Delay Leadership Trainer Indonesia

Delay

Share this
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Apa yang Anda rasakan saat pesawat terbang yang hendak Anda tumpangi delay? Pernah mengalami? Bagaimana respon Anda? Kemarin saya mengalaminya, pesawat terbang rute Banjarmasin – Surabaya yang saya tumpangi delay satu jam. Saya bahagia, saya bersyukur. Kok bisa?

Begini ceritanya, usai memberikan training hari pertama untuk para section head Pama Persada, saya meluncur ke bandara pada pukul 17.20 Wita. Namun, saat keluar dari tempat pelatihan, jalanan macet. Pak Ardiansyah yang mengantar saya ke bandara berinisiatif mencari jalan alternatif. Hasilnya? Jauh lebih macet, karena ada jembatan yang rusak karena hujan deras.

Pesawat direncanakan terbang pukul 18.50 Wita, namun pukul 18.30 saya masih terjebak macet di jalan. Tim saya panik karena pesawat yang saya tumpangi adalah pesawat terakhir ke Surabaya padahal keesokan harinya (hari ini) saya terjadwal memberikan training di Batu Malang. Tim saya mengupayakan sepeda motor dan juga ingin memesankan tiket ke Jakarta atau penerbangan paling pagi ke Surabaya. Sementara saya sibuk berdoa.

Sepanjang perjalanan saya berdoa “Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’manassir”. Saya pasrah kepada-Mu ya Allah, jika Kau berkehendak saya terbang maka terbanglah saya. Jika Engkau berkehendak saya tertinggal maka berilah kesabaran dan alternatif terbaik bagi Hamba. Engkau Maha Tahu atas segala sesuatu. Engkau penolongku. Engkau pelindungku.

Dan pukul 18.50 Wita saya tiba di bandara. Saya check-in dan alhamdulillah masih diterima. Saya menuju ruang tunggu dan memesan semangkok bakso dan satu gelas teh tarik. Usai menikmati hidangan itu, penumpang dipanggil naik pesawat. Saya pun ikut naik pesawat. Ah, sungguh nikmat.

Baca Juga  Pernikahan itu Ibadah Terlama

Satu kejadian yang menurut sebagian orang merugikan, namun menurut sebagian orang menguntungkan. Mari berlatih menikmati semua kejadian yang menimpa kita, meski itu tampak merugikan atau menyakitkan. Ambil hikmahnya, percayalah dibalik kejadian itu banyak kebaikan yang ada, baik kebaikan itu untuk kita maupun orang-orang di sekitar kita.

Terbiasa melihat sesuatu dari kacamata atau pandangan positif, menurut risetnya Prof. Richard Wiseman selama 8 tahun, akan membuka banyak pintu keberuntungan dalam hidup kita. Mau khan? Mari latihan.

Salam SuksesMulia

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership


Share this
  • 10
  •  
  •  
  •  
  •  
    10
    Shares

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer