Bukan Keinginan

Rita FianisLewat tulisan kek Jamil baik di web JamilAzzaini.com, twitter dan akun facebook beliau. Saya baru tahu ternyata kek Jamil sedang menjalankan ibadah umroh. Saya berharap dan berdo’a, semoga ibadah umroh kek Jamil dilancarkan dan dimudahkan. Dan selalu dalam perlindungan Allah SWT. Aamiin.

Ngobrolin kek Jamil umroh, saya jadi teringat pengalaman saya di tanah suci dalam perjalanan umroh beberapa bulan yang lalu. Mendengar kata umroh atau haji, kebanyakan orang bilang, bila kita ke tanah suci pasti disana akan dibalas apa apa yang telah kita lakukan selama ini. Rasa was-was mulai muncul dalam diri saya, jujur saya bukan makhluk Allah yang sempurna, memang paling doyan dan sering juga berbuat salah.

Pagi itu hari ke-3 di Makkah pada waktu itu saya bangun pas saat adzan shubuh, dipikiran sudah terbayang pasti sudah tidak bisa masuk masjid karena penuh. Antara masjid dengan hotel lumayan jauh dan akhirnya saya lari-lari menuju masjid. Ternyata benar saya shalat di halaman masjid sudah tidak bisa masuk.

Tenggorokan pun kering, nafas pun ngos-ngosan. Shalat subuh pun segera di mulai. Selesai shalat subuh mau masuk ke dalam masjid tidak bisa. Mau keluarpun juga antri. Tapi karena haus yang luar biasa saya putuskan untuk pulang ke hotel dengan mulai antri ke arah pintu keluar.

Selama antri celingak celinguk kanan-kiri, saya tidak menemukan galon air zam-zam yang biasanya disediakan disekitar masjid. Saya mencari hingga ke sudut-sudut masjid yang biasanya disediakan galon air zam-zam untuk jama’ah yang kehausan. Juga tidak menemukan.

Padahal tenggorokan saya sudah terasa luar biasa tercekat. Menelan ludah saya sangat sulit sekali. Seakan-akan lidah ini seperti lengket menempel di dasar mulut. Rasanya sudah tidak ada lagi air liur yang keluar, kantong kelenjar eksokrin penghasil liur saya seperti kempes kering kerontang.

Saya sempet berpikir bagaimana kalau saja saya tidak menemukan air untuk diminum. Karena saya jadi teringat sepanjang perjalanan dari hotel menuju masjidil Haram juga tidak ada penjual air minum kemasan atau toko yang dibuka pada jam shubuh.

Akhirnya saya berhenti sejenak dan berdoa kepada Allah, “Ya, Allah sungguh Engkau Maha Mengetahui apa yang Hamba rasakan, hamba-Mu Ini sangat haus. Lancarkanlah perjalanan hamba Mu ini menuju hotel supaya bisa segera minum.”

Subhanallah! Tidak kurang 100 meter dari tempat saya berdoa disebelah kanan ada galon air zam-zam. Sepertinya saya gak mempercayainya. Karena sudah berapa kali lewat sepajang jalan ini saya benar-benar tidak ada zam zam.

Kemudian saya langsung mengisi botol minum dan meminum zam zam. Alhamdulillah tenggorokan saya langsung basah dan segar. Tidak hanya kerongkongan saya yang terasa segar, pelan-pelan kesegaran menjalar ke seluruh tubuhku. Bahkan hati ini terasa segar banget.

Setelah meneguk beberapa tegukan air zam-zam dari botol. Saya lanjutkan perjalanan pulang ke hotel.

Tiba saatnya mau shalat zuhur, saya berjalan ke masjid. Saya melewati tempat dimana tadi pagi saya memperoleh zam zam, sungguh membuat hati saya kaget ditempat itu tidak ada tempat/galon zam zam. Dan memang sangat tidak mungkin ditempati galon zam-zam, karena sangat ramai berlalu-lalang dilewati puluhan orang setiap waktunya. Lalu keesokan harinya saya juga kembali mengeceknya, hasilnya tetap tidak ada galon zam zam.

Subhanallah! Ini sungguh pengalaman yang luar biasa indahnya dan tidak akan pernah pudar dari ingatan saya.
&nbsp
Dari pengalaman ini saya percaya bahwa Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan. So jangan berhenti, jangan pernah cape untuk merintih berdoa pada Allah.:) dan akan tiba waktunya dimana Allah memberikan apa yang kita perlukan/butuhkan.

Salam,
Rita fianis

Bagikan:

5 thoughts on “Bukan Keinginan”

  1. Princess Amanda @holistic_center says:

    Subhanallah luar biasa pengalamannya selama umroh kmrn my dearest sister…..
    Allah memang selalu ada saat kita butuhkan….membaca tulisan ini semakin meningkatkan keimanan dan keyakinan kepada sang Maha Hebat Allah Azza Wajalla…..

    Semoga akhir bulan des 2014 Allah mudahkan kita umroh bersama…Aamiin yaa Robbal’alamin

    Salam SuksesMulia

  2. ARIFAH says:

    subhanallah , betapa indah nya pengalaman perjalanan ibadah ……… , semoga kami sekeluarga bisa segera mengikuti jejak kalian mengunjungi ke Baitullah amin

  3. Raihan says:

    Allahu Akbar.
    haru yg tak tertahankan. semakin rindu rasanya jiwa ini untuk menginjakkn kaki ke baitullah.
    mohon doakan sy ingin membawa mamak (single parent) ke tanah suci.

  4. Andriansyah says:

    Subhanallah….semakin bertambah Iman ini dengan kebesaran Allah SWT…

  5. Eri Cahari says:

    Subhanallah….. pengalaman spiritual yang tidak bisa dilupakan, semoga menambah keimanan kita semua, aamiin….

Leave a Reply

Your email address will not be published.