Cinta Itu…

Zainab AliCinta itu….. Tulisan-tulisan bernuansa cinta banyak sekali bertebaran, tak pernah habis, tak pernah bosan untuk dibaca, tak lekang oleh waktu, tiada batas, tiada jarak, begitu dekat, sangat dekat. Kesemuanya mengibaratkan cinta adalah sesuatu yg begitu luar biasa.

Dengan simbol kata senyum, bahagia, ceria, tertawa, simbol warna merah dengan bunga, pink dengan gambar lekukan hati, biru yang menyejukkan, ungu yang sendu, coklat yang nikmat, begitu indah bila dibayangkan. Ada lagi cerita-cerita tentang pernikahan yang begitu megah dan meriah dan tentunya semua simbol cinta hadir di sana.

Tetapi apakah cinta itu seperti gambaran di atas? sangat banyak definisi tentang cinta, setiap orang boleh mendefinisikan cinta sesuai dengan keinginannya, ada yang mengatakan cinta itu bagaikan matahari, menyinari semua tanpa pilih kasih, ada yang mengatakan cinta itu persahabatan….
Ahhh seperti yang diucapkan Shah Rukh Khan dalam salah satu filmnya :-), ada pula yang mengatakan cinta itu memberi dan mengerti tanpa diberi dan dimengerti, cinta adalah peduli dan menghormati, cinta adalah sebuah rasa nyaman, cinta adalah kerinduan, cinta adalah bertemunya dua orang dengan perasaan yang sama, cinta adalah naluri, cinta adalah hati, cinta adalah….. cinta adalah…..

Ahhh…. cinta, semua orang berusaha tuk dapatkan cinta, semua orang berusaha tuk mencari cinta. Apakah cinta hanya sekedar itu? sebuah perasaan gemuruh yg kita rasa di dada kita dengan berbagai rasa? seperti nano-nano dong jadinya ….hehe..

ada kata-kata seorang Kahlil Gibran,

cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa..

ia bukan kata yang datang dari bibir dan lidah

yang membawa hati bersama-sama..

tidak ada yang lebih besar dan suci daripada apa yang diucapkan mulut..

dia memancarkan jiwa kita,.

bisikkan untuk hati kita..

dan membawa keduanya bersama-sama..

ada lagi tulisan tentang cinta yang sangat indah…….

Seorang wanita tua ditanya, “Apakah CINTA itu ?”

Maka wanita itu berkata, ” pertama kali aku mendengar kalimat ini (CINTA) yaitu ketika aku masih kecil dan aku mempunyai ayah, beliau menciumku dan beliau berkata,”AKU MENCINTAIMU”.

Maka aku menjawab, “CINTA itu rasa kasihan, memberi rasa aman, mengasuh anak, memberi kehangatan.

Ketika aku telah dewasa, aku mendapatkan sebuah surat di bawah pintu rumahku, surat itu dikirim oleh anak laki-laki tetanggaku. Alamat surat itu terdapat namaku dan didalamnya tertulis, “AKU MENCINTAIMU”.

maka aku menjawab, “CINTA itu PEMBERANI dan GILA”.

Ketika anak laki-laki tetanggaku mengkhithbahku dan aku mengetahui tentangnya, kalimat pertama yang dia ucapkan kepadaku adalah, “AKU MENCINTAIMU”.

Maka aku menjawab, “CINTA itu BERCITA-CITA TINGGI, MENGERJAKAN, MENDEKATI dan BERKEINGINAN MENIKAHIKU”.

Dan yang kedua, pada hari pernikahanku, suamiku mencium kepalaku dan berkata kepadaku, “SESUNGGUHNYA AKU MENCINTAIMU”.

Maka aku menjawab, “CINTA itu RASA RINDU dan di dalamnya ada RASA MENGASIHI”.

Ketika berlalu tahun demi tahun, aku melahirkan anak-anakku dan aku merasakan lelah maka datanglah suamiku mencium tanganku dan berkata, “SESUNGGUHNYA AKU MENCINTAIMU”.

Maka aku menjawab, CINTA itu BERSYUKUR pada TAQDIR, BELAS KASIH dan Rasa Kasihan.

Dan setelah bertahun-tahun, memutihlah rambut kepalaku dan anak-anakku telah menikah dan suamiku melihat rambutku sambil tersenyum dan berkata kepadaku dng tersenyum pula, “AKU MENCINTAIMU”.

Maka aku menjawab,”CINTA itu mempunyai hati Yg ROHMAT, BELAS KASIH sepanjang hidup sampai tua”.

Dan disetiap waktu suamiku yang aku muliakan berkata kepadaku, “AKU MENCINTAIMU”.

Maka aku menjawab, “CINTA itu menyempurnakan, kejujuran, ikhlas, memberikan sesuatu dimulai dari sesuatu yg kecil kemudian menjadi besar disetiap bertambahnya umur, pada setiap terbukanya rahasia-rahasia diantara kita”.

Subahanallah………Indah sekali……

Sedangkan apa kata Al Quran tentang CINTA ?

Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.

Sebagaimana disebutkan dalam QS. (Ali Imron : 14) “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”

Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.

Adapun Wudda / Mawaddah disebutkan dalam QS. ( Maryam : 96) “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ”.

Jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia.

Dipertegas lagi dalam QS. ( Ar Rum : 21) “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”

Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.

Dalam fil gharibil Qur’an dijelaskan bahwa hubb adalah sebuah cinta yang meluap-luap, bergejolak. Sedangkan Wudda adalah cinta yang berupa angan-angan dan tidak akan terraih oleh manusia kecuali Allah menghendakinya, hanya Allah yang akan memberi cinta-Nya kepada hamba yang dikehendaki-Nya. Allah yang akan mempersatukan hati mereka.

Walaupun kamu belanjakan seluruh kekayaan yang ada di bumi, niscaya kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan cinta jika Allah tidak menghendaki-Nya. Oleh karena itu terraihnya cinta—wudda pada satu pasangan itu karena kualitas keimanan ruhani pasangan tersebut. Semakin ia mendekatkan diri kepada sang Maha Pemilik Cinta maka akan semakin besarlah wudda yang Allah berikan pada pasangan tersebut.

Cinta WUDDA inilah yang tidak akan luntur sampai di hari akhir nanti sekalipun maut memisahkannya, cinta yang atas nama Allah, mencintai sesuatu atau seseorang demi dan untuk Allah.

Demikian wallahua’lam, disarikan dari berbagai sumber.

by Zainab Ali

Bagikan:

One thought on “Cinta Itu…”

  1. mahfudz says:

    top

Leave a Reply

Your email address will not be published.