hidup Permanen”

  1. sri utami says:

    100% BENER BGT KEK,gmna kek proposal hdpq udh dikoreksi ma kakek blm???yg saya krm ke email kakek kmrn..

    1. Lagi diperksa satu per satu, yg kirim banyak banget. Nunggu giliran ya, sqlam SuksesMulia

  2. CECEP SAPRUDIN says:

    Subhanallah….. terima kasih inspirasinya Pak.
    Selalu belajar terus menerus, berguru dengan orang bijak dan berilmu dan menjadikan rumah sebagai tempat berbagi ilmu, cinta dan perhatian.

    1. CECEP SAPRUDIN says:

      Alhamdulillah, makasih Pak…. smg tulisan2 Bapak bs buat cermin pembelajaran dalam khdpn saya.

  3. sri utami says:

    setuju bgt kek..

  4. Hidup sederhana asal Bersahaja

  5. MAZDA says:

    thanks ilmune bpk

  6. heru nafi says:

    sarapan pagi yang bergizi.matur nuwun mmbah pun di elingke.

  7. tuti purjati says:

    Setiap hari selalu tambah ilmu dari kakek. Terima kasih, semoga kakek selalu dkasih kesehatan sehingga bisa berbagi ilmu buat semua orang.

  8. Setuju….matur nuwun pak Jamil

  9. imanudin says:

    Kek, 4 artikel terahir selalu ada hubungan dengan pasangan. pengalaman saya memilih pasangan yang belum matang (waktu nikah istri saya 16 tahun)butuh waktu panjang untuk membentuknya. sementara yang matang ada 2 kalau tidak sesuai maka kerjanya 2 kali lipat dibanding yang belum mateng kalau mau di selaraskan tapi kebanyakan jalan sendiri2. kalau pilih yang mateng dan sesuai seperti saran Kek Jamil… itu yang paling enak…. kalau perlu pilih janda muda, kaya, cantik,baik hati dan tidak Sombong.. nah yang ini udah lewat mateng… he.. he..

    1. Hehehe, yg penting di rumah tangga semua mau saling belajar kang, selamat berjuang

  10. @uda_opick says:

    Diamalkan ah….Terimakasih Kek..

  11. Renny says:

    “salah memilih pasangan” Jleb……ngena bgt pak”’ kesalahan persepsi “menikah tanpa pacaran” membuat sy gak bisa mengenali pasangan *_*

  12. Muthmainah Putri says:

    Bener bgt, terima kasih ilmunya brmanfaat bgt nih mas jamil.. Semoga Allah bls dg kebaikan2:)

  13. Shante says:

    Smoga derita permanen tdk m’hampiri rmh tngga kmi.. Amin…

  14. diah rahmawati says:

    subhanallah….terima kasih kek Jamil tulisannya selalu bikin tersentuh…smoga saya bisa menerapkan dalam kehidupan nyata saya…

  15. zuhandri says:

    Katakan TIDAK utk derita permanen, hehe..
    Doain kek, smg sy dpt pasangan yg tdk sembarangan bwt kebahagian dunia & akhirat. Aamin

  16. Ratna says:

    Serasa ditampar hatiku kek…dua masalah yg membuat hidup menderita tp tak tau bagaimana jalan keluarnya…

  17. yang penting pas dan cukup…

    alhamdulillah…;)

  18. raturohimah says:

    It”s amazing . .. Landasan ilmu agama dlm management kel lbh utama, sehingga sakinah mawadah menjadi kekuatan sebuah kelurga.Smg derita menjadi hal biasa dn menjd motivasi tuk berbuat lbh baik … Slm kenal pak .

    1. Salam kenal juga, salaman

  19. sri utami says:

    betul bgt pak…

  20. ratih says:

    Berhutang banyak untuk modal suami tapi bangkrut.. Tinggal bayarnya aja

  21. Chairatul Laila says:

    Lg Minta sm Allah SWT pasangan yg hafiz Quran min Surat Al-baqarah, ga cm hafal,tp paham isinya, insyaAllah Sukses Dunia Akherat *Aamiin 🙂

    Salam SYM #Medan

  22. akbar says:

    Itulah pak realita kehidupan, hutang utk keluarga. kadang d atas dan d bawah. Syukuri yg ada…

  23. Terimakasih atas semua tulisan yg menginspirasi kek…semoga menjadi amal jariyah untuk kek Jamil

    ketika sedang down..saya baca blog ini jadi lebih semangat lagi

    Al-Fatihah

  24. Lia says:

    ini yg sedang saya alami kek, hutang berkepanjangan ortu dan pasangan yg mengkhianati…bagaimana kiatnya agar tetap sabar menjalaninya?

  25. ammar says:

    subhanallah.. makasih banyak

  26. Amin Funtastic says:

    Hatur nuhun, semoga tahun ini bisa ikut WBT dan TBCC mas ust Jamil

Leave a Reply

Your email address will not be published.