Daun Berguguran

Dindin AwaludinBeberapa hari yang lalu, setelah sampai dirumah dari pulang bekerja, ibuku menyambutku dengan ucapan “Selamat ulang tahun yaa Din. Semoga impianmu tercapai.. Aamiin”.

Asyik impianku didoakan ibuku. Saya tanya ke ibu, “Ibu tahu ga apa impian Dindin?”.

“Hanya kamu dan Allah yang tahu Din.” ibu balas menjawab seraya tersenyum haru.

Tak lama kemudian saya menyantap nasi kuning yang sengaja ibu buat untuk syukuran. Hanya orang tua, adik, sahabatku di PPKn dan satu teman lamaku yang mengucapkan selamat. Disela menyantap nasi kuning, saya bertanya “Bu, ingin punya anak Hafizh Quran ga?”. Beliau menjawab, “Wah itu bu impian paling utama. Nomor satu Din!”.

Jleb! Saya sadar ternyata betapa sederhananya impian orang tua untuk anaknya ini. Namun saya berpikir, “Bagaimana mau jadi hafizh kalo hidupku tak berkembang?”. Pikiranku tak tumbuh, kebijakanku masih dipertanyakan. Apa-apa masih disuapin orang tua.

Mulai saat ini, untuk membahagiakan mereka di dunia dan akhirat, saya akan terus bertumbuh dan berkembang hingga tercapailah impianku.

Saya punya analogi sederhana. Anda pernah melihat daun yang berserakan di jalan akibat terjatuh dari pohonnya? Mengapa daunnya bisa gugur berjatuhan seperti itu? Yap, ada sesuatu yang membuatnya berguguran. Sesuatu yang bila saya jelaskan disini malah menjadi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. He he he

Bayangkan kita menjadi daun itu. Kita tumbuh di pohon yang sama. Anggap pohon ialah lingkungan hidup kita. Dan daun yang lain ialah manusia lain yang bersaing untuk hidup di dunia yang fana ini. 

Dengan air yang Allah siram dari langit -hujan. Semua daun mengambil airnya untuk keberlangsungan hidup mereka. Saling berebutan agar terpenuhi semua kebutuhannya. Namun tak semua mendapatkannya, ada yang mendapat banyak, ada yang mendapat sedikit bahkan ada yang tak mendapat sama sekali. Dan hanya yang mendapat banyaklah yang mampu bertahan hingga ribuan tahun di pohon itu. Sisanya? Berguguran!

Begitu pula kita sebagai manusia, eh bener kan Anda yang baca ini manusia? He he he maaf becanda koq. Kita hidup di lingkungan hidup yang mungkin banyak pesaingnya. Allah memberi kita ‘kesempatan hidup’ untuk sukses dunia akhirat. Namun lagi-lagi, ada yang memanfaatkannya secara maksimal dan ada pula yang tak memanfaatkannya sama sekali.

Jelas kan siapa yang pasti sukses dan siapa yang pasti terjatuh? Belajar dari sebuah daun, jadilah daun yang terus bertahan hingga ribuan tahun. Belajarlah jadi manusia sederhana dengan karya luar biasa. Agar kelak nama dan karya kita akan dikenang hingga puluhan bahkan ribuan tahun. Mau?

Temukan potensi dirimu, kawan. Saya sudah menemukannya. Giliran Anda! Bukankah banyak orang bilang hidup itu pilihan? Anda pilih menjadi daun yang tumbuh atau daun yang terjatuh? Think!! 🙂
Dindin Awalludin

Bagikan:

3 thoughts on “Daun Berguguran”

  1. Mantap bang Dindin perumpamaannya. SukrON tambahan ilmunya.
    Salam kenal ya.

    Salam SuksesMulia_!!!
    @npindh
    ง^•^ง
    >Tulungagung

    1. Salam.. Syukron kak 🙂

  2. Nunung says:

    Hmm…makasiih ilmunya..
    Ijin share…boleh??

Leave a Reply

Your email address will not be published.