“Cepat atau Lambat Kau Pasti Cari Aku!” kata Tuhan

Salah satu aktifitas saya adalah keluar masuk di lembaga pemasyarakatan alias hotel prodeo, sekurang-kurangnya dalam sembilan tahun terakhir. Berbagai LP telah saya sambangi untuk sekedar berbagi sedikit ilmu tentang spiritual mindset yang saya miliki.

Kali ini lain, disebuah LP kelas satu. Seorang berwajah putih bersih berbadan atletis dengan kumis tipis yang menghiasi bibirnya, mendekati saya seusai acara. Dengan senyumnya yang mengembang mengenalkan diri sebagai mantan kepala cabang sebuah BUMN. Sungguh aneh! Dia tidak menampakkan kesedihan sedikitpun meski dia harus menikmati blok F yang biasa ditempati oleh para narapidana kasus tipikor selama beberapa tahun ini, ini baru tahun pertama.

Bahkan sebaliknya, dari gaya dan isi dari cerita yang saya tangkap dia justru bersyukur berada ditempat yang menjadi hantu bagi banyak orang itu. Ini sunguh aneh! Dalam hati saya berujar.

“Tuhan Maha sayang pada hambanya”, katanya dalam sebuah penggalan cerita dengan nada rendah disebuah sudut blok. “Tuhan mau hambanya itu dekat…. terus pada-Nya. Maka Dia akan memfasilitasi siapapun yang maunya dekat dengan-Nya dengan aneka kemudahan”. Saya hanya bisa menarik nafas dalam-dalam sambil mencermati kedalaman kata-katanya seakan saya sedang mendengarkan wejangan Rumi, sang sufi sejati abad 18 yang kesohor itu.

“Tuhanpun berupaya dengan segala cara. Mencubit, penempeleng, menjambak, menendang bahkan membuat KO pada hamba-Nya yang sengaja atau tidak sedang menjauh dan menentang perintah-Nya. Itulah teguran-teguran yang Dia komunikasikan lewat aneka masalah yang kita hadapi sampai kita bertekuk lutut untuk betul-betul sadar dan berkomitmen untuk kembali kepada-Nya.” Ungkapnya yang membuat saya menarik nafas lebih dalam-dalam sambil tertegun dan terkesima.

Diapun bercerita panjang lebar tentang cubitan-cubitan Tuhan sepanjang karirnya yang tidak pernah dihiraukan selama bertahun-tahun. Tuhanpun tidak pernah berputus asa dengan terus mencubit hingga menempeleng dan memukul hingga KO hingga betul-betul menyerah dan berlutut kembali kepada-Nya. “Memang terasa sangat menyakitkan, tetapi itu cara Tuhan agar kita tidak mengalami kesakitan yang lebih dalam lagi”. Hem……Tuhan betul-betul Maha Sayang.

“Mau kemana kau sayangku, Aku ini yang sesungguhnya kau cari. Cepat atau lambat Kau pasti mencariku”, seakan-akan itulah kata Tuhan pada saya.

Kalau cepat atau lambat pasti mendekat pada Tuhan, mengapa tidak membuat sejak awal justru selalu bercengkerama dengan-Nya? Tentu agar tempelengan-tempelengan besar tidak sempat hadir dan aneka fasilitas menggiurkan dari-Nya bisa kita nikmati sambil mengarungi perjalanan kehidupan yang harusnya sangat indah.

Sampai jumpa dipuncak kemakmuran dan kemuliaan.

Bambang Nugroho

Bagikan:

One thought on ““Cepat atau Lambat Kau Pasti Cari Aku!” kata Tuhan”

  1. mahfudz says:

    nasehat luar biasa… jleb

Leave a Reply

Your email address will not be published.