Bukan Driver Biasa

rudy.jpg

Hari Minggu lalu, saya menggunakan jasa taxi Silver Bird dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Bogor. Drivernya bernama Rudy. Sepanjang perjalanan kami ngobrol tentang banyak hal.

Rudy, bukan driver biasa...

Rudy, bukan driver biasa…

Rudy yang pernah bekerja di Astra, Suzuki dan Yamaha di bagian produksi ini memiliki 4 orang anak. Salah satu anaknya menderita penyakit leukimia.

Berbagai cara pengobatan sudah ia lakukan, namun tak membuahkan hasil. Sampai suatu ketika ada yang menyarankan, “Jual saja rumahmu dan uangnya kamu sumbangkan.”

Rudy yang memang berharap anaknya sembuh, tanpa ragu melakukan saran itu. Walau ditentang oleh saudara dan teman-temannya, Rudi tidak bergeming.

Tidak lama setelah ia menjual rumahnya dan menyumbangkan semua hasil penjualannya ke berbagai pihak, ternyata ia menjadi pemenang sayembara berhadiah mobil yang nilainya dua kali lipat dari harga rumahnya. Bukan hanya itu, anak bungsunya yang mengindap penyakit leukimia pun sembuh. Dokter rumah sakit Kandang Sapi (Dr. Oen) di Surakarta yang merawatnya pun heran dan bingung atas keajaiban ini.

Rudy memang bukan driver biasa. Selain ia sangat yakin dengan kekuatan berbagi dan berbuat baik kepada orang lain, ia termasuk yang sangat serius mendidik anak-anaknya. Dua anaknya kini sudah bekerja di perusahaan ternama. Anak ketiganya kini sedang kuliah di negeri Paman Sam, Amerika Serikat mengambil jurusan Akuntansi.

Walau demikian, Rudy tetap tidak mau bergantung kepada anak-anaknya yang sudah bekerja. Ia membawa taxi di Jakarta, sementara istrinya di Solo berjualan makanan ringan yang omzetnya lumayan besar untuk ukuran usaha kecil menengah (UKM).

Pagi itu, saya mendapat ilmu luar biasa dari seorang driver taxi bernama Rudy. Belum puas mendapat curahan ilmu sepanjang perjalanan, saya mengajak lelaki ini sarapan. Di meja makan kembali saya mendapat “tamparan-tamparan” kecil dari lelaki lulusan STM ini.

Banyak orang yang tampaknya biasa tetapi kehidupannya luar biasa dan begitu mulia. Ia sangat percaya dengan Tuhan-nya. Ia sangat peduli dengan keluarganya. Ia menjaga diri dari meminta-minta.

Rudy, memang bukan driver biasa…

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

Bagikan:

8 thoughts on “Bukan Driver Biasa”

  1. Sigit says:

    Luar biasa, kek!

    1. Jamil Azzaini says:

      Drivernya yg luar biasa…

  2. CECEP SAPRUDIN says:

    Besok ceritakan tentang “tamparan-tamparan” waktu sarapan ya Kek. Kepo nih…..

    1. Jamil Azzaini says:

      He3x…

  3. Davied Vierronieca says:

    Subhanallah… ikut bangga dengan pak Rudy

  4. Ari Wijaya says:

    Barakallaahu…

    Semoga semakin banyak Rudy yang lain, yang begitu percaya dengan Qodha dan qodhar nya Sang Maha Pencipta. Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

  5. wahyu presiden says:

    hmmm… otak rasanya sungkan menerima tulisan kakek. tapi, entah kenapa hati terasa terbuka. makasih kek atas ceritanya.

  6. Anonymous says:

    Bagaimana caranya kek bisa ngobrol kaya orang udah lama akrab gitu, saya klo mau ngobrol dengan orang baru suka sungkan soalnya, bagi tips nya kek, hhe

Leave a Reply

Your email address will not be published.