Derajat Spiritualitas

road.jpg

Salah satu kenikmatan bila kita ikut umroh melalui DD Travel adalah biaya yang dikeluarkan sudah termasuk sedekah plus tambahan “gizi” berupa kajian usai Ashar oleh guru yang berkualitas. Pada kajian pertama di Madinah pematerinya adalah Farid Poniman. Beliau seorang pebisnis sekaligus pemilik Pesantren Tahfidz Qur’an.

Menurutnya manusia memiliki beberapa tingkatan. Tingkatan tertinggi adalah manusia spiritual yang semua aspek kehidupannya merupakan wujud pengabdian kepada-Nya. Orang-orang ini menjadi sumber energi bagi yang lain. Untuk mencapai tingkatan tertinggi manusia harus atau wajib melalui tahapan-tahapan sebelumnya.

Tingkatan pertama, ia harus menyadari siapa aku. Manusia yang ingin selalu tumbuh dan berkembang hal mendasar yang harus diketahuinya adalah siapa aku? Dan, untuk apa aku hidup?

Ia harus tahu apa kekuatan dan kelebihan dirinya. Orang yang tak mengerti siapa dirinya akan mudah galau, resah dan stagnan. Kalaupun mereka tumbuh sudah dipastikan pertumbuhannya kalah cepat dari orang lain.

Tingkatan kedua, aku yang terlatih. Pada level kedua ini orang sudah mengasah kekuatan atau kelebihan yang ada pada dirinya. Ia sudah mulai dikenal memiliki keahlian atau kompetensi tertentu. Kemampuannya sudah teruji dan bukan hasil rekayasa atau pencitraan. Hebatnya, orang di level kedua ini terus mengasah kompetensinya tiada henti.

Namun demikian, bila Anda berhenti di level kedua maka Anda akan menjadi orang yang egois. Oleh karena itu, naikkan derajat Anda menjadi derajat yang ketiga: Fokuslah pada kekitaan bukan keakuan. Pada level ini orang sudah memikirkan nasib orang lain. Mereka mengedepankan kepentingan tim atau kepentinga bersama.

Manusia spiritual hadir saat ia mampu melalui semua level. Jangan berharap mencapai derajat yang lebih tingi bila tahapan-tahapan di bawahnya belum dilalui. Walaupun menyandang gelar haji, rajin ibadah ritual dan juga rajin ke rumah ibadah belum bisa dikatakan manusia spiritual bila ketiga level tersebut belum dilalui.

Nah, kira-kira Anda di level yang mana? Mari kita berusaha menjadi manusia spiritual. Mau, kan?

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

20 thoughts on “Derajat Spiritualitas”

  1. EventJogja says:

    mau banget, trimakasih atas bahan renungan dan motivasi nya pagi ini, sangat berarti 🙂

  2. Mas wantik says:

    Saya baru akan masuk level satu Kek, sekali lagi baru akan..haduuh memang harus banyak dan terus belajar diri ini

    1. Kesadaran itu sudah sebuah kemajuan yang luar biasa mas

  3. Jleb. Makasih Kek untuk renungan pagi ini. Membuat saya kembali melihat ke dalam diri, sudah sampai di tingkat mana dia berada.

    1. Hidup itu seperti kontinum semakin naik, naik, dan naik

  4. Rain says:

    Inpirasi dan sarapan rohani pagi ini, terima kasih Kek

    1. Yes mas, mari terus meningkatkan derajat

  5. kasman says:

    Terima kasih Mas, terinspirasi untuk meningkatkan level, mau banget.

  6. ali samsudin says:

    saya merasa kadang masuk level satu kadang langsung masuk level tiga kek, he he he.. GR. siapa ya kira2 yang kompeten mengukur level itu? diri sendiri apa orang lain kek?
    Semoga Allah mengumpulkan saya kepada kelompok orang2 yang sholih, orang2 yang selalu meningkatkan diri. Amin

    1. Princess Amanda @Princess_Coach9 says:

      nancep cep sarapan pagi ini grandpa….

      semakin semangat u terus belajar dan mengasah diri agar menjadi manusia spritual yg sesungguhnya….:)

      salam Suksesmulia….

    2. Kalau masih kadang-kadang berarti belum stabil maka lihatlah level yang paling rendah 🙂

      1. ali samsudin says:

        trimakasih kek.. itu dia yang jadi persoalan saya, semoga saya istiqomah untuk perbaikan

  7. ismaya jaya says:

    Terimakasih kek, tulisan inspirasi yg bergizi, semoga kakek slalu di beri kesehatan oleh NYA. insya allah sya akan sekuat tenaga utk meningkatkan ke level 1,2, dan 3. ngomong2 tantangan nya berat juga ya kek utk sampe ke level 3? gimana ya kek agar bisa melewati dari level 1,2 dan sampe k 3 ?

    1. Insya Allah semua orang yang mau belajar dan sadar tentang kehidupan bisa naik level

  8. ida faridah says:

    Aamiin, semoga bisa umroh dan haji secepatnya sebelum usia 40thn.

  9. UMAR WIRAHADI says:

    barakallah, semoga kita semua menjadi manusia spiritual ya kek, yaa Allah hanya ridho dan berkah serta rahmatMu lah yang dapat menjadikan kami semua menjadi manusia spritual. aamiin,

  10. Thanks Kek atas renungannya pagi ini.

    Moga Allah mudahkan langkah kita menuju segala tingkatan. Hingga mencapai tingkatan akhir yaitu Surga Firdaus. Aamiin.

  11. basith says:

    Saya msh di level umum,bhs santrinya msh level syariat, dlm istilah santri level seseorang ada tiga tingkatan, pertama level syariat, ma’rifat dan khaqiqot, peringatannya seteleh berhasil naik ke level ma’rifat jgn sampai mjd level ma’siat , krn ujian dan dinamikanya sngt kompleks, klo kata indra sjafri utk lolos piala dunia ,evan dimas dkk hrs berada di level eropa, dan ini perjuangan berat tetapi kita pasti bisa, krn dlm satu thn ini evan dimas dkk bertirakat di malang dan jogja utk meningkatkan level dunia , krn perubahan level disertai ujian, godaan, tantangan yg jg berat, butuh upaya keras dan disiplin berlatih, krn perubahan adl konstanta tetap dr disiplin berlatih

  12. nurin says:

    astaghfirullah. saya fikir sudah tinggi, baca artikel ini level satu saja kayaknya belum. minta doanya agar lebih baik. terima kasih atas nasehatnya

  13. santi says:

    Ikut nyimakgan artikelnya di atas sangat menarik dan telah banyak memberikan informasi yang sangat luarbiasa yang saya dapat. Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.