Cara Pandang yang Berbeda

eskrim.jpg

Kurikulum terbaru di sekolah mengajarkan agar anak-anak lebih kreatif. Jawaban atas pertanyaan atau soal kini lebih terbuka, bukan sekadar pilihan berganda.

Dikisahkan, suatu hari di sebuah sekolah menengah seorang guru bertanya kepada muridnya, “Anak-anak apa yang sangat diperlukan oleh kalian apabila saat dewasa nanti kalian ingin berbisnis?”

Seorang murid menjawab, “Teman bu guru.” Sang guru meluruskan, “Salah anakku, yang terpenting itu modal. Kalau kamu gak punya modal kamu gak akan bisa bisnis.” Maka muridnya kemudian menyanggah, “Kan saya punya banyak teman yang kaya, bu. Saya bisa pinjam atau bisnis barengan sama teman saya.”

Guru itu kemudian menjelaskan, “Jawabanmu masih kurang tepat. Yang tepat adalah modal. Tetapi ibu sangat menghargai cara pandang yang berbeda dari kamu.”

Sang murid kemudian gantian bertanya, “Bu guru, ada tiga wanita sedang makan es krim. Wanita pertama makan es krimnya digigit sekaligus dengan tempatnya. Wanita kedua makannya dikunyah sedikit-sedikit. Wanita ketiga memakannya dengan cara dijilat-jilat dan dikulum. Menurut ibu, wanita mana yang sudah menikah?”

Mendengar pertanyaan tersebut ibu guru agak sedikit kaget. Ia lalu berkata, “Hemmm… yang mana, ya? Menurut ibu sih wanita yang ketiga.” Sang murid segera menjawab, “Jawaban ibu kurang tepat. Yang benar adalah wanita yang memakai cincin kawin. Tetapi saya sangat menghargai cara pandang yang berbeda dari bu guru.”

Hehehehe… Selamat membaca dan memahami dengan cara pandang yang berbeda.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

10 thoughts on “Cara Pandang yang Berbeda”

  1. mhd husni tarigan says:

    Hahahaha……… Cara pandang anak2 dan dewasa sungguh berbeda yaa kek

  2. lila says:

    hehehe bisa ajah kek jamil… 🙂

  3. rendy nugroho says:

    Memang itulah yang terpenting kek. Mengajarkan bagaimana menghargai pendapat orang lain karena setiap manusia memiliki pola pandang yang berbeda dan menanamkan konsep berfikir seperti lingkaran karena pola berfikir manusia itu sifatnya ‘infinity’ atau tanpa batas.
    Yang paling penting daripada itu semua adalah menanamkan sikap untuk selalu menghormati, menghargai, dan mengakui setiap pendapat tanpa pernah memandang sebelah mata pendapat orang yg menyampaikan pendapat

    Salam

  4. bang mufid says:

    ini dia ilmu baru cara makan es kirm yg tepat gaya Jamil Azzaini…, 😀

  5. Ghana Nazala says:

    Saat egoisme dan keangkuhan menyempitkan pikiran 🙂

  6. Rizky says:

    nice post kakek. . . 😀
    wajar sekali jika setiap orang tidak memiliki cara pandang yang sama. apa yang dihasilkan dari akal manusia tidaklah memiliki kebenaaran yang mutlak. kebenaran yg mutlak hanya berasal dari Allah SWT. >_< eeeeeeeeehhhhhhhhh kok jd kesitu ya sy XD

    1. Rizky says:

      ralats ==> wajar jika tidak setiap orang memiliki cara pandang yg sama

  7. fandi says:

    pak, iklannya menghalangi pembaca untuk menikmati tulisan bapak

  8. Day@t says:

    Bagus bingit…kocak n inspiratif…
    Salam kenal kakek jamil..

    1. Jamil Azzaini says:

      Salaman, salam kenal juga

Leave a Reply

Your email address will not be published.