Bunuh Sapimu

Fahmi HakimAda kisah seorang guru bersama muridnya. Kisah menarik ini saya dapatkan dari salah seorang trainer Romo Dewa.
 
Kala itu, murid bertanya pada gurunya tentang bagaimana langkah untuk menjadi sukses, menuju kehidupan yang sejahtera dan kaya raya. Untuk menjawab pertanyaannya, sang guru kemudian mengajak murid ini ke daerah terpencil, tertinggal dengan taraf ekonomi yang kurang baik.
 
Tibalah mereka di daerah tersebut, di salah satu rumah yang terlihat sudah mau roboh. Sang guru berkata kepada muridnya “Nak, kali ini bapak akan ajarkan kepadamu bagaimana langkah menuju sukses”. Tak lama kemudian, sang guru mengetuk rumah tersebut. Keluar pemilik rumah, dengan gayanya yang kurang semangat dan pakaian nya yang sangat lusuh.
 
Singkat cerita, karena hari sudah malam akhirnya guru dan murid ini meminta bermalam di rumah tersebut. Sang pemilik rumah mempersilahkan “Boleh saja silahkan, namun begini adanya rumah kami. Tak nyaman dan tak layak untuk dihuni”. Namun akhirnya guru dan murid tadi menginap di rumah yang sudah mau roboh itu.
 
Keesokan harinya, sang guru berkeliling rumah memperhatikan apa yang ada di dalam rumah. Sungguh tak ditemukan barang berharga disana. Tapi setelah sang guru melihat belakang rumah, ternyata ada seekor sapi. “Itu sapi kami, satu – satu nya kekayaan kami yang setiap hari jadi pekerjaan kami. Kami mandikan, kami beri makan dan kami peras susunya, meski sedikit” begitu penjelasan pemilik rumah.
 
Tak lama kemudian, guru dan murid ini berpamitan pulang. Namun, apa yang dilakukan sang guru? Dia mengajak muridnya untuk menuju belakang rumah menemui sapi dan membunuh sapi tadi hingga tak bernyawa. Pemilik rumah tak mengetahui hal itu.
 
Cerita berlanjut, setelah beberapa bulan kemudian guru dan murid ini kembali berkunjung ke rumah yang hampir roboh di daerah terpencil itu. Mereka heran, tak ditemukan rumah yang dulu mereka kunjungi. Yang ditemukan hanya rumah mewah dengan sapi 10 ekor. Siapa sangka, ternyata itu rumah dulu yang mereka bunuh sapinya.
 
Sang guru bertanya “kok bisa begini pak? Kami tak menemukan rumah mu yang dulu”. Sang pemilik rumah menjawab “Rumah itu sudah kami perbaiki dan inilah hasilnya”. Semakin heran murid bertanya kepada pemilik rumah “Bagaimana bisa bukannya bapak hanya punya sapi?” .
 
Pemilik rumah menjawab “Sapi kami ada yang membunuh. Sehingga tak ada lagi yang bisa kami harapkan pada saat itu. Tapi saya dan istri kemudian bangkit, jika lama dalam kesedihan tak akan membawa perubahan. Kami memulai menanami kebun dibelakang rumah, untuk kami makan. Dan separuhnya kami jual ke pasar. Akhirnya penjualan meningkat terus menerus. Hingga akhirnya kami menghasilkan uang. Dan kini rumah ku sudah diperbaiki dengan hasil berjualan. Untuk investasi aku membeli 10 sapi” begitu paparnya.
 
Sang guru kemudian berpesan kepada muridnya “Pelajaran untuk mu nak, jika kamu ingin sukses dan hidup sejahtera, jangan diam ditempat, maju, dan bunuh sapimu!”
 
Itulah kisah inspiratif kali ini. Apa yang bisa jadi pelajaran? Untuk menjadi sukses, bunuhlah sapimu. Dalam hal ini sapi adalah kemalasan, banyak alasan, kelambatan, sering menunda, kecurangan, keluhan, dan hal negative lain yang ada pada diri anda. Mulailah berubah, melangkah, dan bunuh sapi yang ada dalam dirimu.
 
 
Semoga bermanfaat.

Tulisan dikirim oleh Fahmi Hakim

Bagikan:

10 thoughts on “Bunuh Sapimu”

  1. Andriansyah says:

    Tepat sekali mas…..jangan sampai kita terjebak dalam kebekuan “Rutinitas Mengurus Sapi “. Harus kreative, disiplin dan semangat utk maju .

  2. Inspiratif banget..

    membunuh sapi memunculkan “power of kepepet” dari orang miskin tadi..

    Salam Sukses Mulia

  3. Denta Aditya says:

    Dahsyat ceritamya 🙂

    lepaskan “Rantai Gajah”mu. Kalau bahasnya kakek sih gitu hehehe

  4. ali samsudin says:

    inspiring

  5. encilia says:

    Trmaksh ceritanya pak, sgt menginspirasi dan memotivasi sy

  6. encilia says:

    Trmaksh ceritanya , sgt menginspirasi dan memotivasi sy

  7. princess amanda @holistic_center says:

    super kerON n sangat menginspirasi…

    manusia emang klw udah kepepet rantai gajah pun lgs terlepas n lgs kreatif…

    tulisan yg sangat guriih n bergizi…

    salam SuksesMulia

  8. Tulisan yg menginspirasi & mengingatkan.

    Sebagai orang Fi moga saya bisa “membunuh sapi”. Rasa lamban & malas, perasaan mudah sakit & dendam.

  9. Oriza says:

    Wah… bagus sekali motivasinya hari ini. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published.