Cemburu

Bolehkah kita cemburu? Tentu boleh, tetapi jangan berlebihan. Cemburu itu bumbu cinta. Saya juga pernah cemburu dengan istri saya. Karena tahu saya pencemburu maka istri saya tak akan pernah mau naik mobil pribadi dengan laki-laki lain yang bukan mahram. Dia juga tak akan menerima seorang tamu laki-laki saat saya sedang tak ada di rumah.

Jika suami-istri saling percaya dan menjaga diri maka akan mengurangi cemburu yang tidak perlu. Perasaan cemburu tak harus dibuang tetapi harus dikelola. Terlalu khawatir dan curiga dengan semua hal yang dilakukan pasangan hidup itu bukanlah cemburu tetapi egois. Kisah yang saya dapatkan dari salah satu group BB saya ini semoga bisa menjadi pelajaran.

Dikisahkan seorang suami sangat khawatir dan penuh curiga dengan istrinya. Semua kegiatan istrinya dipantau. Bahkan sebelum tidur, lelaki ini selalu memeriksa telepon, SMS, dan BB istrinya. Bukan hanya itu, saat di kantor ia juga sering menelepon istrinya. Bukan karena perhatian dan cintanya kepada istri tetapi karena khawatir istrinya keluar rumah tanpa sepengetahuannya.

Untuk menyakinkan bahwa istrinya di rumah, setiap menelepon ia selalu berkata, “Istriku, nyalakan blender dong.” Dengan setia sang istripun selalu menyalakan blender sembari berkata, “Tuh mas sudah aku nyalakan. Dengar, kan?” Begitu sudah mendengar suara blender sang suami biasanya puas dan mengakhiri percakapan.

Suatu saat sang suami ingin membuat kejutan, ia pulang lebih awal dari kantor dengan membawa bingkisan untuk istrinya yang begitu setia tak pernah keluar rumah saat ia di kantor. Ketika tiba di rumah, ia jumpai anaknya bermain sendirian tanpa ibunya. Dia bertanya, “Sendirian anakku?” Anaknya langsung menjawab, “Setiap hari juga sendirian ayah.”

Lelaki itu terkejut. “Lho, mamamu kemana?” Sang anak langsung menjawab, “Gak tahu. Mama setiap hari keluar dengan membawa blender.”

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini


WBT batch 10


Bagikan:

17 thoughts on “Cemburu”

  1. Putri says:

    hikhikhik~
    lucu banget endingnya :))

  2. Erfan says:

    Hahaha, istrinya jualan jus kek ๐Ÿ™‚

  3. Andi Rofik says:

    wkkwkwk…

    ngakak guling2 bacanya kek..

  4. ahaha.. kecemburuan mmg harus dikelola dg baik.. ๐Ÿ™‚

  5. Rizal says:

    sarapan pagi dengan senyuman…sukron kek JA

  6. cemburu itu tanda adanya rasanya cinta…
    dan cemburu itu tandanya ada rasa egois ๐Ÿ™‚

    pilih mana? hehehe

  7. Ridho says:

    Wkwkwk…istri yg Baik selalu bawa ‘blender’ utk bikin bumbu Cinta ๐Ÿ™‚

  8. hehehehehe hahahahahah kwkkwkwwkwkkkkwwk

    Modal untuk berumah tangga, maksih kek Jamil

  9. Debi says:

    wakakakaka, padahal udah pasang muka seriusss, eehh ternyata endingnya ngakak banget ๐Ÿ˜€

  10. maksudnya apa ya? ๐Ÿ˜€

  11. herman says:

    Hahahaha.lucu x kek

  12. aquila grup says:

    Wkwkwk… si suaminya ketipu ;D

  13. bejo says:

    Yang bener adja nih, serius bacanya. Jadi hikmahnya apa..?
    Kirain gimanaa gtt ceritanya

    1. ismiaprial says:

      ini kan cerita hiburan kawan. Itu di awal cerita udh ada nasehat baiknya. Baca gak sih?

  14. dewi says:

    wakakakakka…..ngakak abisss

  15. ana says:

    hehhehheh_
    Lucu kek…
    ketika cemburu yg tak terkeLoLa hanya akan berpengaruh negatif…

  16. princess amanda says:

    wakakakakkkk….untung tiap tlp hny suruh nyalain blender coba klw suruh nyalain mesin genset…bakalan kemanar bw mesin dunk…hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published.