Bukan Hanya Sekadar Jam Terbang

Banyak orang yang sudah kerja 10 tahun lebih tetapi tidak pernah berprestasi apapun. Caranya melakukan pekerjaan tak ada perbaikan sedikitpun alias begitu-begitu saja. Dia merasa sudah bepengalaman 10 tahun, padahal boleh jadi pengalamannya hanya 1 tahun [ditambah melakukan pekerjaan yang sama berulang-ulang selama 9 tahun].

Menurut riset di Berlin Academy Of Music, untuk mencapai tingkatan ahli kelas dunia seseorang harus memiliki 10 ribu “jam terbang”. Tapi bukan berarti cukup dengan menghabiskan waktu selama itu lantas kita otomatis menjadi ahli di bidang yang kita geluti. Sepuluh ribu jam itu adalah waktu yang dihabiskan untuk melakukan deliberate practice (latihan yang direncanakan/disengaja).

Dengan demikian, mereka yang melakukan pekerjaan rutin tidak dihitung sebagai jam terbang. Sekali lagi, jam terbang dihitung berdasarkan berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan yang terarah dan terukur (deliberate practice).

Bagaimana agar kita bisa melakukan deliberate practice? Carilah mentor! Bagi Anda yang bekerja carilah mentor terbaik sesuai dengan bidang kerja Anda. Boleh jadi mentor itu adalah atasan Anda, bisa juga mitra kerja atau sahabat Anda.

Kalau perlu Anda sediakan anggaran untuk membayar mentor terbaik dalam bidang pekerjaan Anda. Mintalah feed back atas pekerjaan Anda. Mintalah arahan agar pekerjaan Anda lebih berkualitas.

Bila Anda pengusaha bergabunglah dengan komunitas pengusaha. Bergurulah kepada para pengusaha yang sudah berhasil. Buatlah kelompok mastermind dimana satu dengan yang lain saling belajar dengan penuh kesungguhan.

Jika Anda kebetulan seorang trainer, tidak ada salahnya bergabung dalam komunitas trainer. Salah satunya Anda bisaร‚ย  join di Indonesia Inspiring Movement atau ikut Trainer Bootcamp & Contest. Di acara tersebut Anda akan mendapat banyak sekali feed back dari sesama trainer yang sudah memiliki jam terbang tinggi.

Banyak orang yang ingin maju tetapi ia enggan berguru. Ketahuilah, Anda tak akan pernah maju bila malu berguru. Anda tak akan tumbuh melesat bila takut mendapat feed back. Anda tak akan berkembang bila enggan mendapat masukan.

Penilaian terbaik bukanlah “perasaan” Anda, penilaian terbaik datang dari orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Jangan tunda bertemu dan berguru kepada orang yang ahli di bidangnya. Bila Anda tunda, saya khawatir Anda hanya “merasa” hebat padahal Anda sebenarnya terbelakang, tertinggal atau sedang menuju jurang kegagalan.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Bagikan:

5 thoughts on “Bukan Hanya Sekadar Jam Terbang”

  1. Anggit Setyaningsih says:

    Baiklah guruku ๐Ÿ™‚
    Om Aryodiponegoro, Iwaneupu & bbrp anggota timnya sdh brsedia & mnyatakan siap mjd guru sy.
    Alhamdulillah yahh.. Seneng bgt ๐Ÿ™‚

  2. abyan says:

    ada yang pengen banget gabung, tapi kalo kendala bicaranya “gagap” apakah masih layak…bukankah seorang trainer ga boleh gagap..gagap di sini bukan karena demam panggung, tapi bener2 pembawaan semenjak kecil….

  3. Bukik says:

    Bener banget. Aktivitas tanpa refleksi dan umpan balik hanya akan jadi aktivisme, melakukan kegiatan karena sekedar melakukan kegiatan

  4. DANI HAMDANI says:

    Saya ingin sekali bergabung tapi keuangan belum mendukupi. He..he..

  5. Betrizon Marzuki says:

    Saya ingin jadi trainer, tapi belum punya pengalaman bisa gabung kah ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.