“Default” Mudik

defaultmudik.jpg

Hari ini, istri dan anak saya semuanya lengkap mudik ke Lampung. Besok pagi saya menyusul karena hari ini masih ada rapat, shooting dan buka bersama para trainer dan konsultan di Kubik Training & Consultancy. Kemarin, dari jam 16.00 WIB hingga menjelang buka puasa kami mengadakan “rapat” keluarga. Saya memberi pembekalan tentang apa yang sebaiknya dilakukan saat mudik. Sebagian akan saya share disini semoga memberi inspirasi.

Agar mudik kita lebih bermakna, maka kita perlu tetapkan apa “default” nya mudik. Makna “default” adalah sesuatu yang wajib dilakukan secara otomatis dan menjadi habits. Saya menyampaikan kepada keluarga saya setidaknya ada tiga “default” mudik.

Pertama, full senyum. Selama bertemu dengan sanak famili maka posisi bibir diupayakan untuk selalu senyum. Sebab bibir yang tersenyum bisa mempengaruhi suasana hati. Begitu pula sebaliknya, suasana hati juga bisa mempengaruhi kualitas senyum. Apalagi senyum itu adalah sedekah gratis untuk orang-orang di sekitar kita.

Kedua, selalu “care”. Orang-orang yang berkualitas adalah orang yang tidak hanya fokus pada dirinya sendiri. Mereka selalu care atau peduli dengan orang-orang di sekitarnya. Mereka mudah membantu, menolong dan meringankan beban orang-orang di sekitarnya. Saat menginap di rumah orang yang kita kunjungi (saudara) bantulah mereka merapikan rumah dan sigap membantu apa yang perlu dibantu.

Ketiga, memperbanyak silaturahmi. Jangan sampai pulang mudik hanya seperti pindah tidur, pindah nonton dan pindah makan. Saat mudik adalah kesempatan untuk memperbanyak silaturahmi dengan saudara dan juga meningkatkan kedekatan dengan mereka.

Semoga ide sederhana yang dipraktekkan dalam keluarga kami ini menginspirasi Anda untuk juga membuat “default” mudik versi keluarga Anda. Saya yakin, sesuatu yang sederhana bila kita lakukan dengan penuh kesungguhan akan memberi makna yang berkelimpahan. Cobalah menetapkan “default” mudik Anda mulai sekarang, cukup tiga saja agar mudah diingat dan dilaksanakan.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

6 thoughts on ““Default” Mudik”

  1. ali samsudin says:

    makasih tips defaultnya

  2. Sugy says:

    Trims defaultnya selama ini, saya mudik ya ……hanya pindah makan, nonton, tidur dan hanya bagi-bagi amplop udah gitu perasaan kewajiban mudik udah selesai, tapi dgn advice ini saya aplikasikan kek………..

    1. Senang mendengar apa yang saya tulis bermanfaat. Alam SuksesMulia

  3. Siap Kek untuk dipraktekan rumus SCS nya. Selalu Senyum, Care & Silaturahmi. Moga kita semua selalu menjadi menjadi insan SuksesMulia. Aamiin.

  4. Umar Fauzi says:

    Hehehehe… baru kepikir Kek… terimakasih
    Senyum… Care…. Silaturahmi…

    #SemangatMudik

  5. Syukron mas Jamil atas inspiring articlenya, selama ini saya juga mudik hanya sekedar mudik, tanpa ada ‘ruh’ didalamnya, Insya Allah mudik kali ini akan lebih baik dengan ‘default mudik’ mas Jamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published.