Budayakan Menitipkan Anak

JA-Nadiem.jpg

Kemarin, usai memberikan training di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saya meluncur ke kantor Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saya, beberapa pimpinan perusahaan, beberapa anggota dewan, beberapa direktur BUMN, beberapa tokoh anak muda dan beberapa pengusaha diundang makan siang oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pak Anies Baswedan.

Kami mendengarkan paparan pak Menteri tentang “Belajar Bersama Mentor”. Inti program ini adalah mengajak pelajar SMA/SMK yang terpilih untuk hidup dan tinggal bersama para mentor selama tiga hari. Menurut saya ini adalah terobosan yang perlu diapresiasi dan didukung. Bisa hidup bersama, ngobrol dan ikut kegiatan para mentor walau sangat singkat tapi dampaknya sangat besar.

Saya juga sering menitipkan anak saya kepada para tokoh yang saya kenal. Anak-anak saya jadi punya banyak perspektif dalam memandang kehidupan. Walau ada juga yang akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kuliah dan fokus bisnis setelah “dicuci otak” oleh sahabat saya yang pengusaha. Saya menyetujui pilihan anak saya tersebut setelah ia punya argumentasi yang kuat dan siap bertanggungjawab dengan pilihannya.

Di rumah saya pun selalu tersedia kamar untuk tamu atau orang tua yang menitipkan anaknya di rumah saya. Alhamdulillah, walau rumah saya sangat sederhana sudah sangat banyak yang menginap di rumah saya. Dan yang membuat saya happy, hampir semua yang pernah menginap di rumah saya, sukses di karir dan profesi masing-masing.

Kebiasaan menitipkan anak menurut saya perlu dibudayakan dan dibiasakan apalagi dikemas dalam program yang terstruktur. Oleh karena itu, saya mendukung program yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Saya juga siap menyiapkan kamar untuk anak-anak muda yang siap hidup sederhana bersama keluarga kami.

Salam SuksesMulia!

Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook

gojek-ge-lela

Menghadiri undangan makan siang bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, pak Anies Baswedan, bertemu dengan Handri Santiago, salah satu leader terbaik GE (kiri). Bertemu juga dengan penggagas Go-Jek, Nadiem Makarim (tengah) dan Rangga Umara, owner Pecel Lele La.

Bagikan:

10 thoughts on “Budayakan Menitipkan Anak”

  1. Ali samsudin says:

    anak kelas 3 sd bisa kek. he he he
    mantab!!
    semoga kek jamil di beri umur panjang, nanti bisa nitip anak saya biar dicuci otaknya

    1. Jamil Azzaini says:

      Aamiin yra, ditunggu

  2. nurhamid says:

    jadi ingat kisah Ali Bin Abi Thalib, Sukarno, M, Nasir, mereka saat kecil diasuh oleh mentor terbaik pada zamannya.

    1. Jamil Azzaini says:

      Yes…l

  3. andi djunaidi says:

    Wah Sangat TERTARIK,
    bagaimana menitipkan anak ke rumah mas Jamil dan apa yang harus dilakukan jika dititipkan anak ke Rumah?

    1. Jamil Azzaini says:

      Saya perlu kenal baik dengan ortunya dulu pak…ayo ikut Wanna Be Trainer dulu pak hehehe

  4. Mahfudz RZ says:

    Top

    1. Jamil Azzaini says:

      SyukrON 🙂

  5. M gufron ronysalon cirebon says:

    Alhamdulillah..seneng dengernya…insya Allah kapan2 mau nitipin anak sy di rumah kek jamil..biar ketularan jd pengusaha yg sukses mulia dan bermanfaat ng banyak orang…amin

  6. Husna says:

    seperti budaya nyantrik yang dilakoni para pendahulu ya pak ..

Leave a Reply

Your email address will not be published.